INFO NABIRE
Home » Blog » Ibadah Minggu Subuh, Pra Paskah I, 3 Maret 2019, Di GKI Maranatha Malompo Nabire

Ibadah Minggu Subuh, Pra Paskah I, 3 Maret 2019, Di GKI Maranatha Malompo Nabire

Nabire – “Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari pada-Ku; tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi”, (Lukas 22:42).

Demikian kutipan pembacaan firman Tuhan pada Ibadah Minggu Subuh, Pra Paskah I, Minggu 3 Maret 2019, yang dilaksanakan di Gereja GKI Jemaat Maranatha Malompo, Nabire.

Ibadah dilayani oleh pelayan firman, Pdt. Decky Makert S.Th, dengan bahan renungan terangkat dari Injil Lukas 22:39-46, dengan nats “Di Taman Getsemani”.

Memulai khotbahnya, Pdt. Decky Maker menjelaskan bahwa pembacaan firman Tuhan kali ini menceritakan mengenai Tuhan Yesus yang berdoa di Taman Getsemani. Apa yang dilakukan Tuhan Yesus di Taman Getsemani adalah pergumulan yang sangat berat, karena Yesus akan menanggung segala dosa dan kutuk umat manusia dengan penderitaan yang tak dapat diungkapkan dengan kata-kata.

Dikatakan, doa adalah identintas orang beriman kepada Tuhan, karena itu berdoa adalah kebutuhan yang harus dipenuhi setiap waktu sebagai bentuk ketergantungan kita kepada Tuhan.

Lihat bahwa Yesus yang adalah Anak Allah saja harus berdoa ketika mengalami pergumulan berat dalam pekerjaan dan pelayananNya. Dia juga mengajak muridNya untuk berdoa. Mengapa berdoa begitu penting? Agar kita tidak jatuh ke dalam pencobaan.

Cara melakukan doa itu ialah menjauhkan atau memisahkan diri dari segala keramaian, kesibukan atau aktifitas lain. Mengatur waktu dan tempat yang nyaman untuk dapat berdoa.

Berikut, dalam berdoa hanya butuh sikap merendahkan diri dan menghormati Allah. Struktur doa dalam pergumulan sebagaimana doa Yesus di Getsemani ialah ; Doa di awali dengan pengakuan dan hormat kepada Allah sebagai Bapa. Artinya kita menempatkan diri sebagai anak-anak yang membutuhkan kekuatan, pertolongan, perhatian dari Allah sebagai Bapa/orang tua.

Berikut ialah Allah mempunyai otoritas/wewenang untuk melakukan kemauan dan rencanaNya atas kita. Sebab itu dalam doa pergumulan kita tidak mengatur Allah sesuai kemauan kita. Berikut dalam doa perlu ada penyerahan diri secara total pada kehendak Allah. Dia tidak dapat dibatasi, diatur sebab Allah tahu yang terbaik bagi jalan hidup kita.

Sebagaimana Yesus tahu betul bahwa kesengsaraan itu semakin dekat dan dalam keadaan sebagai manusia akan terasa sakit, perih, tertekan sehingga bahkan ketakutan itu sendiri melemahkannya sehingga peluhnya seperti tetesan darah jatuh ke tanah. Sungguh berat beban yang ditanggungnya.

Di hina, dipukul, ditolak, dijual, diludahi, ditikam, ditertawakan, di ejek, disalibkan sampai mati. Semakin kesengsaraan itu menghampiri justru semakin sungguh-sungguh Dia berdoa agar memperoleh pertolongan Allah.

Penyerahan diri Yesus adalah bukti kasihNya bagi kita. Untuk itu marilah kita mengatur waktu dan tempat yang baik untuk dapat terus berdoa kepada Bapa di sorga agar terlepas dari tekanan cobaan yang datang menghampiri kita setiap waktu.

Janganlah terbiasa memberikan peluang bagi iblis untuk mengotori tubuh jiwa dan roh kita yang telah disucikan dengan darah Kristus di Golgota. Tetaplah berserah dan berharap hanya kepada Tuhan. Selamat menjalani minggu sengsara I Tuhan memberkati kita semua. Amin.

Ibadah Minggu Subuh, Pra Paskah I juga diisi dengan puji-pujian.

[Nabire.Net]


Post Related

Leave a Reply

Your email address will not be published.