Peringati Hari Danau Sedunia, ‘Komandan Deiyai’ Bersihkan Tiga Titik Danau Tigi
Deiyai, Kepedulian terhadap kelestarian Danau Tigi kembali ditunjukkan masyarakat Kabupaten Deiyai. Komunitas Anak Danau (Komandan) Deiyai menggelar aksi bersih-bersih di sejumlah kawasan Danau Tigi, Kamis (27/8/2026), bertepatan dengan peringatan Hari Danau Sedunia II.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Aksi ini juga sejalan dengan semangat motto Bupati Deiyai, “Enaimo Ekowai untuk Deiyai,” yang menekankan semangat kerja bersama untuk daerah.
Bersihkan Tiga Titik di Danau Tigi
Dalam aksi perdana tersebut, anggota Komandan Deiyai menyasar tiga lokasi utama. Ketiganya meliputi kawasan Tanjung Momaikago, area wisata di sekitar SD YPPK Meiyepa, serta muara Kali Oneibo.
Sampah yang ditemukan di sejumlah titik dikumpulkan sebagai bagian dari langkah awal penataan kawasan Danau Tigi. Komandan Deiyai menilai kegiatan tersebut tidak cukup berhenti pada satu aksi, tetapi perlu dilanjutkan melalui pemantauan dan perawatan secara berkelanjutan.
Ketua Komandan Deiyai, Elison Edowai, mengatakan kegiatan tersebut merupakan pengalaman pertama komunitasnya melakukan pembersihan di beberapa bagian Danau Tigi sekaligus memperingati Hari Danau.
“Ini pertama kalinya kami dari Komandan Deiyai melakukan kegiatan mengangkat sampah keliling Danau Tigi sekaligus memperingati Hari Danau,” ujar Elison.
Ia menegaskan, kegiatan yang dilakukan pada Kamis tersebut baru merupakan langkah awal. Komandan Deiyai berencana melanjutkan kegiatan di lokasi-lokasi yang telah menjadi sasaran pembersihan.
Menurut Elison, aksi tersebut diharapkan memberikan manfaat langsung sekaligus mendorong masyarakat untuk memiliki kepedulian yang lebih besar terhadap lingkungan sekitar danau.
Masyarakat dan Wisatawan Diminta Tidak Buang Sampah
Elison juga mengajak masyarakat Deiyai mengambil bagian dalam menjaga kebersihan Danau Tigi. Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah kebiasaan membuang sampah di sekitar tepian danau.
Ia meminta masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung untuk membawa kembali sampah yang dihasilkan dan tidak membuangnya sembarangan.
Menurutnya, kebersihan kawasan danau bukan hanya menjadi tanggung jawab komunitas atau pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan semua pihak. Apalagi Danau Tigi memiliki fungsi penting bagi kehidupan masyarakat sekaligus menyimpan potensi wisata daerah.
Selain sampah, persoalan lain yang mendapat perhatian adalah risiko kebakaran vegetasi di sekitar danau, terutama ketika kondisi kemarau berlangsung cukup panjang.
Elison mengingatkan masyarakat agar tidak menggunakan api secara sembarangan di kawasan pinggiran Danau Tigi. Vegetasi yang tumbuh di sekitar danau dinilai membutuhkan waktu panjang untuk kembali pulih apabila mengalami kerusakan akibat kebakaran.
“Jangan membakar sembarangan di pinggiran danau. Pohon-pohon yang tumbuh di pinggiran Danau Tigi membutuhkan waktu yang sangat lama untuk tumbuh kembali,” pesannya.
Komandan Fokus pada Kebersihan dan Perawatan
Penanggung Jawab Komandan Deiyai, Andreas Yeimo, menjelaskan keberadaan komunitas tersebut merupakan bagian dari langkah awal untuk mendukung visi dan misi Bupati Deiyai.
Ia mengatakan kegiatan Komandan tidak hanya diarahkan pada pengangkutan sampah, tetapi juga mencakup perawatan dan pengawasan sejumlah lokasi yang dinilai perlu mendapat perhatian.
“Kami hadir di sini, kerja kami hanya berfokus pada membersihkan, merawat, dan mengontrol beberapa titik yang menjadi pusat perhatian di lingkungan Kabupaten Deiyai,” jelas Andreas.
Andreas berharap gerakan menjaga lingkungan dapat memperoleh dukungan masyarakat, pemerintah, maupun berbagai pihak lainnya. Dengan dukungan tersebut, aksi kebersihan di kawasan Danau Tigi diharapkan dapat dilakukan secara berkesinambungan.
Menjaga Danau Tigi untuk Generasi Mendatang
Aksi Komandan Deiyai pada peringatan Hari Danau Sedunia II menjadi momentum untuk mengingatkan kembali pentingnya menjaga ekosistem Danau Tigi.
Danau bukan hanya kawasan perairan, tetapi juga berkaitan dengan kehidupan masyarakat, keseimbangan lingkungan, serta potensi pengembangan pariwisata. Karena itu, persoalan sampah, kerusakan vegetasi, dan kebiasaan membakar lahan di sekitar danau perlu mendapat perhatian bersama.
Komandan Deiyai berharap aksi perdana tersebut dapat berkembang menjadi gerakan lingkungan yang lebih luas. Ke depan, komunitas akan melanjutkan kegiatan pada sejumlah titik yang menjadi prioritas, sekaligus mendorong masyarakat agar ikut menjaga kebersihan dan kelestarian Danau Tigi.
Dengan keterlibatan berbagai elemen masyarakat, Danau Tigi diharapkan tetap terjaga sebagai bagian penting dari lingkungan hidup dan aset wisata Kabupaten Deiyai untuk generasi sekarang maupun mendatang.
[Nabire.Net]





Tinggalkan Komentar