Ibadah Online dan On Air Radio Swameka Nabire, Minggu 19 April 2020

Nabire – Hujan turun membasahi Nabire pada minggu pagi ini (19/4), sekilas mungkin tak tampak berbeda dengan minggu sebelumnya, karena adanya wabah COVID-19 yang menyebar ke seluruh dunia dan pemerintah mengeluarkan aturan untuk tidak melakukan acara yang mengumpulkan banyak orang, maka radio Swameka Nabire melakukan ibadah on air dan live streaming untuk melayani masyarakat agar bisa menikmati ibadah di rumah masing-masing.
Ibadah dibuka dengan pujian “Ku Kagum Akan Engkau” yang dinyanyikan oleh Susi Ernawati dan Naomi Kristiono serta Ernest J Mahadur sebagai worship leader (WL) dan pemain musik.
Dalam ibadah on air tersebut yang melayani WL dan Pemain musik juga menjaga jarak untuk mematuhi anjuran pemerintah dalam pencegahan penyebaran Covid 19.

Firman Tuhan yang disampaikan oleh Pdt. Daniel Alexander diambil dari kitab Lukas 24:13-34. Dalam pemberitaan Firmannya, beliau menjelaskan bahwa kedua orang dalam cerita di Lukas 24 itu statusnya adalah murid Yesus, tetapi mereka ternyata tidak juga mengenal Yesus.
“Ternyata tidak semua murid Kristus mengenal Yesus dengan baik. Pelayan Tuhan, hamba Tuhan, aktivis gereja sekalipun belum tentu mengenal Tuhan dengan benar, karena ada banyak hal di dunia ini yang dapat menutupi mata kita” katanya.
Ia menambahkan lagi di Kitab Para Rasul 1:6 “Maka bertanyalah mereka yang berkumpul di situ : “Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?””.
Pdt. Daniel Alexander menjelaskan tentang harapan yang salah dari murid-muridnya yang menginginkan terbebas dari pemerintahan/kerajaan romawi, sedangkan Yesus berbicara tentang konsep kerajaan Sorga bukan dunia. oleh karena itu ia mengajak kita untuk jujur tentang siapa Yesus bagi kita dan harapan apa yang salah yang kita ingin dapatkan dari-Nya, “.
Marilah kita jujur, siapakah Yesus bagi kita? apa yang masih menutupi mata kita sampai saat ini, sehingga membuat kita tidak dapat mengenal Tuhan dan sesama (teman, istri,suami, tetangga) kita dengan benar?” terangnya. “aktivis, pelayanan, jam doa kita yang berjam-jam tidak menentukan mata kita betul-betul tercelik tentang Tuhan atau menentukan kita mengenal Tuhan dengan benar.
Bukan tentang berkat atau mukjizat tetapi tentang penderitaan Kristus dalam pemecahan roti, sambil kita periksa harapan kita apa yang salah di mata Tuhan”. Lanjutnya.
Pujian “ajariku mengerti hati-MU” yang dinyanyikan Pdt. Daniel Alexander menjadi pujian penutup yang menjadikan setiap pendengar mengoreksi diri untuk selaras dengan Firman yang sudah disampaikan.
Pendengar setia Radio Swameka Naelas Febha Simangunsong dari Momiwaren Manokwari Selatan Papua Barat mengucapkan Trimakasih kepada Radio Swameka, karna sudah Live Streaming. kami dari Papua Barat bisa mendengarkan Radio Swameka nabire dengan sangat jelas.
“Kami diberkati dengan khotbah hambaNya Pdt. Daniel Alexander yang disiarkan Radio Swameka Nabire. Ibadah-ibadah minggu yang disiarkan Radio Swameka Nabire ini telah membukakan mata saya untuk melihat hal-hal yang baik dan yang benar serta yang berkenan dihadapan Tuhan serta menjauhkan hal-hal yang tidak berkenan. Tuhan Yesus memberkati hambanya dan Radio Swameka”, tutupnya
[Nabire.Net/Tri Oktaviani Resiwawan]


Leave a Reply