INFO NABIRE
Home » Blog » Menanti Tempat Jualan Yang Layak Di Tanah Mereka Sendiri

Menanti Tempat Jualan Yang Layak Di Tanah Mereka Sendiri

a

(Kerajinan tangan mama-mama Papua di Nabire yang dijual di tengah jalan)

Mama-mama Papua itu selalu saja berjualan di pinggir jalan. Siapa yang salah? Siapa yang yang memiliki hak menyediakan pasar ? Apakah mereka harus terus begitu di atas tanah airnya? Lebih banyak pertanyaan lagi yang terfikirkan setiap kali melihat mama-mama ini. Mereka selalu di pinggir jalan, bahkan ada yang berjualan di pinggir onggokan sampah. Tak peduli pada bau sampah, tak peduli pada hujan, tak peduli pada terik matahari.

Mama-mama itu telah melahirkan, membesarkan dan membiayai studi anak-anak kandung mereka yang kini duduk di bangku birokrasi. Namun apa dikata, mata hati telah dibutakan oleh uang dan jabatan. Di pinggir jalan, mama-mama itu terus berjuang untuk menyekolahkan anak-anak mereka hingga berhasil.

b

(Pasar Karang Tumaritis)

Potret mama-mama Papua yang termarginalkan di tanah mereka sendiri banyak kita jumpai di Nabire. Mulai dari mereka yang berjualan hasil kebun mereka di lapak yang beralaskan kardus diatas tanah, mereka yang menjual pinang di sepetak meja kecil di pinggiran pasar, atau mereka yang menjual hasil kerajinan tangan mereka di pinggiran jalan atau tengah jalan.

Memang semua punya hak, untuk menempatkan dirinya terhadap lokasi jualan. Namun, jika dilihat mengapa mama-mamaku Papua selalu dipinggirkan dari hal demikian. Padahal mereka sangat mengharapkan memiliki tempat jualan yang aman dan layak di tanah mereka sendiri. Mereka tak pernah menuntut banyak dari pemerintah, mereka cuma mau hak mereka disejajarkan dengan para penjual yang berasal dari luar Papua yang memiliki tempat jualan yang lebih layak.

Setiap kabupaten kota di papua didesak mengalokasikan dana untuk pembangunan pasar mama-mama papua, agar tidak berjualan di emperan toko dan jalan raya. Dimana kah hatimu pejabat papua??

Pembangunan pasar bagi mama-mama pedagang asli Papua sebagai bentuk pembinaan dan pemberdayaan ekonomi rakyat perlu diperhatikan dan mesti mendapatkan perhatian serius dari Pemerintah. Mengingat apa yang menjadi keluhan mama-mama papua merupakan amanat otsus Papua.

Semoga dengan baru dilantiknya Bupati dan Wakil Bupati Nabire, mereka bisa memperhatikan nasib mama-mama Papua dengan memberikan tempat yang layak bagi mama-mama Papua.

Post Related

Leave a Reply

Your email address will not be published.