Jenazah Pilot AMA Nicholas F. Goselin Tiba di Timika, Siap Diberangkatkan ke Jakarta
Mimika, 3 Juli 2026 – Jenazah pilot pesawat PT AMA Air PK-RCY, Nicholas F. Goselin yang menjadi korban penembakan di Bandara Ipdeheik, Kampung Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan akan diberangkatkan ke Jakarta pada Jumat (3/7/2026).
Pangkogabwilhan III Letnan Jenderal TNI Lucky Avianto saat ditemui wartawan di RS Tk.IV Timika, Kesdam XVII/Cendrawasih pada Jumat (3/7/2026) mengatakan, proses evakuasi dilakukan sekitar pukul 08.00 WIT menggunakan alutsista dari TNI.
Tiba di Timika, jenazah langsung dibawa menuju ke RS Tk.IV Timika, Kesdam XVII/Cendrawasih, pada Jumat (3/7/2026) sekitar pukul 11.35 WIT.
“Alhamdulilah hari ini kami berhasil mengevakuasi jenazah almarhum Kapten Nicholas F. Goselin yang kemarin ditembak oleh TPNPB OPM di Yahukimo,” ujarnya.
Menurutnya, evakuasi harusnya dilakukan kemarin kalau cuaca bagus, tetapi dari kemarin sampai dengan hari ini cuaca tidak mendukung sehingga evakuasi baru bisa dilaksanakan pada pagi hari ini.
“Saya mengucapkan turut berduka cita atas meninggalnya almarhum yang menjalankan tugas untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat di Balingga,” ujarnya.
Dikatakannya, jenazah dibawa ke Timika merupakan fokus dari pelaksanaan operasi yaitu operasi perlindungan cepat dan evakuasi takis search and rescue korban masyarakat dari TPNPB OPM.
“Jenazah akan dibawa ke Jakarta, akan diserahkan oleh pemerintah kepada pemerintah Amerika Serikat dan pihak keluarga di Jakarta,” tuturnya.
Dijelaskannya, kondisi jenazah memang ada beberapa luka. Nanti secara detail akan dilihat oleh Tim kesehatan, tapi masih kondisi baik.
Sedangkan ketujuh penumpang lainnya semuanya warga lokal, dan sudah kembali ke rumahnya masing-masing.
“Saya juga mengucapkan terima kasih kepada tokoh adat, tokoh agama yang ada di Balingga, yang telah mengamankan pelaksanaan evakuasi, sehingga bisa berjalan dengan aman dan lancar,” ujarnya.
Panglima menambahkan, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan pihak maskapai. Dan atas kebutuhan keluarga memang jenazah ini dibawa dalam keadaan utuh, tidak diberikan tindakan-tindakan lain, agar bisa dilaksanakan visum atau otopsi di Jakarta.
“Tentunya kami tetap melakukan tindakan-tindakan operasional untuk bisa mengamankan wilayah Papua, dan kami akan melaksanakan pengejaran kepada pihak yang lain,” tutupnya.
TNI Imbau TPNPB OPM Letakkan Senjata dan Bersinergi Bangun Papua
Pangkogabwilhan III Letnan Jenderal TNI Lucky Avianto mengimbau dan mengharapkan kepada saudara-saudaraku anggota OPM yang masih ada di gunung-gunung, di hutan-hutan untuk bersinergi membangun Papua
“Mari bersinergi dan letakkan senjata, kembali ke kehidupan normal sebagai masyarakat, bersama kami membangun Papua yang aman dan damai,” ujarnya.
Diakuinya, TPNPB OPM dengan secara keji membunuh masyarakat bahkan pelayanan masyarakat yang tidak bersalah.
“Kita menyaksikan sendiri bahwa TPNPB OPM membunuh masyarakat yang tidak berdosa dan kami mengutuk keras atas kejadian ini,” kata Panglima saat ditemui wartawan di RS Tk.IV Timika, Kesdam XVII/Cendrawasih pada Jumat (3/7/2026).
Karena hanya dengan keamanannya, situasi yang kondusiflah pembangunan bisa dilaksanakan, tetapi sesuai dengan rule of adjustment, meletakkan keamanan masyarakat sebagai hukum tertinggi, solus populi sopromalex esto.
“Kami juga bisa melaksanakan tindakan tegas untuk bisa mengamankan pelaksanaan pembangunan, roda perekonomian, agar masyarakat bisa hidup aman-damai dan sejahtera,” pungkasnya.
[Nabire.Net/Yosef Doo]


Leave a Reply