Kepala BPJS Kesehatan Nabire Menanggapi Keluhan Peserta BPJS yang Harus Membeli Obat di Luar RSUD Nabire

Nabire, Terkait keluhan pasien peserta BPJS Kesehatan yang harus membeli obat di luar instalasi farmasi RSUD Nabire dengan alasan obatnya tak tersedia atau kosong, Kepala BPJS Kesehatan Nabire, Marell Obrin Thompson Gultom, angkat bicara.
Saat diwawancarai Nabire.Net, Jumat (01/09/2023), Kepala BPJS Kesehatan Nabire mengatakan, terkait obat, sebenarnya BPJS Kesehatan ini mengacu kepada ketentuan Peraturan Menteri Kesehatan sendiri dimana diatur bahwa BPJS Kesehatan membayar fasilitas kesehatan bekerjasama dengan BPJS Kesehatan itu sistemnya, sistem paket dimana biaya yang dibayarkan itu sudah termasuk dengan jasa konsultasi dokter, jasa pemeriksaan penunjang, bahan habis pakai termasuk juga biaya obat-obatan, dalam hal ini terkait ketidaktersediaan obat di fasilitas kesehatan, atau di rumah sakit ini sebenarnya perlu dikonfirmasi dulu ke pihak rumah sakit juga.
“Mengenai permasalahan yang terjadi sampai permasalahan kekosongan obat itu terjadi, namun pada konsepnya adalah peserta jaminan kesehatan Nasional ketika dia berobat sesuai dengan ketentuan, dan itu memang sudah menjadi hak-nya, maka fasilitas kesehatan wajib memberikan apa yang menjadi hak-nya. Salah satunya terkait obat tadi. Walaupun secara ketentuan juga sebenarnya diatur bahwa fasilitas kesehatan yang menyediakan tetapi memang untuk saat ini terinfo dengan kami itu bahwa sistim mekanisme reimburse atau penggantian dari fasilitas kesehatan ke pasien sendiri itu tetap berjalan”, urai Kepala BPJS Kesehatan Nabire, Marell Obrin Thompson Gultom, kepada Nabire.Net.
Ditambahkan Kepala BPJS Kesehatan Nabire, terkait Service Level Agreement-nya, terkait mekanisme lain-lainnya, mungkin ini perlu dipastikan juga ke pihak rumah sakit. “Pada dasarnya kami dan fasilitas kesehatan rumah sakit sendiri, kami sudah secara intens sudah melakukan koordinasi, kami sudah melakukan komunikasi juga cukup sering untuk memastikan bahwa kendala-kendala ini bisa segera ditindaklanjuti atau minimal diminimalisir.”
[Nabire.Net/Clivans Marcyano Halim]


Leave a Reply