News & Info
Home » Blog » Kedatangan Pangdam Cenderawasih Ke Distrik Yaur Nabire Ada Maksud Lain ?

Kedatangan Pangdam Cenderawasih Ke Distrik Yaur Nabire Ada Maksud Lain ?

Kedatangan Pangdam Cenderawasih Mayjen TNI Christian Zebua di Nabire beberapa hari lalu (11/9) seperti yang diberitakan disini selain untuk melaksanakan tatap muka dengan Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat, Tokoh Agama dan masyarakat dalam rangka menindaklanjuti program pemerintah dalam rangka sosialisasi UP4B pada Rabu 11 September 2013 di Kp. Wami Distrik Yaur Kabupaten Nabire, juga untuk melihat perkembangan investasi sawit di Nabire.

Kedatangan Pangdam tersebut tidak untuk diliput media. Pangdam di jemput oleh Bupati Nabire, Ketua DPRD, Dandim, Kapolres, Direktur PT.Nabire Baru dan PT.Sariwana Unggul Mandiri (pemilik perkebunan sawit) dengan pengawalan ketat.

Setelah melakukan tatap muka, Pangdam dan rombongan Muspida Nabire melanjutkan perjalanan menuju lahan perkebunan sawit di daerah Wami Distrik Yaur/Nabire Barat.

Menurut keterangan dari warga masyarakat kampung wami/sima/suku besar yerisiam, bahwa kedatangan pangdam adalah untuk melihat perkembangan investasi sawit di nabire sedang berjalan dan persoalan mendasar yang terjadi oleh perkebunan dan masyarakat.

Menurut informasi kedatangan pangdam tersebut berlangsung di areal perkebunan sawit di km16 wami distrik yaur/nabire barat. Kedatangan pangdam di lakukan dengan beberapa kegiatan yaitu; Ceramah tentang Pentingnya Mendukung Investasi Sawit di Nabire dan penanaman pohon sawit perdana.

Pangam juga berjanji bahwa akan meminta BAPEDALDA Provinsi Papua, untuk menerbitkan ijin amdal, kepada PT.Nabire Baru dan Sariwana Unggul Mandiri.

Kedatangan pangdam juga mendapat protes dari beberapa kalangan di nabire. Menurut Ayub Kowoy, Ketua LMA Kabupaten Nabire bahwa kedatangan pangdam ke Nabire dalam mengurusi perkebunan sawit sangat melecehkan dirinya sebagai seorang pimpinan militer, karena tidak tepat sasaran, seorang petinggi militer di daerah ini mengurusi investasi ini.

“Pangdam punya kewenangan apa ” katanya.  “Investasi perkebunan sawit di nabire sarat dengan persoalan, mulai dari ijin Amdal, tarik menarik pemilik ulayat pro sawit dan kontra. Jadi pangdam jangan bikin susah masyarakat lagi. Masyarakat Suku Besar Yerisiam selama ini 95% sudah tidak menginginkan kehadiran sawit, masyarakat yang hadir kemarin ketika pangdam datang adalah masyarakat sisa 5%, yang sisa dari 95% itu,” tegas Ayub.

Selain itu menurut Ibu Emi Mandosir KASUBDIN AMDAL Bapedalda Provinsi Papua, mengatakan, AMDAL tidak akan di terbitkan, karena perkebunan sawit di nabire sarat dengan banyak persoalan dan harus di selesaikan, karena aktivitas sawit sudah berjalan tanpa ijin amdal.

Tentang kedatangan pangdam dalam mengurusi sawit di nabire, Ibu Emi menanggapinya dengan kepala dingin, katanya, itu bukan tugas dia, jadi jangan ambil pusing. Sekarang saya mau kita duduk di meja hukum untuk menyelesaikan persoalan ini, Bupati Nabire dan kedua perusahan itu, karena mereka melakukan aktivitas tampa ada ijin Amdal, tuturnya.

Sekedar info sejauh ini lahan yang sudah di tebang oleh PT.Nabire Baru dan Sariwana Unggul Mandiri mencapai luas 11 ribu ha, dan aktivitas tersebut tanpa ada Analisis Dampak Lingkingan dari Bapedalda Papua.Berikut foto-foto terbaru aktivitas penebangan oleh PT.Nabire Baru dan PT.Sariwana Unggul Mandiri  di Lahan Adat Masyarakat Pribumi Suku Yerisiam.

Tampak ribuan pohon kayu dan rotan yang di tebang tampa ada pertanggung jawaban dan ganti rugi. Berikut gambarnya :

 

(Sumber : sukuyerisiam.blogspot.com / diedit kembali oleh Nabire.net)

 

Post Related

Leave a Reply

Your email address will not be published.