INFO PAPUA TENGAH
Home » Blog » Ketua LMA Dogiyai Imbau Warga Papua Tengah Cegah Pembakaran Hutan

Ketua LMA Dogiyai Imbau Warga Papua Tengah Cegah Pembakaran Hutan

Dogiyai, Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Kabupaten Dogiyai sekaligus Wakil Kepala Suku Mee Provinsi Papua Tengah, Yopi Degei, mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian hutan menyusul munculnya titik panas di sejumlah wilayah Papua Tengah.

Yopi meminta masyarakat tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan secara sembarangan. Menurutnya, pembakaran dapat menyebabkan kerusakan lingkungan, mengganggu keseimbangan ekosistem, serta menghasilkan asap yang berpotensi mengganggu kualitas udara dan kesehatan masyarakat.

Ia menyebut sejumlah wilayah seperti Nabire, Paniai, Deiyai, dan Dogiyai perlu mendapat perhatian terkait munculnya titik panas. Pemerintah daerah bersama aparat dan pihak terkait juga diharapkan memperkuat pengawasan guna mencegah titik panas berkembang menjadi kebakaran hutan dan lahan yang lebih luas.

“Jangan membakar hutan karena dampaknya bukan hanya terhadap lingkungan, tetapi juga terhadap masyarakat. Hutan dan sumber daya alam yang kita miliki harus dijaga dan dilestarikan bersama,” ujar Yopi Degei.

Yopi menilai upaya pencegahan tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Tokoh adat, tokoh masyarakat, pemuda, serta seluruh warga memiliki peran penting dalam menjaga kawasan hutan dan lingkungan di Tanah Papua.

Ia juga meminta masyarakat segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan aktivitas pembakaran hutan atau lahan yang dilakukan secara sengaja maupun kegiatan yang berpotensi memicu kebakaran lebih besar.

Menurut Yopi, meningkatnya kepedulian masyarakat menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah kerusakan lingkungan. Hutan di Papua Tengah tidak hanya berfungsi sebagai kawasan ekologis, tetapi juga memiliki nilai penting bagi kehidupan masyarakat dan keberlangsungan sumber daya alam.

Karena itu, ia mengingatkan agar kepentingan jangka pendek tidak mengorbankan kelestarian alam. Pencegahan kebakaran hutan, menurutnya, harus dilakukan melalui kerja sama antara pemerintah, masyarakat adat, dan seluruh elemen masyarakat.

“Menjaga hutan bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Ini tanggung jawab kita bersama agar sumber daya alam tetap tersedia dan dapat dinikmati oleh generasi mendatang,” tegasnya.

Dengan adanya imbauan tersebut, masyarakat di Papua Tengah diharapkan semakin aktif menjaga lingkungan serta menghindari tindakan yang dapat memicu kebakaran hutan dan lahan. Pemerintah dan masyarakat juga diharapkan dapat bersinergi melakukan pencegahan sejak dini terhadap potensi kebakaran di wilayah masing-masing.

[Nabire.Net]

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.