Gubernur Meki Nawipa Buka IFRC ke-8 di Mimika, Dorong Pengembangan SDM Papua
Mimika, Sebanyak 17 tim dari 16 perusahaan sektor pertambangan dan energi mengikuti Indonesian Fire and Rescue Competition (IFRC) ke-8 tahun 2026 yang resmi dibuka di Mimika Sports Complex (MSC), Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Sabtu (24/10/2026) malam. Kompetisi tingkat nasional ini menjadi momentum untuk meningkatkan kompetensi personel penyelamat sekaligus memperkuat budaya keselamatan kerja di industri pertambangan.
Gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa secara resmi membuka kegiatan tersebut. Pembukaan turut dihadiri Wakil Gubernur Papua Tengah Deinas Geley, Direktur sekaligus Executive Vice President Sustainable Development PT Freeport Indonesia (PTFI) Claus Wamafma, Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong, sejumlah kepala daerah, serta pimpinan perusahaan pertambangan.
Melalui kompetisi ini, para peserta tidak hanya ditantang menunjukkan keterampilan dalam menghadapi keadaan darurat, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk bertukar pengalaman dan memperkuat kerja sama lintas perusahaan.
Gubernur Papua Tengah Tekankan Pentingnya Pengembangan SDM
Dalam sambutannya, Meki Nawipa menegaskan bahwa IFRC tidak semestinya dipandang sebatas perlombaan untuk menentukan tim terbaik. Menurutnya, penyelenggaraan kegiatan berskala nasional tersebut juga membuka peluang untuk memperkenalkan Papua Tengah kepada masyarakat Indonesia sekaligus membangun persaudaraan antarpeserta.
“Yang datang, selamat datang di Papua Tengah. Jangan hanya melihat kompetisinya, tetapi lihat juga betapa indahnya negeri ini yang memberikan berkat bagi semua orang,” ujar Meki.
Ia mengajak seluruh kepala daerah dan masyarakat Papua Tengah memberikan dukungan terhadap PT Freeport Indonesia serta pelaksanaan kompetisi agar berlangsung dengan baik.
Meki juga memberikan perhatian khusus kepada generasi muda yang menyaksikan kegiatan tersebut. Ia berharap pengalaman melihat langsung keterampilan tim penyelamat dapat menjadi sarana pembelajaran mengenai pentingnya kesiapsiagaan dan kemampuan menangani situasi darurat.
“Untuk anak-anak, jangan pernah berpikir ini hal biasa. Saksikan dengan baik dan ambil pelajaran supaya menjadi bekal pada masa mendatang,” katanya.
Selain menyoroti aspek keselamatan, Meki mengapresiasi kontribusi PTFI dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia (SDM) Papua melalui sektor pendidikan. Ia mengungkapkan bahwa dirinya juga pernah menerima beasiswa dari perusahaan tersebut.
Menurutnya, investasi dalam pendidikan dan peningkatan kompetensi menjadi bagian penting dalam mempersiapkan generasi Papua agar mampu berperan dalam pembangunan daerah maupun nasional.
Keselamatan Menjadi Prioritas Industri Pertambangan
Perwakilan Ketua Pelaksana IFRC ke-8, Didik Triwibowo, menyampaikan bahwa kompetisi tahun ini membawa semangat tumbuh bersama Papua dan berkarya untuk Indonesia.
Ia menekankan bahwa upaya mencegah kecelakaan dan mengendalikan risiko harus menjadi prioritas dalam kegiatan pertambangan. Di samping penerapan prosedur keselamatan, kesiapan personel tanggap darurat juga diperlukan untuk menghadapi insiden yang berpotensi mengancam keselamatan pekerja.
Didik menilai kompetensi tim penyelamat perlu dikembangkan secara berkelanjutan melalui pelatihan, pertukaran pengetahuan, serta pembelajaran dari pengalaman di lapangan.
“Kompetensi yang dibangun menjadi kekuatan penting dalam penyelamatan. Kita harus senantiasa siap mengemban tugas keselamatan kapan pun dan di mana pun dibutuhkan,” ujarnya.
Ia menambahkan, IFRC bukan sekadar ajang memperebutkan medali. Setiap tim diharapkan membawa pulang pengetahuan dan pengalaman baru yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kesiapan menghadapi keadaan darurat di lingkungan kerja masing-masing.
Insiden Tambang Jadi Pengingat Pentingnya Keselamatan
Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas, yang menyampaikan sambutan secara daring, mengajak seluruh peserta memanfaatkan kompetisi untuk mengasah kemampuan, memperluas jejaring profesional, dan memperkuat kesiapsiagaan bersama.
Dalam kesempatan tersebut, Tony juga mengenang tujuh karyawan PTFI yang meninggal dunia akibat insiden tambang pada tahun sebelumnya. Peristiwa itu menjadi pengingat bahwa keselamatan pekerja harus ditempatkan sebagai prinsip mendasar dalam setiap aktivitas pertambangan.
Pesan tersebut menegaskan pentingnya kesiapan menghadapi keadaan darurat, sekaligus perlunya upaya pencegahan agar risiko kecelakaan dapat dikendalikan sejak awal.
Sementara itu, Ketua Panitia IFRC 2026, Periyadi, menjelaskan bahwa keberhasilan dalam kompetisi tidak semata-mata ditentukan oleh kecepatan ataupun perolehan skor. Menurutnya, nilai penting IFRC terletak pada kesempatan membangun jaringan profesional, berbagi pengalaman, dan memperkuat budaya keselamatan di antara pelaku industri.
Mimika Jadi Ruang Kolaborasi Tim Penyelamat Nasional
Kehadiran 17 tim dari 16 perusahaan menjadikan IFRC ke-8 sebagai ruang pertemuan bagi personel tanggap darurat untuk menguji kemampuan sekaligus mempelajari pendekatan penanganan keadaan darurat dari berbagai perusahaan.
Melalui interaksi tersebut, peserta diharapkan dapat memperluas wawasan, meningkatkan keterampilan teknis, serta membangun koordinasi yang lebih baik ketika menghadapi insiden yang membutuhkan respons cepat dan tepat.
Bagi industri pertambangan, penguatan kapasitas penyelamatan memiliki arti penting karena penanganan keadaan darurat membutuhkan personel terlatih, peralatan yang memadai, serta koordinasi yang efektif. Kompetensi yang terus dikembangkan diharapkan dapat mendukung upaya melindungi pekerja dan meminimalkan dampak kecelakaan.
Penyelenggaraan IFRC ke-8 di Mimika juga menjadi kesempatan bagi Papua Tengah untuk menunjukkan perannya sebagai tuan rumah kegiatan nasional sekaligus mendorong pengembangan SDM melalui pertukaran pengetahuan dan pengalaman.
Dengan mengedepankan semangat kolaborasi dan keselamatan, kompetisi ini diharapkan tidak berhenti pada berakhirnya perlombaan. Pengetahuan yang diperoleh para peserta diharapkan dapat diterapkan di tempat kerja masing-masing untuk memperkuat kesiapsiagaan, meningkatkan kualitas penanganan keadaan darurat, dan membangun budaya keselamatan yang berkelanjutan di industri pertambangan Indonesia.
[Nabire.Net/Yosef Doo]





Tinggalkan Komentar