Ibadah Minggu Pagi, 23 Oktober 2016, Di Jemaat GKIP Imanuel Kampung Bouw Nabire
Injil hari ini menuturkan bahwa beriman dan percaya kepada Yesus bukanlah hal yang mudah dan dapat dimiliki secara instan. Itulah yang terjadi pada diri para murid Yesus ketika mereka berada di dalam perahu dalam penyeberangan melewati Danau Galilea.
Demikia kutipan dari renungan Ibadah Minggu Pagi, 23 Oktober 2016, di Jemaat GKIP Imanuel Kampung Bouw, Nabire, yang dipimpin oleh Pelayan Firman, Pdt. Daud Pigome S.Th M.Mis, dengan mengambil bacaan dari Injil Matius 8:23-27.
Dikisahkan, Yesus berada bersama para murid, namun Ia sedang tertidur pulas ketika angin ribut menggoncangkan perahu yang ditumpangi. Para murid panik, lalu membangunkan Yesus sambil berteriak: Tuhan, tolonglah kita binasa!” Rupa-rupanya kedekatan dan berada bersama Yesus selama sekian waktu yang dilewati, belum membentuk kedewasaan iman para murid. Teriakan kita binasa menunjukkan kecemasan, ketakutan, dan kekhawatiran akan masa depan kehidupan yang bakal mereka alami. Hanya karena Yesus sedang tidur saja telah membuat mereka panik. Padahal Ia masih satu perahu dengan mereka. Apa jadinya kalau Yesus sudah berpisah dan meninggalkan mereka untuk berjuang sendirian. Sekali lagi kedekatan dan berada bersama Yesus belum menjadi jaminan kematangan iman para murid.
Oleh karena itu, sebelum Yesus menghardik angin dan danau, terlebih dahulu Ia menantang keyakinan para pengikutinya. ”Mengapa kalian takut, hai orang yang kurang percaya.” Bagi Yesus, memulihkan kondisi danau bukanlah hal yang terutama, tetapi memulihkan iman para murid untuk tetap yakin dan percaya akan kuasa dan kebesaran-Nya, itu yang terpenting. Proses pematangan iman para murid lebih penting daripada masalah angin ribut. Dengan demikian, iman selalu menjadi kekuatan yang kokoh dalam menghadapi setiap masalah, dan bukan sebaliknya. Menunggu ada masalah, baru ada iman. Apapun masalah yang kita hadapi, tidak akan menimbulkan kepanikan dan kecemasan bila iman akan kuasa dan kehadiran-Nya menjadi sandaran utama kita.
Pdt. Daud Pigome mengatakan, hidup di dunia penuh dengan berbagai tantangan, setiap saat dan waktu kita telah kita lewati, ada badai hidup seakan-akan kita berada di tengah laut tanpa ada nahkoda, di udara tanpa ada pilot, di darat tanpa ada sopir, oleh karena itu kita membutuhkan Yesus Kristus dalam memimpin perjalanan hidup kita dari waktu ke waktu, dimanapun kita berada.
Badai kehidupan yang akan datang akan sangat dahsyat, oleh karena itu kita perlu berpegang teguh pada Yesus supaya tidak terjatuh dalam pusaran badai. maka kami tetap Teguh dalam Tuhan supaya kami tdk terjatuh dalam Pusara Badai ini. Bila kita memiliki Yesus pasti Dia ada bersama kita dimanaun kita berada. Semoga Tuhan senantiasa bersama kita hingga Maranatha.
[Nabire.Net]



Leave a Reply