Ibadah Minggu Pagi, 25 September 2022 di Gereja Kingmi Efata Dabaa Dogiyai

Dogiyai, Bertempat di Gereja Kingmi Efata Dabaa, Klasis Kamuu Timur, Koordinator Dogiyai. telah dilaksanakan Ibadah Minggu Pagi, 25 September 2022, mulai pukul 08.00 – 09.30 WIT.
Ibadah dipandu oleh Ketua Majelis Ayub Dumupa diawali dengan Nyanyian Pembukaan dalam buku memanaa ebe tata Berjudul:” Yesus mete – Yesus mete Inii nibukaine “. dan doa pembukaan dipimpin oleh Gembala Sidang Pdt. Yonatan Pigai, S.Th.
Selanjutnya, Pemandu Acara membacakan Firman Tuhan dari Injil Yohanes 14: 1 – 6 dilanjutkan khotbah tentang ayat tersebut oleh Pdt. Yonatan Pigai lalu dilanjutkan dengan penyampaian warta jemaat oleh Pemuda Martinus Dumupa.
Setelah penyampaian warta jemaat, ibadah diisi dengan nyanyian kolekte, penghitungan jiwa, penghitungan orang sakit dalam Nyanyian Mee mana Ebetata Nomor : 27 dengan Berjudul: ” Agagime Meta”. dan Doa Kolekte, Menghitung Jiwa dan bahkan doa Orang Sakit dipimpin oleh Yusak Keiya,SE,selaku Sekertaris Badan Pengurus Jemaat Efata Dabaa.
Selesai doa, ibadah dilanjutkan dengan Nyanyian Umum bernomor: 23 dengan judul: ” Natai Owapa Totai daa Wedaba.”Sehabis Nyanyian Umum, doa umum dipimpin oleh: Bapak Anton Boma selaku Pengurus Bidang Pendidikan dan penalaran.
Selepas Doa Umum, masuk pada sumbangan puji-pujian untuk menyambut Firman Tuhan yaitu; Kebaktian Keluarga, kesaksian Pemuda/i, Kesaksian Berlina Dumupa dan kesaksian Terakhir oleh Kaum Prakarya Yulianus Dumupa.
Usai Sumbangan puji-puji, ibadah dilanjutkan dengan renungan dan khotbah. Renungan dipimpin pdt.yonatan Pigai, S.Th., dengan tema “Jikalau kita mau pergi ke rumah kita, ketempat yang Tuhan sediakan bagi kita yaitu Kerajaan Sorga/Kota Sion yang Kudus, berarti kita harus jaga kekudusan dan bertobat.”
Pdt. Yonatan Pigai mengatakan dalam pendahuluan khotbahnya, kalau kita punya banyak anak, ternak, kekayaan, mau dekat-dekat wisuda, mau ulangan/ujian dan mau sukses suatu bidang, kita musti jaga diri dan jaga kekudusan agar kita tidak terjerat dalam mara bahaya.
Dalam Khotbah bagian pertama, Pdt.Pigai berharap agar Umat Jemaat Efata Dabaa selalu bersiap-siap karena Tuhan Yesus sudah siap untuk menjemput kita.
Di sela-sela renungan berlangsung, pdt.Pigai menambahkan bahwa selagi kita hidup & masih ada kesempatan, kita musti jaga kekudusan dan bertobat, kalau tidak, selamat menunggu api neraka yang sedang menyala-nyala,” tegas Pdt. Pigai, kepada jemaat Efata Dabaa.
“Kalau kita Anak-anak Tuhan, berarti kita harus mengetahui dan mengenali Jalan kebenaran Tuhan Allah bahkan kita juga perlu diketahui Jalan keselamatan, kejadian,k ematian, kelahiran, kenaikan dan kebangkitan Tuhan Yesus Kristus,” lanjut Pigai yang adalah Penasehat Pengurus Klasis Kamuu Timur periode 2022-2027.
Di khotbsh bagian kedua, Pdt Pigai mengungkapkan bahwa di akhir jaman, bendera Tuhan dan bendera lucifer sedang berkibar-kibar. Oleh sebab itu umat Jemaat Efata Dabaa harus siap sedia untuk mengejar dan merampas bendera Tuhan Yesus.
“Kita adalah ranting-ranting dari pada Tuhan Allah sehingga harus dibuahkan. Jikalau kita tidak dibuahkan, berarti Tuhan akan memetik lalu akan dibuang di lautan api neraka,” katanya.
Pdt. Yonatan Pigai, S.Th menambahkan, jika kita memiliki barang terlarang seperti obat pembunuh, obat penarik perempuan atau laki-laki, obat penjinak suami atau istri, ilmu okultisme, ilmu gaib, ilmu hitan, jin, dan kuasa setan lainnya, harus dilepaskan dan bertobat supaya kita masuk dalam kerajaan sorga untuk bertemu Tuhan Yesus dan orang-orang kudus lainnya.
Usai renungan, ibadah ditutup dengan Nyanyian Bahasa Mee nomor : 41 dengan berjudul: ” Tuhan Yesus anii Epei “.
Dan Ibadah ditutup dengan doa oleh Pdt. Yonatan Pigai, S.Th bahkan dilanjutkan doa bersama orang-orang sakit.
Kami segenap Jemaat Efata Dabaa Mengucapkan Selamat Merayakan Minggu Raya pagi 25 /09 /2022. Senantiasa berkat dan Kasih Sayang Tuhan Allah Bapa disorga menyertai dan Memberkati kita Semua.
Penulis, Martinus Dumupa
[Nabire.Net]
Tinggalkan Komentar