KADIN Papua Tengah Evaluasi Setahun Kepengurusan, Siapkan Agenda Ekonomi 2027
Nabire, Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Provinsi Papua Tengah mulai menyiapkan arah kerja organisasi untuk 2027 dengan menempatkan kegiatan ekonomi dan dunia usaha sebagai fokus utama. Agenda tersebut dibahas dalam Rapat Pimpinan Provinsi (Rapimprov) KADIN Papua Tengah ke-2 di Aula Guest House Nabire, Kamis (24/9/2026).
Forum yang berlangsung di Jalan Merdeka, Distrik Nabire, itu menjadi ruang bagi jajaran KADIN untuk mengevaluasi kegiatan selama periode awal kepengurusan sekaligus menyusun agenda yang akan dijalankan pada tahun mendatang.
Ketua KADIN Provinsi Papua Tengah, Alexander Gobai, mengatakan Rapimprov memiliki peran penting dalam menyatukan pandangan antara pengurus KADIN, pelaku usaha dan organisasi pengusaha di wilayah Papua Tengah.
Menurut Alexander, hasil pembahasan dalam forum tersebut nantinya menjadi dasar untuk menentukan program kerja KADIN Papua Tengah pada 2027.
Evaluasi Kegiatan Jadi Bagian Rapimprov
Alexander menjelaskan, sebelum Rapimprov digelar, KADIN Papua Tengah telah melaksanakan workshop pertama di Kabupaten Mimika. Berbagai hasil kegiatan dan pembahasan sebelumnya kemudian menjadi bahan evaluasi dalam forum tingkat provinsi.
Rapimprov kali ini melibatkan ketua-ketua KADIN kabupaten, pengusaha, organisasi pengusaha, perusahaan berbentuk perseroan, pelaku usaha perseorangan serta unsur dunia usaha lainnya.
“Workshop kedua ini bertujuan untuk menyatukan kesepakatan dalam forum bersama. Para ketua KADIN kabupaten, pengusaha, organisasi pengusaha, perseroan terbatas, perseroan pribadi, serta pelaku usaha lainnya akan berkumpul untuk menyepakati program yang akan dijalankan pada tahun 2027,” kata Alexander.
Menurutnya, keterlibatan berbagai unsur dunia usaha diperlukan agar program yang disusun tidak hanya berasal dari internal organisasi, tetapi juga mempertimbangkan kebutuhan pelaku usaha di lapangan.
KADIN Papua Tengah Mulai Fokus ke Lapangan
Alexander mengatakan tahun pertama kepengurusan KADIN Papua Tengah lebih banyak digunakan untuk memahami organisasi, termasuk tugas, fungsi dan kondisi dunia usaha di wilayah tersebut.
Memasuki 2027, pola tersebut akan mulai diarahkan pada kegiatan yang lebih konkret. KADIN ingin memperluas keterlibatan langsung dalam kegiatan ekonomi dan bisnis di lapangan.
“Kami menyadari bahwa selama satu tahun ini kami fokus mempelajari apa itu KADIN dan bagaimana situasinya. Karena itu, di tahun 2027 kami akan mencoba fokus langsung terjun ke lapangan dan mengerjakan hal-hal yang riil dalam dunia usaha,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menunjukkan adanya perubahan fokus dari tahap konsolidasi organisasi menuju pelaksanaan program yang berhubungan langsung dengan aktivitas usaha.
Program Diselaraskan dengan Arah Pembangunan Daerah
Alexander menyebut agenda KADIN Papua Tengah untuk 2027 akan diarahkan agar dapat mendukung visi dan misi Pemerintah Provinsi Papua Tengah.
Bidang ekonomi, bisnis dan pengembangan usaha menjadi beberapa sektor yang akan mendapat perhatian dalam penyusunan program.
Menurutnya, KADIN memiliki posisi strategis sebagai wadah dunia usaha sehingga program organisasi diharapkan dapat mempertemukan kepentingan pemerintah dengan kebutuhan pelaku usaha.
Kerja sama tersebut juga dapat menjadi ruang untuk mengidentifikasi berbagai persoalan yang dihadapi pengusaha, baik berkaitan dengan pengembangan usaha maupun kondisi ekonomi daerah.
Dunia Usaha Didorong Lebih Aktif
Pelaksanaan Rapimprov menjadi momentum bagi KADIN Papua Tengah untuk menghimpun masukan dari pelaku usaha yang tersebar di berbagai wilayah.
Keterlibatan KADIN kabupaten dinilai penting karena masing-masing daerah memiliki karakteristik ekonomi dan potensi usaha yang berbeda. Dengan adanya forum bersama, program yang dirancang di tingkat provinsi dapat mempertimbangkan kondisi usaha di daerah.
Alexander berharap pembahasan tersebut menghasilkan sejumlah agenda yang realistis dan dapat dijalankan mulai 2027.
Ia juga berharap Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa dapat memberikan arahan kepada pengurus KADIN dan para pengusaha yang mengikuti Rapimprov.
Menurut Alexander, masukan dari pemerintah daerah dibutuhkan agar program dunia usaha dapat berjalan searah dengan kebijakan pembangunan Papua Tengah.
Menatap Agenda Ekonomi 2027
Rapimprov KADIN Papua Tengah ke-2 menjadi salah satu tahapan penting dalam persiapan program organisasi menghadapi 2027.
Setelah melalui satu tahun awal yang berfokus pada pemahaman organisasi dan konsolidasi, KADIN kini menyiapkan agenda yang lebih berorientasi pada kegiatan usaha.
Hasil Rapimprov diharapkan menjadi acuan bagi KADIN Papua Tengah dalam menjalankan program kerja sekaligus memperkuat hubungan antara pemerintah, organisasi pengusaha dan pelaku usaha.
Dengan adanya kesepakatan bersama, KADIN Papua Tengah menargetkan program 2027 dapat lebih dekat dengan kebutuhan dunia usaha dan memiliki pelaksanaan yang konkret di lapangan.
[Nabire.Net/Marten Dogomo]





Tinggalkan Komentar