Mengapa Angkot Tak Lagi Beroperasi di Nabire? Simak Keterangan Kadishub

Nabire, 23 Juli 2024 – Kepala Dinas Perhubungan Nabire, Yuliten Makai, S.Sos., M.Si, memberikan penjelasan mengenai alasan utama angkutan kota (angkot) di Nabire tidak lagi beroperasi, khususnya di bagian kota.
Menurutnya, faktor utama yang menyebabkan hal ini adalah preferensi masyarakat yang lebih memilih menggunakan ojek untuk mencapai tujuan mereka.
“Masyarakat ingin langsung sampai di tempat tujuan tanpa harus berputar-putar, sehingga mereka memilih menggunakan ojek yang bisa mengantarkan mereka langsung ke tempat tujuan, termasuk lorong-lorong yang sulit dijangkau oleh angkot,” jelas Pak Yuliten, kepada Nabirenet, Rabu (24/07).
Selain itu, Pak Yuliten juga menyoroti tingginya kepemilikan sepeda motor di kalangan masyarakat Nabire.
“Di sekitaran kota, hampir setiap rumah memiliki minimal dua motor. Ini mengurangi minat masyarakat untuk menggunakan angkot,” ujarnya.
Faktor lainnya adalah rute angkot yang kurang efektif, terutama dari Pasar Karang ke Oyehe atau dari Kalibobo ke Karang.
“Penumpang untuk rute-rute tersebut sangat minim sehingga membuat pengemudi angkot kesulitan mendapatkan penumpang. Bahkan, menunggu seharian pun belum tentu mendapatkan penumpang untuk satu kali putaran,” tambahnya.
Pak Yuliten menyampaikan bahwa pemerintah daerah memiliki rencana untuk mengembalikan operasi angkot di Nabire.
“Kita perlu mengatur ulang operasional ojek agar tidak beroperasi di kota dan menghalangi angkot. Ojek seharusnya beroperasi di ujung-ujung jalan atau di tempat-tempat yang sulit dijangkau oleh mobil, sehingga angkot tetap bisa berfungsi dengan baik di dalam kota,” ungkapnya.
Ia menekankan pentingnya koordinasi antara angkot dan ojek untuk memastikan keduanya dapat beroperasi dengan baik tanpa saling menghalangi.
Selain itu, Pak Yuliten juga menyoroti kondisi lalu lintas di Nabire yang semakin didominasi oleh ojek karena angkot tidak beroperasi. “Ini menyebabkan hak-hak angkot tidak berjalan dengan baik,” ujarnya.
Ia juga menyinggung penegakan aturan lalu lintas, terutama terkait lampu merah di dekat Akademi Perawat (Akper). “Kami telah memasang lampu lalu lintas di sana dan memberikan rambu-rambu yang seharusnya diikuti oleh pengguna jalan. Kami berharap masyarakat dapat mematuhi rambu-rambu ini demi kelancaran lalu lintas,” tutupnya.
Dengan perencanaan yang tepat dan penegakan aturan yang konsisten, diharapkan angkot di Nabire dapat kembali beroperasi dengan baik dan memberikan layanan transportasi yang lebih nyaman dan teratur bagi masyarakat.
*Reporter : Marsel, Siswa Kelas XII SMKS Kristen Anak Panah Nabire Jurusan RPL
[Nabire.Net]


Herman - Jakarta
Semoga usaha kami di Nabire maju, berkeinginan utk membangun kembali armada bus sekolah gratis merata di Nabire dan sekitarnya (sistem operasi, armada fisik, dana operasional, dana perawatan armada & sarana terkait lainnya) bersama philantropis nasional.
Semua harus dijalani dengan sabar, telaten & pantang menyerah. Warga & anak-anak sekolah harus didampingi tanpa pamrih. Hingga akhirnya berproses pada semua individu tumbuh sikap bertanggung jawab utk menjaga sarana transportasi ini. Semoga !
Conie Irianto
Jmn telah berubah, mnusia jmn now mncari alternatif yg paling gampang dan mudah
Tohir
Apa nanti tdk ditembak oleh KKB klo angkot beroperasi pak