INFO NABIRE
Home » Blog » Penumpang Bandara Nabire Capai 830 Orang per Hari, Keamanan Penerbangan Diperketat

Penumpang Bandara Nabire Capai 830 Orang per Hari, Keamanan Penerbangan Diperketat

(Kepala Seksi Teknik, Operasi, Keamanan dan Pelayanan Darurat Bandara Nabire, Alrido Simandjuntak)
(Kepala Seksi Teknik, Operasi, Keamanan dan Pelayanan Darurat Bandara Nabire, Alrido Simandjuntak)

Nabire, Aktivitas penerbangan di Bandara Nabire, Papua Tengah, terus menunjukkan peningkatan sepanjang 2026. Rata-rata sekitar 830 penumpang tercatat melakukan perjalanan melalui bandara tersebut setiap hari, sehingga penguatan keamanan penerbangan menjadi perhatian utama pengelola bandara bersama sejumlah instansi terkait.

Dari jumlah tersebut, sekitar 400 penumpang merupakan pengguna jasa yang tiba di Nabire, sedangkan sekitar 430 lainnya melakukan perjalanan keluar dari Nabire.

Data tersebut disampaikan Kepala Seksi Teknik, Operasi, Keamanan dan Pelayanan Darurat Bandara Nabire, Alrido Simandjuntak, dalam Rapat Komite Keamanan Penerbangan yang digelar di Aula LPP RRI Nabire, Senin (31/8/2026).

Menurut Alrido, peningkatan aktivitas penerbangan harus dibarengi dengan pemahaman yang sama mengenai prosedur keamanan. Karena itu, Rapat Komite Keamanan Penerbangan menjadi salah satu forum penting untuk mempertemukan seluruh pihak yang berkaitan dengan operasional bandara.

Pertemuan tersebut bukan kegiatan insidental. Komite dijadwalkan berlangsung tiga kali dalam setahun sebagai sarana evaluasi sekaligus menyamakan pemahaman mengenai berbagai program keamanan penerbangan.

“Tujuannya sebenarnya hanya mau menyinkronkan atau menyamakan persepsi tentang program-program keamanan yang tujuannya untuk keselamatan penerbangan,” ujar Alrido.

Kebutuhan tersebut dinilai semakin penting karena Papua Tengah mengalami perkembangan yang turut diikuti bertambahnya instansi dan unit pelayanan teknis di wilayah Nabire.

Pergantian pejabat atau pimpinan instansi juga menjadi salah satu alasan perlunya sosialisasi keamanan dilakukan secara berkelanjutan. Setiap pihak yang memiliki kepentingan atau akses ke kawasan bandara harus memahami ketentuan yang berlaku.

Persoalan Senjata Api Jadi Perhatian

Salah satu isu yang kembali menjadi perhatian dalam pembahasan keamanan adalah keberadaan senjata api di kawasan bandar udara.

Alrido menyebut masih terdapat situasi ketika personel pendamping atau ajudan pimpinan membawa senjata ke area bandara. Kondisi tersebut perlu ditangani sesuai prosedur karena kawasan bandar udara memiliki ketentuan khusus mengenai pengamanan dan pengangkutan senjata api.

Melalui forum komite maupun kampanye keamanan, pihak Bandara Nabire terus mengingatkan seluruh pemangku kepentingan agar memahami aturan tersebut.

Hal ini menjadi bagian dari upaya mencegah potensi gangguan keamanan yang dapat berdampak terhadap kelancaran dan keselamatan penerbangan.

Pergerakan Pesawat 30-40 Kali Sehari

Peningkatan jumlah penumpang juga diikuti bertambahnya kapasitas pesawat yang melayani rute menuju dan dari Nabire.

Saat ini, pergerakan pesawat di Bandara Nabire berada pada kisaran 30 hingga 40 kali dalam sehari. Angka tersebut mencakup aktivitas kedatangan dan keberangkatan.

Jumlah penumpang juga mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya. Berdasarkan data yang disampaikan pihak bandara, pada 2025 terjadi peningkatan rata-rata sekitar 100 penumpang per hari.

“Peningkatan penumpang dan peningkatan kapasitas pesawat besar kan masuk,” kata Alrido.

Kondisi itu menggambarkan semakin tingginya mobilitas masyarakat melalui jalur udara. Bandara Nabire tidak hanya menjadi pintu masuk dan keluar Nabire, tetapi juga memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas masyarakat dan konektivitas di Papua Tengah.

Kabut Asap Sempat Ganggu Jadwal Penerbangan

Selain aspek keamanan, faktor cuaca dan kondisi lingkungan juga menjadi perhatian dalam operasional penerbangan. Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan sempat mengganggu sejumlah penerbangan menuju Nabire.

Dalam kondisi jarak pandang yang tidak memenuhi persyaratan keselamatan, penerbangan harus ditunda atau dibatalkan. Sejumlah penerbangan, termasuk Batik Air dari Ambon dan Wings Air dari Timika, sebelumnya disebut terdampak kondisi kabut asap.

Namun, kondisi mulai membaik setelah hujan mengguyur wilayah Nabire dalam dua hari terakhir.

“Kabut asap mulai menipis di area bandara,” ujar Alrido.

Hingga sekitar pukul 11.00 WIT pada Senin (31/8/2026), aktivitas penerbangan di Bandara Nabire dilaporkan kembali berjalan normal sesuai jadwal.

Pihak bandara menegaskan bahwa meningkatnya jumlah penumpang dan pergerakan pesawat harus diikuti kedisiplinan seluruh pihak terhadap aturan keamanan. Sinergi antara pengelola bandara, instansi pemerintah, aparat keamanan, maskapai, serta pengguna jasa menjadi faktor penting untuk menjaga penerbangan tetap aman dan lancar.

[Nabire.Net/Sitti Hawa]

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.