Kontak Tembak Dilaporkan Terjadi di Totio Paniai, TPNPB-OPM Klaim Aparat Mundur ke Enarotali
Paniai, Ketegangan keamanan dilaporkan terjadi di kawasan Totio, Kabupaten Paniai, Papua Tengah, pada Rabu (12/8/2026). Informasi mengenai kontak tembak tersebut disampaikan pihak yang mengatasnamakan TPNPB-OPM Paniai.
Peristiwa bermula sekitar pukul 10.12 WIT ketika rombongan gabungan TNI-Polri disebut memasuki kawasan Totio menggunakan kapal cepat. Pihak TPNPB-OPM mengklaim personelnya telah mengetahui pergerakan aparat sebelum rombongan mencapai kawasan pelabuhan.
Kontak Tembak di Sekitar Pelabuhan Totio
Dalam narasi yang beredar, kontak senjata disebut terjadi ketika rombongan aparat mendekati Pelabuhan Totio. Pihak TPNPB-OPM menyatakan telah melepaskan tembakan, yang kemudian dibalas dengan tembakan dari arah rombongan TNI-Polri.
Kontak tembak tersebut disebut berlangsung selama beberapa waktu. Setelah itu, menurut versi TPNPB-OPM, rombongan aparat meninggalkan Totio dan bergerak menuju Aikai sebelum melanjutkan perjalanan ke Enarotali.
Pihak TPNPB-OPM juga mengklaim mengikuti pergerakan rombongan menggunakan dua unit kapal hingga mencapai batas wilayah yang mereka sebut sebagai kawasan pertahanan Totio.
Keterangan terpisah disampaikan Damianus Magai Yogi, yang disebut sebagai Panglima Tertinggi West Papua Army. Ia mengonfirmasi adanya baku tembak di sekitar muara Kali Totiyo, tepi Danau Paniai.
Yogi mengklaim kontak senjata berlangsung lebih dari satu jam. Ia juga menyebut adanya penggunaan ribuan butir amunisi oleh aparat. Namun, klaim mengenai durasi kontak tembak, jumlah amunisi, serta kondisi korban tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.
Yogi turut menyatakan bahwa pihaknya tidak mengalami korban luka maupun meninggal dunia dalam kejadian tersebut. Klaim itu juga belum mendapatkan konfirmasi dari pihak TNI maupun Polri.
TPNPB-OPM Soroti Aktivitas Aparat di Paniai
Selain peristiwa di Totio, pihak TPNPB-OPM menyinggung keberadaan pos aparat di sejumlah wilayah Paniai, termasuk Obano dan Komopa.
Mereka menyatakan selama ini tidak mengganggu aktivitas perjalanan aparat menggunakan speedboat untuk kebutuhan logistik. Namun, masuknya rombongan ke kawasan Totio dinilai berbeda karena wilayah tersebut disebut sebagai lokasi pertahanan kelompok.
Situasi tersebut dinilai berpotensi meningkatkan ketegangan keamanan di sekitar Danau Paniai.
Serukan Perlindungan Warga Sipil
Dalam pernyataannya, pihak TPNPB-OPM juga meminta agar kawasan permukiman warga tidak dijadikan lokasi pertempuran.
Mereka menekankan pentingnya perlindungan terhadap rumah penduduk, sekolah, fasilitas kesehatan, tempat ibadah, serta fasilitas umum lainnya dari dampak konflik bersenjata.
Kondisi ini menjadi perhatian karena aktivitas bersenjata di sekitar permukiman dapat meningkatkan risiko terhadap keselamatan masyarakat yang tidak terlibat langsung dalam konflik.
Belum Ada Konfirmasi Resmi TNI-Polri
Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan resmi dari TNI maupun Polri mengenai laporan patroli, dugaan kontak tembak di kawasan Totio atau muara Kali Totiyo, maupun berbagai klaim yang disampaikan pihak TPNPB-OPM.
Karena itu, informasi mengenai kronologi kejadian, jumlah personel, penggunaan amunisi, korban, serta tujuan pergerakan aparat masih perlu dikonfirmasi kepada pihak-pihak terkait.
[Nabire.Net/Marten Dogomo]





Tinggalkan Komentar