INFO NABIRE
Home » Blog » Mengapa Taman Gizi Nabire Tidak Difungsikan Sesuai Namanya? Ini Penjelasan Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Nabire

Mengapa Taman Gizi Nabire Tidak Difungsikan Sesuai Namanya? Ini Penjelasan Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Nabire

Mengapa Taman Gizi Nabire Tidak Difungsikan Sesuai Namanya? Ini Penjelasan Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Nabire
(Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata kabupaten Nabire, Ibu Martha Deba)

Nabire, Bagi warga Nabire, Taman Gizi bukan tempat yang asing. Semua warga Nabire pasti akrab dengan tempat yang satu ini. Namun sayangnya saat ini keberadaan Taman Gizi Nabire sudah tidak sesuai dengan peruntukkannya lagi.

Taman Gizi yang berlokasi di Oyehe Nabire mulai terkenal di awal tahun 90-an. Beragam menu kuliner dijual di lokasi tersebut. Namun saat ini, kawasan Taman Gizi sudah tidak difungsikan lagi untuk berjualan makanan atau minuman seperti dahulu.

Padahal jika dikelola dengan baik, Taman Gizi bisa menjadi salah satu icon kota Nabire bahkan bisa menjadi tempat yang multi fungsi, selain menyehatkan masyarakat juga bisa mengembangkan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) bagi warga Nabire.

Untuk mencari tahu lebih detail tentang keberadaan Taman Gizi, Nabire.Net, berkesempatan mewawancarai Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata kabupaten Nabire, Ibu Martha Deba, Selasa (10/10/2023), di ruang kerjanya.

Dijelaskan Ibu Martha Deba, Taman Gizi adalah tempat wisata rekreasi dan hiburan umum. “Jadi Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata ini penghasil Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan 3 kriteria yang harus kita capai, kami sudah tetapkan lewat peraturan Bupati tentang pengembangan retribusi, terus sarana dan pasanggrahan itu beberapa bulan yang lalu,” katanya.

Lanjut dikatakan, di tahun ini, di Taman Gizi akan dibangun Panggung Kesenian dan MCK di sebelahnya, karena Taman Gizi berada di dalam kota. Oleh sebab itu, Taman Gizi harus dijaga karena akan menjadi daerah tujuan wisata.

“Daerah tujuan wisata itu kita akan laksanakan. Biasanya selama ini bisa orang sewa kalau untuk urusan keagamaan biayanya 1 juta rupiah. Sedangkan di luar urusan keagamaan biayanya 1.5 juta rupiah,” kata Martha Deba.

Ibu Martha Deba menambahkan bahwa uang tersebut disetip ke peningkatan PAD yang bersumber dari Dinas Kebudayaan Pemuda Olahraga dan Pariwisata, dan lain hal tempat ini karena ada dalam kota kedepannya akan menjadi tempat rekreasi dan hiburan umum.

Saat ditanyakan mengapa Taman Gizi tidak difungsikan sesuai dengan namanya, Ibu Martha Deba menjelaskan, “kalau sesuai dengan namanya yaitu Taman Gizi jadi apakah kita harus menjual makan yang bergizi saja? Itu tidak, karena ini tempat menghasilkan PAD, kenapa? Karena bagaimana kalau ada orang yang sedang berjualan di tempat tersebut kemudian ada undangan untuk sewa tempat tersebut, kita tidak mungkin mengusir mereka.”

“Jadi tempat ini di peruntukan untuk rekreasi dan hiburan umum, jadi tempat ini bisa disewakan, kalau tempat ini disewakan berarti tidak boleh ada kegiatan yang sifatnya menetap. Termasuk mungkin warung makan, ini taman Gizi kok bukannya jual makanan-makanan khas? Hal ini tidak karena peruntukannya beda karena tempat ini kami sewakan. Contohnya orang sewa tempat terus kami sudah sediakan sarana lain, nanti kesannya bagaimana? Karena pariwisata itu berbicara kesan lain seperti itu,” urai Ibu Martha Deba.

“Jadi nanti sampaikan, Bapak Ibu yang mau sewa tempat itu harus masukkan surat permohonan, begitu surat permohonan itu masuk kami keluarkan rekomendasi diijinkan, jadi sebelum kami keluarkan rekomendasi harus membayar administrasi. Sesuai kami keluarkan rekomendasi yang menyurat ini harus ijin keramaian ke kepolisian. Karena tujuan kita adalah tempat ini untuk meningkatkan pendapatan asli Daerah,” tutup Ibu Martha Deba.

[Nabire.Net/Sitti Hawa/Noni Matatar]


Post Related

Leave a Reply

  • FWP
    14 October, 2023 00:40 at 00:40

    Kenapa bukan dinas kesehatan yang kelola taman Gizi, kalau mau difungsikan sesuai namanya 😎

  • Joe
    12 October, 2023 10:09 at 10:09

    Itu sdah jadi lahan bisnis untuk para oknum..
    Makanya tdak di fungsikan sesuai namanya

  • Mas taqimai
    10 October, 2023 20:08 at 20:08

    Kalo begitu nama nya d ubah menjadi “alun alun kota”
    Nah taman gizi berpindah k maf

  • Jefri Iyai
    10 October, 2023 18:21 at 18:21

    Luar biasa ibu Tuhan Yesus memberkati

Your email address will not be published.