Menanti Tempat Jualan Yang Layak Di Tanah Mereka Sendiri
(Kerajinan tangan mama-mama Papua di Nabire yang dijual di tengah jalan)
Mama-mama Papua itu selalu saja berjualan di pinggir jalan. Siapa yang salah? Siapa yang yang memiliki hak menyediakan pasar ? Apakah mereka harus terus begitu di atas tanah airnya? Lebih banyak pertanyaan lagi yang terfikirkan setiap kali melihat mama-mama ini. Mereka selalu di pinggir jalan, bahkan ada yang berjualan di pinggir onggokan sampah. Tak peduli pada bau sampah, tak peduli pada hujan, tak peduli pada terik matahari.
Mama-mama itu telah melahirkan, membesarkan dan membiayai studi anak-anak kandung mereka yang kini duduk di bangku birokrasi. Namun apa dikata, mata hati telah dibutakan oleh uang dan jabatan. Di pinggir jalan, mama-mama itu terus berjuang untuk menyekolahkan anak-anak mereka hingga berhasil.




Leave a Reply