INFO NABIRE
Home » Blog » LSM Primary Nabire Gelar Workshop Pengurangan Resiko Bencana

LSM Primary Nabire Gelar Workshop Pengurangan Resiko Bencana

3

(Direktur LSM Primary, Krisna Tohariadi saat memberi penyuluhan di Enarotali)

Workshop sehari program pengurangan resiko bencana oleh masyarakat bersama stake holder di kabupaten Nabire kamis pagi 20 agustus 2015 bertempat di aula Badan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB kabupaten Nabire digelar oleh LSM Primary Nabire.

Mengawali workshop tersebut, Direktur Primary, Krisna Tohariadi menjelaskan, mulai pertengahan tahun 2012 telah dilakukan kegiatan pengurangan resiko bencana oleh masyarakat di beberapa desa dikabupaten Nabire, Paniai dan Deiyai.

Dikatakan Krisna, dari pertengahan tahun 2013 hingga sekarang ini telah dilakukan pendampingan terhadap masyarakat melalui tim pengurangan resiko bencana  dalam melaksanakan aksi untuk mengurangi ancaman yang ada.

Untuk itu kata Krisna pada bulan agustus 2015 dilakukan workshop program yang akan menghadirkan para stake holder yang bertujuan agar para stake holder mengetahui kegiatan program yang dilaksanakan dan menghubungkan antara  tim pengurangan resiko bencana kampung dengan para stake holder terkait  untuk menunjang pelaksanaan selanjutnya .

Ditambahkan Krisna, pihaknya juga telah melaksanakan workshop pengurangan resiko bencana di beberapa sekolah dasar.

Sementara itu Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah kabupaten Nabire, Drs Eddy Raya dalam kata sambutannya mengatakan dirinya sangat mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh LSM Primary yang selalu eksis peduli dalam dampak bencana di Nabire.

Dikatakan Eddy Raya, kabupaten Nabire tidak pernah luput dari bencana sejak 10 tahun terakhir, diantaranya banjir, gempa bumi, serta tanah longsor, oleh karena itu dirinya meminta adanya kerjasama pemerintah dan pihak pihak terkait agar sebelum terjadi bencana kita harus mengantisipasi berbagai resiko yang timbul akibat bencana.

Kegiatan Workshop sehari program pengurangan resiko bencana ini diikuti oleh instansi terkait, Tokoh agama, Lembaga Masyarakat Adat, pihak keamanan, perwakilan tim kampung, LSM Kompak dan Ikatan Dokter Indonesia kabupaten Nabire.

Post Related

Leave a Reply

Your email address will not be published.