INFO OLAHRAGA
Home » Blog » Mantan Pelatih Perseru Robby Maruanaya Nilai Fandri Imbiri Jadi Penyebab Kekalahan Persipura

Mantan Pelatih Perseru Robby Maruanaya Nilai Fandri Imbiri Jadi Penyebab Kekalahan Persipura

a

Kekalahan telak yang diderita tim Persipura pada lanjutan semifinal Piala AFC di Stadion Mandala Jayapura Papua, Selasa, (30/9) dinilai penyebab kesalahan paling fatal ada di pemain nomor punggung 3 Fandry Imbiri. Penilaian itu dilontarkan mantan Pelatih Perseru Serui, Roby Maruanaya, Rabu, (1/10).

“Setelah saya nonton kembali di televisi, untuk terjadi gol pertama dan kedua, Fandri Imbiri selalu mau matikan lawan, dia terlalu cepat untuk mau matikan lawan, harusnya dia ikuti saja lawan, dan tidak mungkin terjadi gol,” kata Maruanaya mengevaluasi.

Penampilan Fandri yang begitu cepat di AFC dan tidak sebanding di Indonesia Super League (ISL), inilah yang menurut Maruanaya butuh jam terbang.

“Dia jarang diturunkan di ISL, sehingga di AFC butuh jam terbang yang tinggi, tapi dia dipaksa turun,” kata Maruanaya yang baru saja sukses membawa Tim Galanita Papua 2 juara pertama di Kejurnas Piala Pertiwi di Jakarta, September lalu.

“Empat gol yang tercipta oleh lawan, akibat kesalahan Fandri Imbiri,” vonis Maruanaya kepada mantan stopper PON Riau 2012. Itu sebabnya, saran Maruanaya kepada pelatih Persipura, Jacksen F Tiago untuk perbaikan kedepannya. “Jacksen harus berpikir kembali terhadap komposisi pemain  yang terbaik,” katanya.

Dia bahkan mengharapkan pemain belakang Dominggus Fakdawer dan Yohanes Tjoe untuk mengurangi kebiasaan mendapatkan kartu kuning.

Pemilik klub sepakbola Paradise FC, Wilhelmina Frazier justru mengklaim Fandri Imbiri telah bermain maksimal dan menunjukkan kualitas sebagai pemain handal. Pasalnya Fandri Imbiri lahir dari klub binaannya.

Frazier mengatakan, jika ada yang memvonis Fandri Imbiri bermain jelek, harusnya realistis juga untuk pemain Persipura yang lain, yang sering melakukan kesalahan, tapi tidak divonis.

Namun demikian tidak dapat disangkal bahwa secara keseluruhan, Frazier mengevaluasi penampilan Persipura terutama di babak pertama, bermain terlalu slow alias tidak semangat.

“Permainan slow, mereka tidak semangat bermain. Bola mudah hilang. Dibanding lawan, mereka siap untuk menang, kejar kemenangan,” kata Frazier.

(JB)

Post Related

Leave a Reply

Your email address will not be published.