Beberapa hari belakangan ini, warga kota Nabire dikejutkan dengan muncul kabut asap yang mengganggu jarak pandang dan ditakutkan bisa menyebabkan gangguan kesehatan.
Menurut salah seorang staf Kantor Badan Metereologi & Geofisika kabupaten Nabire, Frida, kabut asap tersebut merupakan kabut asap kiriman dari kabupaten lain seperti Wasior, Enarotali, Ransiki, Bovendigul, Merauke, dan jalan Trans Nabire.
Dijelaskan Frida, data angin yang makin hari makin kencang menyebabkan kabut asap ini dengan cepat menyebar ke seluruh daerah di Papua dan khususnya Nabire yang hari demi hari asap kiriman ini makin tebal.
Ditambahkanya, kabut asap ini juga dapat mempengaruhi dunia penerbangan dimana jarak pandang dari pesawat udara dapat terganggu mengingat pekatnya asap dan membuat jarak pandang kini hanya mencapai 5 km.
Sementara itu ditempat terpisah Kepala Dinas Kesehatan kabupaten Nabire Julian Agapa, A.Kp. M.Kes juga menghimbau kepada masyarakat dikota Nabire untuk berhati-hati terhadap kabut asap kiriman ini karena berpengaruh langsung pada kesehatan diantaranya infeksi saluran pernafasan dan penyakit lainnya dan yang paling rawan biasanya menyerang balita dan anak anak.
Julian Agapa juga menghimbau kepada masyarakat baik pejalan kaki maupun yang berkendaraan untuk menggunakan masker apabila berada di luar rumah.
Iis
Blm diketahui k, sbab.a apa, ?