Mengenal Pohon Pisang Raksasa dari Papua

Fakfak, Papua Barat memiliki flora endemik yang unik. Flora ini berupa pohon pisang raksasa. Pohon pisang raksasa sering dijumpai tumbuh alami di hutan Fakfak. Pohon pisang raksasa atau dalam bahasa ilmiah disebut Musa Ingens, memiliki tinggi 10 hingga 25 meter. Batang pisang Musa Ingens berdiameter 1 – 1,5 meter.
Buah dari pohon pisang raksasa ini memiliki biji banyak sehingga tidak dikonsumsi oleh masyarakat setempat. Oleh masyarakat yang tinggal disekitar hutan Fakfak, daun pisang raksasa biasanya hanya digunakan untuk atap gubuk di hutan, alas duduk atau alas makanan.
Selain di Fakfak, pisang raksasa juga dapat dijumpai di Pegunungan Arfak. Oleh etnis Arfak, pisang raksasa dijadikan sebagai obat malaria. Tradisi pengobatan ini merupakan warisan nenek moyang mereka. Bagian pisang yang dijadikan obat yaitu pelepahnya. Pelepah pisang diperas, diambil airnya, kemudian diminum tiga kali sehari.
Selain itu air perasan pelepah pisang juga digunakan untuk mandi dua kali sehari. Air pelepah pisang raksasa ini terbukti ampuh meredakan demam.
Pelepah pisang raksasa ternyata mengandung bahan aktif berupa flavonoid, alkaloid, tanin, saponin, dan triterpenoid. Senyawa tanin disinyalir mempunyai aktivasi intermediate yang dapat menyerang plasmodium malariae. Tanin diketahui merupakan inhibitor protease yang dapat melawan plasmodium malariae. Tanin bisa mencegah plasmodium malariae dalam menginfeksi eritrosit.
[Nabire.Net/Hari Suroto]
Tinggalkan Komentar