Lemhaskami Tegaskan Hak Kesulungan, Orang Kamoro: Kami Masih Ada, Bukan Punah
Mimika, 5 Februari 2026 – Lembaga Masyarakat Hukum Adat Suku Kamoro Mimika Wee (Lemhaskami) menggelar Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka konsolidasi kelembagaan dan kemasyarakatan menuju kemandirian serta kesetaraan harkat, martabat, dan hak kesulungan Suku Kamoro Mimika Wee.
Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Grand Tembaga, Kabupaten Mimika, pada Rabu (4/2/2026).
FGD ini dihadiri Ketua Lemhaskami Yohanes Yance Boyau, Wakil Ketua Lemhaskami Fredy Sony Atiamona, Kapolsek Kuala Kencana AKP Djemi Reinhard, serta tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, dan masyarakat Suku Kamoro Mimika Wee.
Ketua Lemhaskami Yohanes Yance Boyau menegaskan, FGD dan konsolidasi ini digelar sebagai bentuk tuntutan atas hak-hak orang Kamoro yang dinilai semakin terjepit oleh suku-suku lain di Kabupaten Mimika.
“Kami orang Kamoro masih ada, bukan sudah punah,” tegas Yohanes.
Ia menekankan bahwa Suku Kamoro merupakan pemilik tanah adat di Mimika, sehingga tidak akan tinggal diam terhadap berbagai dinamika yang terjadi. Menurutnya, saat ini merupakan momentum bagi orang Kamoro untuk bersikap dan memperjuangkan hak-hak kesulungannya.
Dalam FGD tersebut, Lemhaskami membahas lima poin strategis, yakni Daerah Otonomi Baru (DOB), pengesahan SK Penjabat Sekda Mimika menjadi definitif, pembahasan nama provinsi baru di Kabupaten Mimika, evaluasi empat anggota DPRK Mimika jalur pengangkatan melalui Lemhaskami, serta isu Direktur PT Freeport Indonesia (PTFI).
“Terkait DOB, mari kita jemput dengan meriah agar generasi muda Kamoro bisa mendapatkan pekerjaan,” ujarnya.
Untuk poin kedua, Yohanes menyampaikan harapan agar Penjabat Sekda Mimika yang berasal dari orang asli Kamoro segera ditetapkan secara definitif, bukan hanya berstatus pelaksana tugas.
Sementara itu, terkait rencana pembentukan provinsi baru, ia menegaskan bahwa penentuan nama provinsi harus dibahas bersama karena Mimika berada di atas tanah adat Kamoro.
“Empat anggota DPRK Mimika yang diangkat melalui Lemhaskami juga harus dievaluasi,” pungkasnya.
[Nabire.Net/Yosef Doo]




Leave a Reply