INFO NABIRE
Home » Blog » Inflasi Nabire April 2026 Naik 0,05 Persen, BPS: Harga BBM, LPG dan Avtur Picu Inflasi

Inflasi Nabire April 2026 Naik 0,05 Persen, BPS: Harga BBM, LPG dan Avtur Picu Inflasi

Nabire, 4 Mei 2026 – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Nabire merilis perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) atau inflasi untuk periode April 2026, Senin (4/5/2026). Kepala BPS Nabire, Dio Benuvin Perkasa Ginting, menyampaikan bahwa inflasi bulan ke bulan (month to month) tercatat sebesar 0,05 persen.

Dalam pemaparannya, Kepala BPS Nabire mencatat sejumlah faktor yang memengaruhi dinamika harga di Nabire sepanjang April 2026. Salah satunya adalah gejolak harga bahan bakar, khususnya penyesuaian harga LPG non-subsidi oleh PT Pertamina akibat kenaikan harga energi global yang dipicu konflik di Timur Tengah. Selain itu, harga avtur juga mengalami lonjakan signifikan hingga 80 persen, dengan harga domestik mencapai Rp23,51 per liter.

Faktor lain yang turut memengaruhi adalah stimulus ekonomi pada Triwulan I 2026, termasuk program diskon transportasi menjelang Idul Fitri. Diskon tarif angkutan laut sebesar 30 persen berlaku pada 11 Maret hingga 5 April 2026, sementara tiket pesawat kelas ekonomi mendapatkan potongan harga sebesar 17–18 persen.

Selain itu, dinamika keamanan di wilayah Kabupaten Dogiyai turut berdampak pada distribusi barang. Gangguan keamanan menyebabkan terganggunya arus distribusi komoditas ke dan dari Nabire, sehingga memicu fluktuasi harga sejumlah barang.

Secara rinci, inflasi tahunan (year on year) Nabire pada April 2026 tercatat sebesar 2,19 persen, sementara inflasi tahun kalender (year to date) justru mengalami deflasi sebesar 1,78 persen.

Komoditas penyumbang inflasi bulanan tertinggi antara lain bawang merah (0,26 persen), tomat (0,12 persen), angkutan udara (0,09 persen), angkutan laut (0,09 persen), dan kangkung (0,06 persen). Sementara itu, komoditas yang menyumbang deflasi terbesar adalah cabai rawit (0,35 persen), daging ayam ras (0,15 persen), emas perhiasan (0,08 persen), tahu mentah (0,07 persen), dan pepaya (0,06 persen).

Untuk inflasi tahunan, komoditas utama penyumbang kenaikan harga adalah beras (0,33 persen), daging babi (0,30 persen), tomat (0,29 persen), telur ayam ras (0,20 persen), dan bawang merah (0,20 persen). Sedangkan penyumbang deflasi tahunan antara lain cabai rawit (0,66 persen), biaya pendidikan SMA (0,16 persen), tahu mentah (0,14 persen), bawang putih (0,11 persen), dan cabai merah (0,08 persen).

Di akhir rilis, Kepala BPS Nabire juga mengumumkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang akan berlangsung mulai Mei hingga Agustus 2026. Sensus ini akan mencakup seluruh rumah tangga dan unit usaha di wilayah Nabire.

Masyarakat dan pelaku usaha diimbau untuk mendukung kegiatan sensus dengan memberikan data yang akurat dan lengkap, guna mendukung perencanaan pembangunan yang lebih tepat sasaran di Kabupaten Nabire.

[Nabire.Net]

Post Related

Leave a Reply

Your email address will not be published.