INFO NABIRE
Home » Blog » Melihat Kegiatan Panen Jagung di Wanggar Makmur Nabire

Melihat Kegiatan Panen Jagung di Wanggar Makmur Nabire

(Melihat Kegiatan Panen Jagung di Wanggar Makmur Nabire)

Nabire – Peran penting komoditas jagung diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan produksi dan pendapatan petani.  Jagung merupakan salah satu komoditas penting bagi sumber penghidupan masyarakat dan perekonomian daerah.  Dalam kebijakan pembangunan pertanian pada tahun 2020 Kabupaten Nabire melaksanakan pengembangan jagung seluas 2000 ha yang saat ini di tahun 2021 mulai dilakukan kegiatan panen.

Oleh karenanya, Dinas Pertanian Nabire terus berupaya meningkatkan produksi jagung,  untuk memenuhi kebutuhan konsumsi daerah.  Peningkatan produksi jagung tidak hanya berdampak pada perolehan penghasilan, tetapi juga akan sangat nyata meningkatkan kesejahteraan petani.

Selanjutnya pada tanggal 1 Februari 2021, Bernard Nurhadi selaku Sekretaris Dinas Pertanian serta Hence Nunaki selaku Kepala Bidang Tanaman Pangan beserta Mercy Krey selaku Kepala Seksi Perbenihan serta Mantri Tani Distrik Wanggar dan PPL Nabire Barat, PPL Wanggar, PPL Yaur bersama sama petani melakukan panen jagung milik Boas Wabia di Kampung Wanggar Makmur Distrik Wanggar.

(Tanaman jagung siap panen)

Pada saat panen yang dilakukan dilahan, Boas Wabia selaku petani jagung menyampaikan kepada Sekretaris Dinas  bahwa jika panennya bagus akan memperoleh hasil diatas dua ton kering pipil namun saat ini hasilnya kurang bagus sehingga hanya memperoleh hasil sekitar satu ton lebih, hal ini terjadi karena ketersediaan pupuk yang tidak mencukupi untuk pertumbuhan tanaman jagung. Oleh sebab itu  Boas Wabia mengharapkan kepada Pemerintah Daerah dalam hal ini Dinas Pertanian dapat menyediaan pupuk kepada kami petani agar hasil panen dapat maksimal.

Lebih lanjut Boas Wabia menyampaikan soal pemasaran jagung tidak mengalami kendala bahkan para pedagang jagung membeli di tempat petani dengan harga berkisar Rp. 3.000 sampai Rp. 7.000 per kilogram.

(Petani di lahan jagung)

Disamping pendampingan yang dilakukan oleh Dinas Pertanian, warga tani memiliki pa Hasby dan rekan rekannya yang turut mendampingi petani dalam pembudidayaan jagung maupun tanaman lainnya. Pa Hasby turut memberikan motivasi untuk tetap semangat dalam berusaha tani. Salah satu bentuk motivasi kepada petani berupa pemberian bantuan benih serta pestisida. Adapun respon petani dengan adanya kunjungan yang dilakukan tiga kali seminggu membuat semangat petani untuk berusaha tani menjadi meningkat.

(Di lahan jagung setelah panen)

Adapun tanggapan Hence Nunaki selaku Kepala Bidang Tanaman Pangan setelah melihat hasil panen menyatakan bahwa hasilnya kurang maksimal hal ini terkendala kekurangan pupuk akibatnya produki jagung berkurang dan ukuran biji jagung kecil kecil.  Dengan kendala tersebut harapan Kepala Bidang Tanaman Pangan pada musim tanam selanjutnya persoalan pupuk dapat teratasi agar diperoleh hasil yang maksimal sekitar lima ton kering pipil. Sebab Kampung Wanggar Makmur sangat berpotensi untuk untuk pengembangan jagung.  Hal ini juga disampaikan oleh pa Jumadi, selaku Mantri Tani Distrik Wanggar bahwa Distrik Wanggar khususnya Kampung Wanggar Makmur sangat berpotensi untuk pengembangan jagung namun lebih ditekankan pada ketersediaan pupuk yang tepat waktu pada saat waktu pemupukan.

(Panen jagung menggunakan alat mesin panen)

Selain panen jagung dilahan milik Boas Wabia, Sekretaris Dinas didampingi PPL melakukan kunjungan dilahan jagung milik Yotam Jitmau yang sedang panen. Adapun panen jagung milik Yotam Jitmau dilakukan dengan menggunakan teknologi alat mesin panen jagung bantuan pemerintah. Panen dengan menggunakan mesin dapat menghemat waktu panen serta hasil yang diperoleh berupa jagung pipilan.

[Nabire.Net]


Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

  • Tono nawipa
    11 Maret, 2023 01:32 pada 01:32

    Mengikuti kegiatan pendaftaran petani jagung

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.