Ibadah Minggu Pagi, 8 Januari 2016, Jemaat GKI Maranatha Malompo Nabire
Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: ”Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia. Dialah yang kumaksud ketika kukatakan: Kemudian dari padaku akan datang seorang, yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku. Dan aku sendiri pun mula-mula tidak mengenal Dia, tetapi untuk itulah aku datang dan membaptis dengan air, supaya Ia dinyatakan kepada Israel.
Demikian kutipan khotbah pada Ibadah Minggu Pagi, 8 januari 2016, di jemaat GKI Maranatha Malompo Nabire. Ibadah tersebut dipimpin pelayan firman Pdt. Eveline Marajaa Pondaag S.Th, dengan bacaan dari Yohanes 1:29-34, dengan perikop “Yohanes menunjuk kepada Yesus”.
Ketika mengajak jemaat merenungkan firman Tuhan, Pdt. Evelin Marajaa Pondaag mengatakan, Yohanes menjadi pusat perhatian. Orang-orang datang kepadanya dari berbagai daerah untuk diperbaharui imannya dalam baptisan tobat. Sebagai manusia, pencapaian ini dapat mejadi godaan. Namun Yohanes tetap setia pada misinya.
“Lihatlah Anak Domba Allah”, kata Yohanes. Yohanes mendorong para murid untuk mengikuti Mesias, bukan dirinya. Pertanyaan kita, dari mana sumber kekuatan Yohanes?
Kekuatan Yohanes terletak dalam proses penempaan diri yang berlangsung bertahun-tahun dalam hidup yang keras di padang gurun. Penempaan diri tersebut membuatnya melihat faktor kemuliaan dunia sebagai hal yang tak penting. Baginya, keberhasilan itu terjadi ketika orang-orang berpaling dari dirinya dan mulai mengikuti Yesus. Selalu menyadari hakekat diri, itulah kunci kekuatan Yohanes.
Oleh karena itu sebagai murid Yesus, kita jangan mengharapkan hasil yang luar biasa ketika bersaksi bagi Yesus. Tidak penting hasilnya. Yang lebih utama dan terutama adalah berita Injil yang disampaikan kepada semua umat manusia tetap berpusatkan pada Yesus Kristus. Bersaksilah tanpa kompromi, tanpa bergeser dari inti pemberitaan, meskipun orang lain menolaknya.
[Nabire.Net]



Leave a Reply