INFO PAPUA TENGAH
Home » Blog » Ketua TP PKK Deiyai Harap HKG PKK Berikutnya Digelar di Tanah Papua

Ketua TP PKK Deiyai Harap HKG PKK Berikutnya Digelar di Tanah Papua

(Ketua Tim Penggerak PKK (TP PKK) Kabupaten Deiyai, Ny. Fransina Rumbiak Mote, S.K.M., M.K.M)
(Ketua Tim Penggerak PKK (TP PKK) Kabupaten Deiyai, Ny. Fransina Rumbiak Mote, S.K.M., M.K.M)

Makassar, 12 Juli 2026 – Ketua Tim Penggerak PKK (TP PKK) Kabupaten Deiyai, Ny. Fransina Rumbiak Mote, S.K.M., M.K.M., berharap penyelenggaraan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK pada masa mendatang dapat dilaksanakan di wilayah Papua. Menurutnya, pelaksanaan kegiatan nasional di kawasan timur Indonesia akan memberikan kesempatan yang lebih luas bagi kader PKK di Tanah Papua untuk merasakan secara langsung manfaat, pengalaman, dan semangat kebersamaan yang selama ini dinikmati peserta dari berbagai daerah.

Harapan tersebut disampaikan Fransina usai menghadiri puncak peringatan HKG PKK ke-54 Tahun 2026 yang berlangsung di Sandeq Ballroom Hotel Claro Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (11/7/2026). Kegiatan nasional itu dihadiri Ketua Umum TP PKK Pusat Tri Suswati Tito Karnavian, jajaran pengurus TP PKK Pusat, Ketua TP PKK Provinsi se-Indonesia, Ketua TP PKK Kabupaten/Kota se-Indonesia, serta tamu undangan dari kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah.

Menurut Fransina, penyelenggaraan HKG PKK di Papua tidak hanya menjadi simbol pemerataan pembangunan, tetapi juga membuka peluang lebih besar bagi kader-kader PKK di wilayah timur Indonesia untuk terlibat aktif dalam forum nasional tanpa terkendala jarak dan biaya perjalanan yang relatif tinggi.

Ia menjelaskan bahwa Kabupaten Deiyai merupakan salah satu daerah kategori 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) di Provinsi Papua Tengah. Kondisi geografis yang didominasi wilayah pegunungan serta berbagai keterbatasan infrastruktur menjadi tantangan tersendiri dalam mengimplementasikan seluruh program PKK secara optimal.

“Kami TP PKK Deiyai, karena kami dengan daerah kategori 3T, di Papua Tengah daerah pegunungan, kami berharap bahwa 10 Program PKK ini bisa juga kami lakukan di kabupaten kami. Karena untuk sementara masih banyak yang belum kami lakukan karena situasi dan kondisi. Jadi cuma beberapa saja,” ujar Fransina.

Ia mengakui bahwa berbagai keterbatasan tersebut membuat pelaksanaan 10 Program Pokok PKK belum dapat dijalankan secara menyeluruh. Meski demikian, TP PKK Kabupaten Deiyai tetap berupaya menjalankan program-program yang paling dibutuhkan masyarakat sesuai kemampuan daerah.

Salah satu fokus yang terus dikembangkan adalah pemberdayaan perempuan, khususnya mama-mama Papua. Menurut Fransina, program tersebut menjadi bagian penting dalam meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga melalui pengembangan berbagai produk kerajinan lokal yang dibina oleh Pokja II TP PKK Kabupaten Deiyai.

“Dukungan kami terhadap mama-mama sudah berjalan dengan baik. Terutama di bidang kerajinan, di Pokja dua. Jadi kami berharap dengan Hari Gerak TP PKK ini kami bisa bekerja sama, bukan hanya lingkup kami di kabupaten dan provinsi tetapi juga di lingkup nasional,” katanya.

Melalui kerja sama yang lebih luas, Fransina berharap produk-produk kerajinan masyarakat Deiyai dapat semakin dikenal sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan keluarga. Selain itu, jejaring nasional yang dibangun melalui HKG PKK dinilai dapat mempercepat pertukaran pengalaman dan inovasi antarwilayah.

Dalam kesempatan tersebut, Fransina juga menyampaikan harapannya agar Papua memperoleh kesempatan menjadi tuan rumah HKG PKK pada masa mendatang. Menurutnya, penyelenggaraan kegiatan nasional di Papua akan menjadi bentuk pemerataan sekaligus memberikan pengalaman yang sama bagi kader PKK di kawasan timur Indonesia.

“Kedepannya kami berharap HKG TP PKK ini bisa dilakukan di wilayah Papua. Bukan hanya di wilayah Indonesia Tengah dan Barat saja, tetapi bisa juga dilakukan di Papua, supaya kami juga merasakan apa yang dirasakan TP PKK di daerah lain seperti di luar Papua,” ungkapnya.

Harapan tersebut juga mencerminkan keinginan agar perhatian terhadap pembangunan kawasan timur Indonesia semakin meningkat. Dengan menjadi tuan rumah kegiatan nasional, Papua diyakini dapat memperkenalkan potensi daerah sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah, organisasi kemasyarakatan, dan berbagai pemangku kepentingan.

Fransina menambahkan bahwa saat ini TP PKK Kabupaten Deiyai masih memprioritaskan sejumlah program yang selaras dengan visi dan misi Bupati Kabupaten Deiyai, Melkianus Mote, S.T., dan Wakil Bupati Ayub Pigome. Prioritas tersebut difokuskan pada peningkatan pelayanan Posyandu, kesehatan masyarakat, serta pendidikan.

“Terkait program, untuk sementara kami di Deiyai masih Posyandu, kemudian di pendidikan. Pendidikan dan kesehatan yang kami utamakan, sesuai dengan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati, yaitu meningkatkan kesehatan dan juga pendidikan,” jelasnya.

Fokus pada sektor kesehatan dan pendidikan dinilai sangat penting karena kedua bidang tersebut menjadi fondasi utama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Deiyai. Melalui pelayanan Posyandu yang lebih optimal, masyarakat diharapkan memperoleh akses kesehatan yang lebih baik, sementara peningkatan pendidikan menjadi investasi jangka panjang bagi generasi muda.

Secara nasional, HKG PKK menjadi momentum memperkuat pelaksanaan 10 Program Pokok PKK yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan keluarga. Forum tersebut juga menjadi wadah berbagi pengalaman, inovasi, dan praktik baik antardaerah sehingga setiap kabupaten dan kota dapat mengadaptasi program sesuai kebutuhan masyarakat masing-masing.

Bagi TP PKK Kabupaten Deiyai, keikutsertaan dalam HKG PKK ke-54 tidak hanya menjadi ajang silaturahmi nasional, tetapi juga membuka peluang kolaborasi yang lebih luas. Melalui sinergi dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta TP PKK dari berbagai provinsi dan kabupaten, diharapkan semakin banyak dukungan yang dapat membantu pelaksanaan program pemberdayaan keluarga di wilayah pegunungan Papua Tengah.

Fransina berharap semangat kebersamaan yang terbangun dalam HKG PKK ke-54 dapat terus berlanjut melalui kerja sama nyata di berbagai sektor. Dengan demikian, manfaat gerakan PKK dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat, termasuk di daerah-daerah yang masih menghadapi berbagai tantangan pembangunan seperti Kabupaten Deiyai.

[Nabire.Net]

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.