Ini Hal-Hal Yang Perlu Diperhatikan Ojek, Operator Ojek Maupun Pemerintah Terkait Keselamatan Ojek Di Nabire
Nabire – Ojek saat ini menjadi transportasi alternatif bagi masyarakat. Namun tak jarang para pengemudi ojek mengalami tindak kejahatan atau kekerasan saat bertugas di lapangan.
Oleh karena itu sejumlah hal perlu diperhatikan oleh para ojek demi menjaga keselamatan mereka saat bekerja. Selain itu dibutuhkan perhatian dari operator atau pengelola ojek kepada para pekerjanya, serta pembinaan dari operator ojek, Dinas Perhubungan maupun pihak keamanan dalam hal ini kepolisian.
(Baca Juga : Sejak 2013-2019 Sudah Terjadi 6 Kasus Pembunuhan Ojek Di Nabire)
Sebagai pengemudi ojek, tentu ada berbagai hal yang perlu diantisipasi dan dipersiapkan sebelum bekerja. Berikut sejumlah Tips yang bisa menjadi masukan demi kenyamanan pengemudi ojek saat bekerja :
-
Pastikan anda telah menggunakan kelengkapan berkendara dengan baik dan benar seperti helm, dengan mengencangkan tali pengaitnya. Mintalah penumpang anda untuk melakukan hal yang sama.
-
Pastikan lokasi penumpang yang akan anda tuju aman. Jika anda ragu karena tidak terlalu memahami lokasi tersebut, anda bisa menolak untuk tidak membawa penumpang tersebut atau mintalah ojek lain yang lebih memahami lokasi tersebut untuk mengantarkan penumpang tersebut.
-
Utamakan norma kesopanan saat berkomunikasi dengan penumpang. Apabila Anda menghadapi penumpang yang sulit, tindakan yang anda ambil bisa membantu mengatasi situasi yang ada. Bersikaplah tenang, hindari topik percakapan yang kontroversial, dan hormati perbedaan orang lain.
-
Hindari mengambil penumpang yang dalam kondisi dipengaruhi minuman keras. Karena selain beresiko untuk anda saat berkendara, tentu juga beresiko bagi penumpang tersebut.
-
Disarankan untuk tidak melakukan pekerjaan anda di larut malam (diatas jam 9-10 malam).
-
Berikan masukan kepada operator ojek anda jika anda merasakan ada hal-hal yang harus diperbaiki dari manajemen dan peraturan ojek yang menyangkut keselamatan anda.
Selain bagi pengemudi ojek, hal-hal lain yang perlu diperhatikan adalah dari sisi operator ojek atau pengelola ojek itu sendiri. Selain memperhatikan kesejahteraan para pekerjanya, operator ojek juga perlu memperhatikan keselamatan mereka.
Operator ojek tentu harus memiliki wadah yang legal, jelas, dan harus siap menerima saran dan masukan dari pekerjanya demi peningkatan kualitas layanan ojeknya. Bila perlu operator menjaring anggotanya untuk saling berkomunikasi secara langsung maupun lewat aplikasi Messaging yang sudah ada seperti Whatsapp.
Selain itu, operator ojek juga perlu memberlakukan asuransi keselamatan bagi para pekerjanya baik asuransi kecelakaan, tindakan kriminal, maupun asuransi kesehatan, Operator bisa menjalin kerjasama dengan pihak resmi terkait yang sudah ada seperti BPJS Kesehatan maupun BPJS Ketenagakerjaan.
Selain dari sisi operator, pemerintah melalui instansi terkait yakni Dinas Perhubungan juga perlu melakukan Penataan, Pengawasan dan Pembinaan Angkutan Ojek tersebut terkait penertiban trayek ojek, serta pendataan anggota ojek yang ada di Nabire.
Hal tersebut sempat dibahas antara Dishub Nabire dengan DPRD Nabire melalui penyerahan draft Raperda Nomor 7 Tahun 2018 tentang Perubahan Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2007 tentang Penataan, Pengawasan dan Pembinaan Angkutan Ojek di Nabire, Agustus 2018 lalu.
(Baca Juga : DPRD Nabire Serahkan Draft Raperda Terkait Trayek & Penertiban Ojek Kepada Pemkab Nabire)
Selain dari Dishub, pihak lain yang perlu memperhatikan hal ini adalah pihak kepolisian dalam melakukan pembinaan kepada para pengemudi ojek maupun operator ojek yang ada di Nabire.
Kepolisian juga diminta untuk mengungkap kasus-kasus pembunuhan terhadap ojek yang terjadi di Nabire demi memberikan efek jera bagi para pelaku kriminalitas serta kenyamanan bagi para ojek.
[Nabire.Net]



Leave a Reply