Kejahatan Jalanan Libatkan Anak-Anak, Polda Papua Tengah Beberkan Penyebabnya
Nabire, 2 Juni 2026 – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Papua Tengah mengungkap sejumlah faktor yang menjadi penyebab meningkatnya keterlibatan anak-anak di bawah umur dalam kasus kejahatan jalanan.
Hal tersebut disampaikan oleh Adi Tri Widiyanto saat wawancara di Aula Polda Papua Tengah, Senin (1/6/2026). Menurutnya, faktor ekonomi, pergaulan, dan lingkungan menjadi penyebab dominan yang sering ditemukan dalam berbagai kasus yang melibatkan anak-anak dan remaja.
Selain faktor sosial dan ekonomi, kesempatan melakukan tindak kejahatan pada lokasi yang minim pengawasan juga menjadi pemicu terjadinya aksi kriminal di jalanan. Kondisi tersebut diperparah dengan rendahnya kesadaran hukum yang masih ditemukan pada sebagian anak dan remaja.
“Faktor ekonomi, pergaulan dan lingkungan menjadi beberapa penyebab yang sering ditemukan dalam kasus-kasus yang melibatkan anak di bawah umur,” ujar Adi Tri Widiyanto.
Polda Papua Tengah saat ini terus menggencarkan berbagai program edukasi hukum kepada masyarakat, khususnya generasi muda. Langkah tersebut dilakukan agar anak-anak memahami konsekuensi hukum dari setiap tindakan yang melanggar aturan.
Menurut Adi, pembinaan sejak dini menjadi kunci penting dalam mencegah anak-anak terjerumus ke dalam tindakan kriminal. Sebagai generasi penerus bangsa, mereka membutuhkan perhatian, pendampingan, serta lingkungan yang positif untuk tumbuh dan berkembang.
“Kita sedang berupaya memaksimalkan edukasi dan kesadaran hukum agar mereka memahami bahwa setiap pelanggaran memiliki konsekuensi hukum,” katanya.
Polda Papua Tengah berharap kolaborasi antara keluarga, sekolah, tokoh masyarakat, dan aparat penegak hukum dapat menjadi solusi dalam menekan angka kejahatan jalanan yang melibatkan anak-anak di wilayah Papua Tengah.
[Nabire.Net/Sitti Hawa]





Tinggalkan Komentar