Kabut Asap Ganggu Penerbangan di Nabire, Sejumlah Penerbangan Batal
Nabire, Kabut asap yang menyelimuti wilayah Nabire dalam beberapa hari terakhir mulai berdampak serius terhadap aktivitas penerbangan di Bandara Douw Aturure. Kondisi jarak pandang yang menurun drastis pada pagi hari membuat sejumlah maskapai harus menyesuaikan jadwal penerbangan demi menjaga keselamatan penumpang dan awak pesawat.
Jarak pandang di kawasan bandara dilaporkan berada pada kisaran 500 hingga 700 meter pada pagi hari. Angka tersebut jauh di bawah kondisi ideal yang dapat mencapai sekitar 5 kilometer.
Plt Kepala UPBU Douw Aturure Nabire, Alrido Simanjuntak, mengatakan gangguan jarak pandang mulai terpantau sejak Sabtu, 3 Oktober 2026. Dalam beberapa hari berikutnya, kondisi kabut asap semakin tebal, terutama pada pagi hari.
“Tadi pagi saja itu jarak pandang di bandara hanya 700 meter. Harusnya 5 kilometer,” kata Alrido saat dihubungi melalui telepon seluler, Rabu (7/10/2026).
Jarak Pandang Membaik Saat Siang
Berdasarkan pemantauan dan laporan BMKG, kondisi jarak pandang tidak berlangsung sama sepanjang hari. Kabut asap cenderung lebih pekat pada pagi hari, kemudian berangsur berkurang ketika memasuki siang.
Pada sekitar pukul 14.00 hingga 15.00 WIT, jarak pandang dapat meningkat menjadi sekitar 1,3 kilometer hingga 3 kilometer.
Meski mengalami perbaikan, kondisi tersebut belum otomatis memungkinkan seluruh pesawat melakukan pendaratan. Setiap maskapai memiliki ketentuan operasional dan batas keselamatan yang berbeda, khususnya terkait jarak pandang minimum.
Alrido menjelaskan, terdapat maskapai yang masih dapat melakukan pendaratan ketika jarak pandang berada di sekitar 3 kilometer. Namun, ada pula maskapai yang menerapkan batas lebih tinggi untuk memastikan aspek keselamatan penerbangan.
“Tiap penerbangan beda-beda standarnya,” ujarnya.
Sejumlah Penerbangan Menuju Nabire Dibatalkan
Dampak kabut asap mulai terlihat jelas pada Selasa (6/10/2026). Sejumlah penerbangan dari luar Nabire harus dibatalkan setelah kondisi jarak pandang tidak memenuhi persyaratan keselamatan maskapai.
Penerbangan Wings Air dari Timika dan Manokwari menuju Nabire dilaporkan terdampak. Sementara itu, Batik Air juga membatalkan penerbangan dari Ambon menuju Nabire.
Keputusan tersebut diambil karena jarak pandang yang tersedia masih berada di bawah standar yang ditetapkan maskapai.
Di sisi lain, penerbangan maskapai tertentu masih dapat dilakukan ketika kondisi mulai memungkinkan. Alrido menyebut salah satu penerbangan Sriwijaya Air masih dapat mendarat ketika jarak pandang sekitar 3 kilometer, meskipun mengalami keterlambatan.
Perbedaan keputusan tersebut menunjukkan bahwa kondisi cuaca dan jarak pandang tidak selalu menghasilkan keputusan operasional yang sama pada setiap maskapai.
Penerbangan Intra-Papua Ikut Berpotensi Terdampak
Gangguan akibat kabut asap tidak hanya berpotensi memengaruhi rute penerbangan dari luar Papua. Sejumlah penerbangan antarkota di Papua juga dapat terkena dampaknya apabila kondisi jarak pandang di Nabire tidak memenuhi batas keselamatan.
Beberapa rute yang berpotensi terdampak antara lain penerbangan dari Jayapura, Manokwari, Mimika, serta sejumlah wilayah lainnya.
Situasi ini menjadi perhatian karena Bandara Douw Aturure merupakan salah satu simpul transportasi udara penting bagi mobilitas masyarakat di Nabire dan wilayah Papua Tengah.
Bagi masyarakat, gangguan penerbangan dapat berdampak pada perjalanan penumpang, distribusi barang, agenda pemerintahan, aktivitas bisnis, hingga konektivitas antardaerah.
Kondisi Masih Dipantau
Hingga Rabu (7/10/2026), kondisi jarak pandang menunjukkan pola yang berubah sepanjang hari. Pagi hari menjadi periode dengan jarak pandang paling rendah, sedangkan kondisi cenderung membaik menjelang siang.
Namun, jarak pandang kembali berpotensi menurun pada sore hari.
Pengelola bandara terus menyesuaikan aktivitas penerbangan dengan perkembangan kondisi aktual di lapangan. Keputusan untuk mendarat, menunda, mengalihkan, atau membatalkan penerbangan tetap berada dalam pertimbangan operasional dan standar keselamatan masing-masing maskapai.
Masyarakat yang memiliki jadwal penerbangan dari maupun menuju Nabire diimbau memperhatikan informasi terbaru dari maskapai sebelum berangkat ke bandara. Kondisi kabut asap yang masih berubah-ubah membuat jadwal penerbangan berpotensi mengalami penyesuaian.
[Nabire.Net/Sitti Hawa]





Tinggalkan Komentar