Kapolres Nabire Buka Suara soal Dugaan Penahanan dan Penganiayaan Petrus Gobay
Nabire, Kapolres Nabire AKBP Samuel Tatiratu membantah tuduhan penangkapan dan penahanan terhadap Petrus Gobay sebagaimana diberitakan salah satu media. Ia menegaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan internal, Petrus dititipkan di ruang tahanan dalam kondisi mabuk dan kemudian dipulangkan keesokan harinya.
Pernyataan tersebut disampaikan Samuel untuk menanggapi pemberitaan yang menyebut Petrus Gobay mengalami dugaan pemukulan, pelucutan pakaian, serta dipulangkan dari Polres Nabire hanya mengenakan celana dalam setelah berada di ruang tahanan selama dua hari.
Samuel mengatakan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap seluruh fungsi dan Satuan Tahanan dan Barang Bukti (Sat Tahti) di Polres Nabire untuk mengetahui kejadian sebenarnya.
“Piket Tahti menerima salah satu titipan orang mabuk atas nama Petrus Gobay pada Selasa malam, 6 Oktober 2026, menggunakan celana pendek hitam dan berbadan telanjang dari hasil patroli piket Sabhara Polda,” demikian keterangan Kapolres, Jumat (09/10).
Menurut Samuel, Petrus kemudian dipulangkan pada keesokan harinya setelah sadar dari kondisi mabuknya.
Ia juga membantah bahwa Polres Nabire menahan sepeda motor, dompet, maupun barang-barang pribadi Petrus sebagaimana disebutkan dalam pemberitaan tersebut.
Kapolres Minta Petrus Hadir untuk Klarifikasi
Kapolres Samuel menjelaskan, wartawan yang menulis pemberitaan tersebut sebelumnya telah menghubunginya untuk meminta konfirmasi. Wartawan itu kemudian diarahkan menemui Kasat Reskrim dengan membawa Petrus Gobay agar keterangannya dapat diperiksa dan diklarifikasi secara langsung.
Namun, menurut Samuel, saat pertemuan dengan Kasat Reskrim, Petrus tidak turut hadir dengan alasan sedang mengalami demam.
Samuel menyebutkan bahwa Kasat Reskrim dan wartawan tersebut kemudian menyepakati pertemuan lanjutan pada Jumat, 9 Oktober 2026, dengan menghadirkan Petrus Gobay.
Meski demikian, Samuel mengatakan wartawan yang bersangkutan belum hadir bersama Petrus di Polres Nabire hingga waktu ia menyampaikan keterangannya.
Kapolres menegaskan bahwa klarifikasi langsung diperlukan agar pihaknya dapat memeriksa keterangan Petrus dan memastikan duduk perkara berdasarkan informasi dari para pihak.
Dugaan Kekerasan Masih Perlu Diklarifikasi
Sebelumnya, dalam pemberitaan yang beredar, Petrus Gobay mengaku mengalami pemukulan saat berada di Polres Nabire. Ia juga menyatakan dipulangkan hanya mengenakan celana dalam dan barang-barang pribadinya, termasuk pakaian, dompet, serta sepeda motor, belum dikembalikan.
Pemberitaan tersebut juga memuat keterangan keluarga Petrus yang meminta penjelasan kepada pihak kepolisian mengenai kejadian yang dialaminya.
Sementara itu, keterangan Kapolres menyebutkan bahwa Petrus dititipkan dalam kondisi mabuk dan dipulangkan pada keesokan harinya. Ia membantah adanya penahanan barang-barang milik Petrus oleh Polres Nabire.
Perbedaan keterangan tersebut masih memerlukan klarifikasi lebih lanjut, termasuk mengenai dugaan kekerasan, kondisi Petrus saat berada di ruang tahanan, waktu pemulangannya, serta keberadaan barang-barang yang disebut belum dikembalikan.
[Nabire.Net]





OAP cerdeas
wartawan wartawan KKB itu pasti mo adu domba….panggil dia dan periksa dia…..bikin kaco saja