INFO PAPUA TENGAH
Home » Blog » Longsor di Intan Jaya, Empat Orang Hilang, Satu Orang Luka-Luka, Evakuasi Terhambat Kondisi TKP

Longsor di Intan Jaya, Empat Orang Hilang, Satu Orang Luka-Luka, Evakuasi Terhambat Kondisi TKP

(Longsor di Intan Jaya, Empat Orang Hilang, Satu Orang Luka-Luka, Evakuasi Terhambat Kondisi TKP)

Nabire, Bencana alam longsor terjadi di kampung Joparu dan kampung Wandoga, Kabupaten Intan Jaya, Rabu (07/02/2024). Longsor tersebut mengakibatkan empat orang warga hilang.

Demikian keterangan Kapolres Intan Jaya, AKBP Afrizal Asri, S.IK., kepada Nabire.Net, Selasa (07/02/2024) petang.

Dijelaskan Kapolres, pihaknya melaksanakan pengumpulan bahan keterangan dari Kepala Sekolah SMP YPPK Bilogai, Karpus Belau, S.Pd., terkait evakuasi korban yang dilakukan di kampung Joparu, Distrik Sugapa, kabupaten Intan Jaya.

Dijelaskan Karpus Belau, saat tiba di TKP longsor, dua rumah yang sebelumnya berada di sekitar Kali Bulabu dan Kali Wabu sudah tidak terlihat lagi akibat tertimbun material longsor.

Sementara terkait evakuasi, pihak kepolisian sudah berupaya melakukan pencarian terhadap para korban, namun TKP sudah tertutup oleh materian akibat longsor, sehingga korban belum berhasil ditemukan.

Sedangkan warga kampung Joparu sudah dievakuasi ke tempat yang lebih aman.

Menurut keterangan yang berhasil dikumpul, ada lima orang yang terdampak bencana longsor tersebut masing-masing sebagai berikut :

1. Jonas Sani (35), Suku Moni, pekerjaan berkebun, alamat kampung Joparu, Distrik Sugapa. Belum ditemukan

2. Koteagoni Sani (35), Suku Moni, pekerjaan berkebun, alamat kampung Joparu, Distrik Sugapa. Belum ditemukan

3. Jemino Sani, (5), Suku Moni, pekerjaan berkebun, alamat kampung Joparu, Distrik Sugapa. Belum ditemukan

4. Tina Tigau (20), Suku Moni, pekerjaan berkebun, alamat kampung Joparu, Distrik Sugapa, kondisi dalam keadaan hamil. Belum ditemukan

5. Marten Sani (30), Suku Moni, mengalami luka-luka dan sudah bersama warga masyarakat.

Lokasi TKP tanah longsor tidak bisa didatangi oleh aparat kampung dikarenakan merupakan daerah basis KKB dan juga kondisi air sungai yang masih deras.

[Nabire.Net]



Post Related

Leave a Reply

Your email address will not be published.