INFO NABIRE
Home » Blog » Ibadah Minggu Sengsara II, Minggu Petang 5 Maret 2017, Di Jemaat GKI Tabernakel Oyehe Nabire

Ibadah Minggu Sengsara II, Minggu Petang 5 Maret 2017, Di Jemaat GKI Tabernakel Oyehe Nabire

“Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku, dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu,” (Yohanes 8:31-32).

Demikian kutipan pembacaan Firman Tuhan, pada Ibadah Petang, di Jemaat GKI Tabernakel Oyehe Nabire, minggu 5 maret 2017.

Ibadah tersebut dipimpin pelayan firman, Pdt. Yael Maria Tokoro S.Th, dengan pembacaan firman dari Injil Yohanes 8:30-36, dengan nats “Kebenaran Yang Memerdekakan.”

Mengawali khotbahnya, Pdt. Y.M Tokoro mengatakan, bahwa kemerdekaan adalah keadaan dimana kita telah terbebas, terbebas dari apapun, baik itu penjajahan, penindasan, belenggu, baik secara fisik maupun moralitas.

Pdt. Y.M Tokoro mengatakan, berbicara tentang kemerdekaan, seharusnya sebagai orang percaya kita patut bersyukur, oleh karena pengorbanan Kristus di atas kayu salib kita beroleh pengampunan dosa dan dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran, kita tidak lagi menjadi hamba (budak) dosa, melainkan menjadi hamba kebenaran. Pengampunan dari Kristus ini merupakan kuasa yang memerdekakan kita secara menyeluruh, yang memungkinkan kita memiliki hidup berkemenangan dalam semua aspek hidup ini.

Namun untuk meraih suatu kemerdekaan, tentu ada proses perjuangan yang harus diraih, jika suatu negara berjuang untuk meraih kebebasan dengan berperang hingga mengorbankan jiwa raga, begitupun halnya yang Yesus Kristus lakukan untuk menyelamatkan umat manusia. Yesus rela mengalami penderitaan hingga kematian-Nya di kayu salib, semua itu hanya untuk menebus dosa manusia dan memerdekakan manusia dari belenggu dosa.

Lebih lanjut Pdt. Y.M Tokoro menegaskan, Yesus berkata Akulah Jalan Kebenaran dan hidup. Jika kita menderita karena kebenaran itu adalah Kasih Karunia Allah. Kristus telah memerdekakan kita. Kemerdekaan dalam Kristus adalah kemerdekaan yang tidak sekedar melepaskan kita dari tirani dosa dan kebinasaan, tetapi untuk memulihkan tujuan semula Allah menciptakan kita, yaitu supaya kita hidup dalam kebenaran, kebajikan, dan mencari kerajaan Allah dan kemuliaan-Nya di atas segala sesuatu.

Sudahkah kebenaran itu menjadi bagian hidup kita? Jawabannya ada pada diri kita masing masing.

(Dokpri.Kris.Laheba)

Ibadah minggu petang, 5 maret 2017 di jemaat GKI Tabernakel Oyehe, juga diisi dengan puji-pujian.

[Nabire.Net]

Post Related

Leave a Reply

Your email address will not be published.