Ibadah Minggu Pagi 27 Mei 2018 Di GKI Siloam Sanoba Nabire
Ibadah Minggu Pagi, 27 Mei 2018 di GKI Siloam Sanoba Nabire dipimpin oleh Pnt. AS Korisano dengan mengambil pembacaan firman Tuhan dari kitab Kisah Para Rasul 2:41-47 “Cara hidup jemaat yang pertama”.
Dalam kotbahnya Pnt. AS Korisano mengatakan bahwa kitab Kisah Para Rasul menceritakan sejarah gereja kristen awal setelah kenaikan Tuhan Yesus ke sorga, dimana para rasul dengan tuntunan Roh Kudus menyebarluaskan kabar baik tentang Yesus Kristus yang adalah Tuhan dan Juruselamat manusia di Yerusalem dan seluruh Yudea, Samaria dan sampai ke ujung bumi.

Firman Tuhan dengan jelas menceritakan bahwa mereka yang menjadi jemaat mula-mula menjadi percaya kepada Tuhan Yesus Kristus karena melihat segalah perbuatan ajaib yang terjadi kepada para rasul setelah peristiwa Pentakosta sehingga banyak dari mereka yang menjadi percaya dan menyerahkan dirinya dibaptis serta bertekun dalam pengajaran rasul-rasul tersebut.
Mereka juga selalu berkumpul untuk memecah roti dan mengadakan perjamuan serta menjadi ketakutan dengan segalah mujizat yang dilakukan oleh rasul-rasul tersebut serta selalu ada dari mereka yang menjual harta bendanya dan membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing.
Keadaan jemaat sebagaimana dijelaskan diatas adalah merupakan ciri jemaat yang dipimpin oleh Roh Kudus karena Roh Kudus menuntun semua orang untuk mengerti bagaimana harus berbuat baik, oleh sebab itu Roh Kudus di sebut juga sebagai penolong.
Jemaat mula-mula berdiri setelah peristiwa pencurahan Roh Kudus yang sama artinya juga bahwa jemaat tersebut dipimpin oleh Roh Kudus. Roh Kudus juga masih terus bekerja hingga saat ini dalam pekerjaan pekabaran injil Tuhan Yesus, jika kita dengan sungguh-sungguh meminta Roh Kudus memimpin kehidupan kita maka Dia akan melakukannya sebagaimana cara hidup jemaat mula-mula.
Dalam kehidupan kita saat ini kita harus menerima dan memperlakukan Roh Kudus dengan baik dan benar dalam setiap kehidupan kita, sehingga Roh Kudus akan bekerja dan berkarya sepenuhnya dalam kehidupan kita sebagaimana yang dialami jemaat mula-mula tersebut.




Leave a Reply