Minim Fasilitas, Mahasiswa di Nabire Demo Tuntut Perpustakaan dan Pendidikan Gratis
Nabire, Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi mahasiswa di Kabupaten Nabire, Papua Tengah, menggelar aksi demonstrasi dengan mendesak pemerintah meningkatkan perhatian terhadap sektor pendidikan, khususnya penyediaan fasilitas perpustakaan, akses buku, penguatan literasi, dan pendidikan gratis.
Dalam aksi yang berlangsung di Jalan Jenderal Sudirman, kawasan Karang, Nabire, Selasa (3/11/2026), mahasiswa menyampaikan aspirasi secara bergantian melalui orasi di depan pertokoan Pasar Karang. Mereka menilai keberadaan fasilitas perpustakaan dan kemudahan akses terhadap bahan bacaan merupakan kebutuhan penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat.

Sejumlah peserta aksi membawa poster berisi pesan kritis terhadap kebijakan dan prioritas pembangunan pemerintah. Salah satu tulisan yang mencuri perhatian berbunyi, “Kami tak butuh senjata dan peluru, kami butuh perpustakaan dan buku”.

Selain itu, terdapat pula poster bertuliskan “Unggulkan literasi” dan “Kami tak butuh MBG, kami butuh pendidikan gratis”.
Pesan-pesan tersebut menjadi bentuk kritik mahasiswa terhadap perhatian pemerintah dalam memenuhi kebutuhan dasar pendidikan. Mereka mendorong agar pembangunan sumber daya manusia melalui peningkatan literasi dan pemerataan akses pendidikan mendapat perhatian lebih besar.
Kapolres Nabire Turun Langsung Kawal Demonstrasi
Di tengah berlangsungnya demonstrasi, Kapolres Nabire AKBP Samuel Dominggus Tatiratu turun langsung memantau situasi sekaligus memastikan penyampaian aspirasi berjalan aman dan tertib.
Sebelum massa bergerak menuju Kantor Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Provinsi Papua Tengah, Kapolres memberikan arahan kepada peserta aksi, khususnya koordinator lapangan dan tim keamanan internal mahasiswa.

Ia meminta setiap koordinator bertanggung jawab menjaga barisan masing-masing serta mengantisipasi kemungkinan masuknya pihak lain yang tidak berkaitan dengan kelompok demonstran.
“Barisan masing-masing tolong jaga. Jangan sampai ada pihak-pihak tertentu yang mencoba masuk bergabung dengan adik-adik,” imbau Samuel kepada peserta aksi.

Kapolres juga mengingatkan mahasiswa agar menggunakan badan jalan pada lajur sebelah kiri selama melakukan long march. Langkah tersebut bertujuan menjaga kelancaran arus lalu lintas sekaligus meminimalkan potensi gangguan terhadap pengguna jalan lainnya.
“Kita jaga ketertiban bersama, ya. Bisa?” tanya Kapolres.
Pertanyaan tersebut langsung dijawab serentak oleh para mahasiswa dengan mengatakan, “Bisa!”

Personel Polres Nabire bersama Polda Papua Tengah turut dikerahkan untuk mendampingi perjalanan massa menuju kantor DPR provinsi.
Mahasiswa Dorong Perhatian Pemerintah terhadap Pendidikan
Tuntutan penyediaan perpustakaan dalam aksi tersebut menjadi sorotan penting. Bagi mahasiswa, perpustakaan bukan sekadar tempat menyimpan buku, melainkan fasilitas publik yang dapat memperluas pengetahuan, membangun budaya membaca, serta mendukung kegiatan belajar bagi pelajar dan mahasiswa.
Ketersediaan fasilitas literasi yang memadai juga menjadi salah satu kebutuhan dalam mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah.

Melalui demonstrasi ini, mahasiswa berharap pemerintah daerah dan lembaga legislatif memberikan perhatian terhadap kebutuhan pendidikan, termasuk penyediaan ruang baca yang mudah diakses masyarakat serta kebijakan yang mendukung pendidikan gratis.
Aspirasi Akan Disampaikan ke DPR Papua Tengah
Hingga berita ini diterbitkan, massa aksi masih bergerak menuju Kantor DPR Provinsi Papua Tengah dengan pengawalan aparat kepolisian.
Setibanya di lokasi, mahasiswa dijadwalkan menyampaikan secara langsung berbagai tuntutan kepada wakil rakyat.
Aksi tersebut menjadi momentum bagi mahasiswa untuk mendorong pemerintah dan DPR Papua Tengah agar lebih memperhatikan kebutuhan pendidikan masyarakat, terutama penguatan literasi, ketersediaan perpustakaan, dan pemerataan akses pendidikan di Papua Tengah.
[Nabire.Net/Sitti Hawa]





OAP cerdas
tratau malu…Kam yg bateriak merdeka masih mengharap Indonesia?
minta sebby sambom sana..???
makanya JD mahasiswa yg cerdas sedikit supaya tau malu