INFO NABIRE
Home » Blog » Kodim Nabire Modifikasi Truk Jadi Tangki Air untuk Perkuat Pemadaman Karhutla

Kodim Nabire Modifikasi Truk Jadi Tangki Air untuk Perkuat Pemadaman Karhutla

(Komandan Kodim 1705/Nabire Letkol Arh Dwi Palwanto T)
(Komandan Kodim 1705/Nabire Letkol Arh Dwi Palwanto T)

Nabire, Keterbatasan armada pemadam kebakaran mendorong Kodim 1705/Nabire mengambil langkah alternatif dalam menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Nabire. Salah satunya dengan mengubah sebuah truk menjadi kendaraan pengangkut air untuk mendukung operasi pemadaman.

Komandan Kodim 1705/Nabire Letkol Arh Dwi Palwanto T mengatakan kendaraan tersebut sedang dipersiapkan agar bisa digunakan di lapangan. Truk itu akan dilengkapi dua wadah air dengan kapasitas total sekitar 2.200 liter.

Langkah tersebut diambil karena jumlah kendaraan pemadam yang dapat beroperasi untuk mendukung distribusi air masih terbatas. Kehadiran kendaraan tambahan diharapkan mempercepat suplai air ketika petugas menghadapi titik api yang sulit dijangkau.

“Kami sedang mengusahakan modifikasi truk yang kami miliki untuk membawa air,” ujar Dwi di Nabire, Kamis.

Selain menyiapkan kendaraan modifikasi, Kodim 1705/Nabire telah menyiagakan satu Satuan Setingkat Peleton (SST) untuk membantu penanganan karhutla. Kekuatan personel yang disiapkan berkisar 20 hingga 30 prajurit.

Personel tersebut dapat digerakkan sewaktu-waktu setelah menerima laporan mengenai kebakaran. Mereka akan membantu petugas di lapangan, terutama dalam proses pemadaman dan penanganan titik api.

Dukungan tidak hanya berupa tenaga. Kodim juga menyiapkan sejumlah perlengkapan, mulai dari kendaraan pengangkut air, pompa air portabel hingga selang dengan panjang sekitar 300 meter.

Kelengkapan tersebut menjadi penting karena lokasi kebakaran tidak selalu berada dekat dengan sumber air atau dapat dijangkau kendaraan pemadam berukuran besar.

Menurut Dwi, keterbatasan armada menjadi salah satu tantangan dalam penanganan kebakaran di wilayah Nabire. Karena itu, penambahan sarana pendukung diperlukan agar respons terhadap laporan kebakaran dapat dilakukan lebih cepat.

Di sisi lain, masyarakat diminta ikut mencegah munculnya titik api baru. Pembukaan lahan dengan metode pembakaran dinilai berisiko, terlebih ketika kondisi angin cukup kencang.

Dwi mengingatkan agar masyarakat tidak menggunakan api untuk membuka lahan karena kebakaran dapat meluas dan menyulitkan proses pengendalian.

“Mari kita jaga tanah kita. Jangan membuka lahan dengan membakar karena angin kencang dapat membuat api menyebar ke mana-mana,” katanya.

Kodim 1705/Nabire selanjutnya akan mengoptimalkan personel dan peralatan yang telah disiapkan untuk membantu penanganan karhutla di sejumlah wilayah Kabupaten Nabire.

[Nabire.Net/Sitti Hawa]

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.