INFO NABIRE
Home » Blog » Kepsek SMU Negeri 1 Nabire Tanggapi Tudingan Mahalnya Biaya Masuk Sekolah

Kepsek SMU Negeri 1 Nabire Tanggapi Tudingan Mahalnya Biaya Masuk Sekolah

Nabire – Menjelang dimulainya tahun ajaran baru, sudah menjadi rutinitas bagi setiap orangtua untuk mempersiapkan biaya pendidikan bagi anaknya masuk sekolah. Sejumlah biaya untuk pendaftaran siswa hingga perlengkapan sekolahnya perlu dipersiapkan dengan baik.

Memasuki tahun ajaran 2019/2020, sejumlah sekolah di Nabire mulai membuka pendaftaran siswa baru. Salah satunya SMU Negeri 1 Nabire.

Sebagai salah satu sekolah unggulan di Nabire, tentu SMU Negeri 1 Nabire menjadi salah satu sekolah yang diburu oleh para calon siswa. Namun belakangan santer sejumlah warga di Nabire mempertanyakan biaya masuk SMU Negeri 1 Nabire yang menurut mereka mahal dan tidak wajar.

Seperti diketahui, biaya masuk SMU Negeri 1 Nabire sebesar 3.2 juta rupiah, dan belum termasuk biaya tes minat dan bakat sebesar 350 ribu rupiah.

Untuk yang terakhir disebut ini yang banyak mendapat sorotan dari sejumlah warga Nabire yang mengatakan bahwa tes tersebut terlalu mahal.

Menanggapi persoalan ini, Nabire.Net mencoba menghubungi Kepala Sekolah SMU Negeri 1 Nabire, Dambut Bernadus S.Sos, Jumat malam (07/06).

Kepada Nabire.Net, Dambut Bernadus menjelaskan mengenai biaya sebesar 3.2 juta rupiah tersebut. Dijabarkan bahwa biaya tersebut diperuntukkan untuk beberapa hal mulai dari uang seragam, uang komite, uang sarpras, uang sampul rapor dan uang konsumsi kegiatan MOS.

Terkait uang seragam sebesar 1.2 juta, itu diperuntukkan untuk empat set pakaian seragam mulai dari seragam putih abu-abu, seragam batik, kaos olahraga dan seragam pramuka.

SMU Negeri 1 Nabire bekerjasama dengan pihak ketiga untuk mempersiapkan seragam bagi para siswa. Dan hal ini sudah disetujui oleh orangtua siswa. Namun jika memang ada yang berkeberatan, hal itu tidak menjadi persoalan baginya.

Jika memang orangtua berkeinginan untuk menyiapkan sendiri pakaian anaknya, ia tidak mempermasalahkan hal itu. Pihaknya hanya mempermudah penyeragaman pembuatan seragam sekolah dengan pihak ketiga yang telah diajak bekerjasama.

Kedua terkait persoalan uang komite sebesar 600 ribu rupiah. Dijelaskan Bernadus, uang tersebut berlaku untuk 6 bulan atau per semester. Artinya setiap bulan sebesar 100 ribu. Dikatakan, biaya tersebut digunakan untuk mendukung operasional sekolah selama ini.

“Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) hanya 15% untuk guru honorer, saat ini guru honorer di SMU Negeri 1 Nabire tercatat sebanyak 20 orang. Hal itu disebabkan banyak guru PNS yang sudah pensiun. Tentu akan kesulitan mengcover tenaga honorer sebanyak itu jika hanya mengandalkan dana BOS. Dengan uang komite inilah, operasional sekolah bisa tetap berjalan salah satunya dengan membantu pembayaran honor para guru honorer”, kata Bernadus.

Selain itu menurutnya, uang komite juga digunakan untuk membantu membayar pihak keamanan sekolah yang bertugas menjaga sarana dan prasarana sekolah.

Ketiga, berkaitan dengan uang sarana dan prasarana sekolah yang dikhususkan untuk perawatan dan perbaikan Laboratorium IT dan Jaringan, Kepsek menjelaskan, keberadaan Lab IT dan Jaringan sangat penting sebagai fasilitas penunjang di sekolah. Tentu ada biaya perawatan dan pemeliharaannya.

Ia mengambil contoh biaya berlangganan internet setiap bulan yang sangat besar yang harus dibayarkan kepada penyedia layanan internet. Dengan bantuan uang sarpras inilah, pihaknya bisa mengakomodir persoalan tersebut.

Bernadus juga menjelaskan tentang biaya sampul rapor sekolah. Menurutnya saat ini rapor sekolah berbeda dengan jaman dulu. Oleh karena itu, SMU Negeri 1 Nabire memfasilitasi hal tersebut kepada siswa dengan maksud agar ada penyeragaman sampul rapor sekolah (berlogo SMU Negeri 1 Nabire).

Menurutnya hal ini bermanfaat bagi para siswa saat akan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, apalagi jika berkaitan dengan akreditasi rapor maupun kop suratnya.

Sedangkan untuk uang konsumsi kegiatan MOS, Dambut mengatakan, untuk tahun ini SMU Negeri 1 Nabire mengadakan kegiatan Orientasi Sekolah dari pagi hingga sore hari. Agar memudahkan para siswa untuk tetap berada di sekolah selama kegiatan berlangsung, pihaknya menyediakan konsumsi bagi para siswa, sehingga para siswa tak perlu lagi pulang ke rumah, apalagi yang rumahnya jauh dari sekolah.

Biaya Tes Peminatan

Persoalan lainnya selain biaya masuk sebesar 3.2 juta rupiah yang dipermasalahkan oleh warga Nabire. biaya tes peminatan juga ikut dipersoalkan.

Diuraikan Kepala Sekolah SMU Negeri 1 Nabire, Dambut Bernadus, tes peminatan ini adalah hal yang sudah diterapkan saat Penerimaan Peserta Didik Baru. Tahun ini pihaknya menggandeng pihak ketiga dari Makassar yang berkompeten melaksanakan tes tersebut.

Hal ini menurutnya sangat penting dalam menentukan minat dan bakat para siswa agar mudah diarahkan, artinya sebagai bahan pertimbangan bagi pihak sekolah, siswa maupun orangtua murid untuk menentukan jurusan sang anak sesuai minat, bakat dan kemampuan yang ia miliki.

Tes ini juga menurut Bernadus bertujuan untuk melihat kondisi siswa secara psikis. Sehingga jika suatu saat sang anak mengalami problem atau persoalan pribadi dan mengganggu prestasi akademisnya, maka hasil tes peminatan sang siswa bisa membantu pihak sekolah dalam membantu menyelesaikan persoalan yang dihadapi sang siswa.

Secara garis besar, SMU Negeri 1 Nabire tidak pernah memaksakan agar para siswa atau orangtua siswa harus mengikuti tes ini. Hal ini hanyalah rekomendasi saja demi masa depan sang siswa sendiri, khususnya guna mengetahui minat dan bakat yang ia miliki.

Ditambahkan, jika siswa pernah mengikuti tes yang sama di tempat lainnya, maka ia tidak perlu lagi mengikuti tes di SMU Negeri 1 Nabire. Siswa cukup memberikan hasil tesnya saja kepada pihak sekolah.

Biaya Masuk Telah Dirapatkan Dengan Komite Sekolah & Orangtua Murid

Terkait sejumlah pihak yang mempertanyakan biaya masuk SMU Negeri 1 Nabire tahun ini, Bernadus menjelaskan bahwa biaya tersebut sama dengan biaya tahun sebelumnya, hanya dibedakan pada biaya Tes Peminatan.

Bahkan persoalan biaya ini telah dirapatkan dengan para orangtua murid dan komite sekolah pada 27 Mei 2019 lalu. Mayoritas orangtua murid mengaku tidak keberatan dengan biaya tersebut, demi untuk mendapatkan pendidikan yang terbaik bagi anaknya.

Sebagai informasi, pelaksanaan Masa Orientasi Sekolah (MOS) SMU Negeri 1 Nabire akan dilaksanakan pada tanggal 11-12 Juli 2019, didahului dengan pelaksanaan tes peminatan pada tanggal 9 Juli 2019.

Hal ini tentu lebih lambat dari yang dijadwalkan provinsi, karena bertepatan dengan pelaksanaan tes CPNS Formasi 2018 tahun 2019 yang akan digelar tanggal 20 Juni nanti.

[Nabire.Net]


Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

  • Education participan
    9 Juni, 2019 08:36 pada 08:36

    Sekolah Negeri tapi serasa sekolah swasta …

  • Yusuf Makay
    8 Juni, 2019 23:29 pada 23:29

    PENDIDIKAN, APALAGI PENDIDIKAN DASAR dan MENENGAH….seharusnya tidak ada yang membabani masyarakat, terus-terang saat ini harga masuk SMU negeri 1 Nabire (saya dulu SMU 527) 1juta’pun….saya akan meng-urungkan niat saya untuk masuk SMUN 1 Nabire, karena tidak mempunyai uang sebanyak itu.

  • Yulianus Morin
    8 Juni, 2019 05:44 pada 05:44

    MENARIK SEKALI kutipan Ibu ” BERNADETTE RUMSAUR ” saya Copi dan Kutip Ualang…..

    1. Ketua komite SMU N.1 NABIRE
    anaknya tdk ada yg bersekolah di
    sekolah tsb.
    2. Belum ada proses belajar mengajar
    bagi siswa baru kok biaya komite
    bisa diminta sekaligus tuk 6 bln?
    3. Leb IT yg mana yg KEPSEK
    maksudkan ?? Ruangannya spt waktu
    Awal dibangun sdh spt itu hingga
    saat ini, bangku2 dan mejanya jg
    masih spt sedia kala alias tdk
    ada barang baru didalamnya ter
    masuk Perangka Komputernya jg tdk
    pernàh ada pengadaan baru malah
    yg ada sj 50% sdh rusak dan tdk
    bisa dipergunakan lagi….
    4. Yang kita ingin tahu jg persoalan
    Sisa dana BOS yg 400jt dari Alm.
    Matheus Laleb waktu thn 2016 lalu
    itu dikemanakan ???
    KEPSEK tdk transparan soal perta
    nggung jawabannya.
    5. Kenapa Bendahara Sekolah cuma
    dimintai tanda tangan sj
    sedangkan cek dan pengajuan
    KEPSEK sendiri yg tulis/isi ???
    6. Tidak ada perawatan bangunan sel
    ama ini krn kami sendiri berdomi
    sili di areal dekat sekolah tsb
    bahkan pagar sekolah yg roboh sj
    tidak pernah direnovasi kok….
    7. Intinya KEPSEK sdh terpojok dgn
    Isu tuk demo turunkan beliau maka
    nya beliau sengaja munculkan
    berita ini cuma utk sekedar ingin
    meredam niat orang tua murid tuk
    turunkan ybs dari jabatan KEPSEK
    SMU.N.1 NABIRE…..itu sj.

    KAYAKNYA BEBERAPA ORANG TERSIMBAH REJEKI BEBERAPA KAUM TIDAK MAMPU…

    • PEMERHATI SOSIAL
      8 Juni, 2019 18:49 pada 18:49

      DINAS PENDIDIKAN NABIRE DIHARAPKAN DAPAT SEGERA MENYELESAIKAN PERSOALAN INI, SEHINGGA HAL INI
      JGN SAMPAI BERLARUT-LARUT

    • BERNADETTE RUMSAUR
      8 Juni, 2019 20:50 pada 20:50

      Itu lagi….jadi bedanya seorang Guru yg betul2 mengabdi diatas tanah ini dengan Guru2 dari luar Papua yg datang ke Papua cuma untuk menari untung dan tersenyum bangga diatas penderitaan kami OAP….sedih skali.

  • BERNADETTE RUMSAUR
    8 Juni, 2019 01:51 pada 01:51

    1. Ketua komite SMU N.1 NABIRE
    anaknya tdk ada yg bersekolah di
    sekolah tsb.
    2. Belum ada proses belajar mengajar
    bagi siswa baru kok biaya komite
    bisa diminta sekaligus tuk 6 bln?
    3. Leb IT yg mana yg KEPSEK
    maksudkan ?? Ruangannya spt waktu
    Awal dibangun sdh spt itu hingga
    saat ini, bangku2 dan mejanya jg
    masih spt sedia kala alias tdk
    ada barang baru didalamnya ter
    masuk Perangka Komputernya jg tdk
    pernàh ada pengadaan baru malah
    yg ada sj 50% sdh rusak dan tdk
    bisa dipergunakan lagi….
    4. Yang kita ingin tahu jg persoalan
    Sisa dana BOS yg 400jt dari Alm.
    Matheus Laleb waktu thn 2016 lalu
    itu dikemanakan ???
    KEPSEK tdk transparan soal perta
    nggung jawabannya.
    5. Kenapa Bendahara Sekolah cuma
    dimintai tanda tangan sj
    sedangkan cek dan pengajuan
    KEPSEK sendiri yg tulis/isi ???
    6. Tidak ada perawatan bangunan sel
    ama ini krn kami sendiri berdomi
    sili di areal dekat sekolah tsb
    bahkan pagar sekolah yg roboh sj
    tidak pernah direnovasi kok….
    7. Intinya KEPSEK sdh terpojok dgn
    Isu tuk demo turunkan beliau maka
    nya beliau sengaja munculkan
    berita ini cuma utk sekedar ingin
    meredam niat orang tua murid tuk
    turunkan ybs dari jabatan KEPSEK
    SMU.N.1 NABIRE…..itu sj.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.