INFO NABIRE
Home » Blog » Ibadah Minggu Pagi, 5 November 2017, Di Jemaat GKI Is Kijne Wadio

Ibadah Minggu Pagi, 5 November 2017, Di Jemaat GKI Is Kijne Wadio

Doa syafaat yang pertama kali dicatat dalam Alkitab adalah doa yang dinaikkan oleh Abraham untuk Sodom. Sebagai umat Tuhan kita juga harus belajar untuk memiliki hati yang penuh kasih ilahi sehingga kita bisa menaikkan doa syafaat dengan benar dan memperkenankan Tuhan.

Demikian kutipan khotbah pada Ibadah Minggu Pagi, 5 November 2017, di Jemaat GKI Ishak Semuel Kijne, Wadio, Nabire. Ibadah tersebut dipimpin oleh Pdt. Linda Upessy S.Th M.Pd serta mengangkat pembacaan Firman Tuhan dari Kejadian 18:16-33, mengenai Doa Syafaat Abraham.

Dalam khotbahnya, Pdt Linda Upessy mengatakan, peristiwa yang dicatat dalam Kejadian Pasal 18 ini adalah tentang prinsip-prinsip penting dalam doa syafaat untuk kita aplikasikan dalam hidup kita sehingga kita juga mendapatkan kuasa doa syafaat itu.

Pdt. Linda Upessy menjelaskan, Alkitab mencatat bahwa Abraham menaikkan syafaatnya untuk Sodom sebanyak 6 kali. Doa syafaat bukan hanya untuk dikerjakan satu atau dua kali saja. Doa syafaat harus dilakukan di dalam kesetiaan. Keindahan doa syafaat bukan terletak di dalam kata-katanya melainkan di dalam ketekunan untuk melakukannya. Di sinilah karakter kesetiaan kita akan mulai dibentuk dan diolah. Di sinilah iman kita mulai ditempa sampai benar-benar menjadi lebih berharga daripada emas yang murni. Kalau saat-saat ini kita sedang mendoakan seseorang dan belum kunjung tampak hasilnya, tetaplah kerjakan dengan penuh kesetiaan, dan jangan putus asa!

Dikatakan, pelayanan di dalam gereja sangatlah terbatas namun pelayanan doa syafaat tidak terbatas, tidak terbatas oleh jarak dan waktu. Dapat dikerjakan kapan pun juga, dan juga dapat menjangkau orang di mana pun juga. Semua orang percaya seharusnya bisa mengerjakan pelayanan doa syafaat, suatu pelayanan yang bermutu tinggi karena tidak tampak secara langsung di depan mimbar. Namun justru inilah bentuk pelayanan tingkat tinggi karena harus bersumber dari hati yang penuh belas kasihan seperti hati Tuhan Yesus.

Diakhir khotbahnya, Pdt Linda Upessy mengatakan, doa orang benar itu besar kuasanya. Doa syafaat yang dinaikkan orang benar pastilah juga besar kuasanya. Kuasa doa syafaat tidak hanya dapat dilihat pada hasil akhir doanya, tetapi sebenarnya telah kita terima melalui prosesnya. Karakter ketekunan kita juga semakin diolah sehingga kita belajar untuk berdoa di dalam kesetiaan. Naikkanlah doa syafaat kita karena melalui itulah kehendak hati kita dicocokkan dengan kehendak hati Allah yang menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran ilahi.

[Nabire.Net]


Post Related

Leave a Reply

Your email address will not be published.