INFO PAPUA TENGAH
Home » Blog » Kabut Asap Ganggu Penerbangan di Bandara Timika, Jarak Pandang 300 Meter

Kabut Asap Ganggu Penerbangan di Bandara Timika, Jarak Pandang 300 Meter

(Kabut Asap Ganggu Penerbangan di Bandara Timika, Jarak Pandang 300 Meter)
(Kabut Asap Ganggu Penerbangan di Bandara Timika, Jarak Pandang 300 Meter)

Mimika, Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Asmat, Papua Selatan, mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Mozes Kilangin, Timika, Kabupaten Mimika. Jarak pandang yang turun hingga 300 meter membuat proses pendaratan dan keberangkatan pesawat terkendala, sehingga maskapai harus menyesuaikan operasional dengan kondisi keselamatan penerbangan.

Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Mozes Kilangin Timika, Muchammad Nafiek, mengatakan kabut asap mulai menyelimuti kawasan tersebut sejak September 2026. Namun, intensitas asap meningkat dalam sepekan terakhir hingga berdampak signifikan terhadap jarak pandang di sekitar bandara.

“Memang asap ini sudah mulai sejak September, tapi selama satu minggu terakhir makin tebal dan mengganggu jarak pandang. Hari ini jarak pandangnya hanya 300 meter,” kata Nafiek saat ditemui di ruang kerjanya.

Menurut Nafiek, jarak pandang tersebut jauh di bawah angka 800 meter yang disebutnya sebagai batas minimum untuk pendaratan. Kondisi ini menjadi tantangan bagi pilot ketika melakukan pendekatan menuju landasan maupun saat pesawat bersiap untuk lepas landas.

Jam Pelayanan Bandara Diperpanjang hingga Malam

Untuk mengantisipasi dampak gangguan penerbangan, pengelola Bandara Mozes Kilangin memperpanjang jam pelayanan hingga pukul 23.00 WIT. Kebijakan ini dilakukan guna mengakomodasi penyesuaian jadwal penerbangan akibat kondisi kabut asap.

Nafiek menjelaskan, penambahan jam pelayanan dalam kondisi tertentu biasanya hanya dilakukan hingga pukul 17.00 atau 18.00 WIT. Namun, situasi kali ini membuat pengelola bandara harus menyesuaikan waktu pelayanan hingga malam hari.

“Tadi malam terpaksa dibuka sampai jam sebelas,” ujarnya.

Meski demikian, perpanjangan jam pelayanan tidak serta-merta menjamin seluruh penerbangan dapat berlangsung sesuai jadwal. Operasional pesawat tetap bergantung pada kondisi cuaca, jarak pandang aktual, serta persyaratan keselamatan penerbangan yang berlaku.

Hingga keterangan tersebut disampaikan, belum ada data terperinci mengenai jumlah penerbangan yang mengalami penundaan, pembatalan, maupun pengalihan akibat kabut asap.

Maskapai Utamakan Keselamatan Penumpang

Gangguan jarak pandang turut dirasakan maskapai yang melayani penerbangan di Timika. Brands Manager Garuda Indonesia, Moh Kharisma Pujangga Putra, mengatakan kabut asap menjadi kendala dalam proses pendaratan maupun keberangkatan pesawat.

“Kami merasakan dengan kondisi ini sangat mengganggu jarak pandang untuk pendaratan maupun penerbangan. Kami berharap keadaan ini tidak terjadi berlarut-larut dan secepatnya berakhir,” kata Pujangga.

Ia menegaskan bahwa kondisi tersebut membutuhkan pertimbangan operasional yang cermat. Keselamatan penumpang dan awak pesawat harus tetap menjadi prioritas dalam setiap keputusan penerbangan.

Perhatian serupa disampaikan Station Manager Lion Air, Samahudin, dan District Manager Sriwijaya Air, Jorry Manangsal. Para perwakilan maskapai tersebut menyoroti pentingnya mengutamakan aspek keselamatan di tengah terbatasnya jarak pandang.

Berpotensi Mengganggu Perjalanan Masyarakat

Kabut asap yang semakin pekat dalam sepekan terakhir berpotensi menghambat kelancaran transportasi udara di Timika apabila berlangsung berkepanjangan. Dampaknya dapat dirasakan penumpang yang bergantung pada penerbangan untuk perjalanan antardaerah, urusan pekerjaan, maupun kebutuhan pelayanan lainnya.

Kondisi ini juga menunjukkan bahwa dampak karhutla tidak hanya dirasakan masyarakat di wilayah terjadinya kebakaran, tetapi dapat menjangkau daerah lain melalui penyebaran asap.

Pengelola bandara telah memperpanjang jam pelayanan sebagai langkah penyesuaian terhadap situasi operasional. Namun, kelancaran penerbangan tetap bergantung pada terpenuhinya persyaratan keselamatan di lapangan.

Penumpang yang hendak bepergian melalui Bandara Mozes Kilangin Timika diimbau untuk memantau informasi terbaru dari maskapai masing-masing mengenai jadwal keberangkatan dan kedatangan.

Sementara itu, perkembangan kondisi kabut asap dan jarak pandang di sekitar bandara akan menjadi faktor penting dalam menentukan normalisasi operasional penerbangan di Timika.

[Nabire.Net/Yosef Doo]

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.