IPMADO Gelar Aksi di DPR Papua Tengah, Desak Kejelasan Penanganan Kasus Dogiyai
Nabire, Ikatan Pelajar Mahasiswa Dogiyai (IPMADO) Kota Studi Nabire menggelar aksi penyampaian aspirasi di depan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Papua Tengah (DPRPT), Senin (28/9/2026).
Aksi tersebut dilakukan untuk mempertanyakan perkembangan sejumlah aspirasi masyarakat Dogiyai yang sebelumnya telah disampaikan kepada lembaga dan institusi terkait. Mahasiswa menilai perlu ada keterbukaan mengenai sejauh mana proses tindak lanjut atas aspirasi tersebut.
Dalam aksi itu, mahasiswa juga menyoroti persoalan yang mereka sebut sebagai tragedi “Dogiyai Berdarah”, termasuk sejumlah kasus yang masih menjadi perhatian masyarakat setempat.
Pertanyakan Tindak Lanjut Aspirasi
Koordinator lapangan sekaligus penanggung jawab aksi, Tipe-X, mengatakan kehadiran mahasiswa di DPR Papua Tengah bukan sekadar menyampaikan tuntutan, tetapi juga meminta penjelasan mengenai proses yang telah berjalan.
“Kita meminta kejelasan proses tindak lanjut, serta mempertanyakan aspirasi masyarakat Dogiyai sudah sampai di mana,” kata Tipe-X.
Menurut mahasiswa, aspirasi masyarakat Dogiyai sebelumnya telah disampaikan hingga tiga kali. Karena itu, mereka meminta pihak-pihak terkait memberikan informasi mengenai perkembangan dan langkah yang telah dilakukan.
Salah satu hal yang menjadi perhatian IPMADO adalah kesepakatan dengan Polda Papua Tengah pada 7 September 2026. Mahasiswa meminta perkembangan terkait pencarian atau pengungkapan keberadaan Bripda Juventus Edowai serta penanganan dugaan penembakan terhadap lima warga sipil yang dalam tuntutan mereka dikaitkan dengan aparat militer.
IPMADO menyatakan akan terus mengikuti perkembangan persoalan tersebut bersama pelajar, mahasiswa, dan masyarakat Dogiyai.
Minta Hasil Penanganan Komnas HAM Dibuka
Selain persoalan tersebut, mahasiswa juga meminta hasil kunjungan Komnas HAM perwakilan Papua ke Kabupaten Dogiyai yang berlangsung pada 31 Maret hingga 2 April segera disampaikan kepada publik.
Kunjungan tersebut, menurut mahasiswa, berkaitan dengan pengumpulan data mengenai kasus yang mereka sebut sebagai “Dogiyai Berdarah”. IPMADO menilai masyarakat perlu mengetahui perkembangan maupun hasil dari proses pengumpulan informasi tersebut.
Mahasiswa juga mempertanyakan perkembangan aspirasi pelajar dan mahasiswa Dogiyai yang sebelumnya telah disampaikan kepada DPR Papua Tengah dan sejumlah pihak terkait lainnya.
Desak Transparansi
Dalam aksi tersebut, IPMADO turut meminta adanya transparansi dari DPR Papua Tengah dan Polda Papua Tengah mengenai aspirasi yang telah diterima.
Mahasiswa ingin mengetahui apakah aspirasi tersebut telah masuk dalam proses pembahasan, langkah apa yang sudah dilakukan, serta hasil konkret yang telah dicapai.
Bagi IPMADO, kejelasan tersebut penting karena berbagai persoalan yang disampaikan menyangkut kepentingan masyarakat Dogiyai.
Mahasiswa juga mendorong agar seluruh pihak membuka ruang dialog yang melibatkan pelajar dan mahasiswa, masyarakat Dogiyai, serta lembaga atau institusi terkait.
Dialog dinilai dapat menjadi ruang untuk membahas persoalan secara terbuka sekaligus mencari jalan penyelesaian terhadap berbagai aspirasi yang selama ini disampaikan.
Aksi Dikawal Secara Damai
Di tengah penyampaian tuntutan, IPMADO menegaskan komitmennya untuk mengawal aspirasi masyarakat Dogiyai secara aman, tertib, damai, dan bertanggung jawab.
Aksi di depan DPR Papua Tengah tersebut sekaligus menjadi bentuk penegasan mahasiswa bahwa aspirasi yang telah disampaikan sebelumnya diharapkan tidak berhenti pada tahap penerimaan, tetapi memiliki tindak lanjut yang jelas.
IPMADO menyatakan akan terus mengawal perkembangan sejumlah persoalan tersebut bersama mahasiswa dan masyarakat Dogiyai. Mereka juga berharap lembaga legislatif maupun institusi terkait dapat memberikan penjelasan mengenai langkah yang telah dilakukan serta membuka ruang komunikasi lebih lanjut.
Hingga aksi berlangsung, fokus mahasiswa masih tertuju pada permintaan transparansi, kepastian proses, dan kejelasan hasil dari aspirasi masyarakat Dogiyai yang telah disampaikan kepada pihak-pihak terkait.
[Nabire.Net/Sitti Hawa]





Tinggalkan Komentar