Ibadah Minggu Pagi, 20 November 2016, Di Jemaat GKI Siloam Sanoba Nabire
Ibadah Minggu Pagi, 20 November 2016 di GKI Siloam Sanoba Nabire di pimpin oleh Pdt. Ema Windesi, S.Pak dengan mengambil pembacaan firman Tuhan dari kitab Hakim-Hakim 3:12-30 “Ehud”.
Dalam kotbahnya Pdt. Ema Windesi mengatakan bahwa pembacaan firman Tuhan saat ini masi berbicara tentang para pahlawan yang dibangkitkan Tuhan untuk menolong dan melepaskan bangsa Israel dari penindasan yang di lakukan oleh bangsa-bangsa di sekitar mereka sebagai akibat dari kejahatan yang dilakukan oleh mereka terhadap Tuhan dan hal ini dapat kita lihat pada ayat 12 “Tetapi orang Israel melakukan apa yang jahat di mata TUHAN; lalu Eglon raja Moab, diberi TUHAN kuasa atas orang Israel, oleh sebab mereka telah melakukan apa yang jahat di mata TUHAN”.

Pdt.Ema Windesi juga memberikan thema perenungan pada minggu pagi ini adalah “Hanya setia saat krisis” yang artinya bahwa bangsa Israel dalam kehidupan mereka baru akan mencari Tuhan Allah ketika mereka hidup dalam penderitaan dan penindasan serta perbudakan. Dan ketika Tuhan sudah membebaskan mereka oleh para pahlawan yang telah Dia bangkitkan seperti pada pembacaan firman saat ini dimana Tuhan memilih Ehud untuk membebaskan bangsa Israel dari tangan Eglon raja Moab, biasanya ketika hidup mereka telah aman dan tentram mereka akan kembali melakukan kejahatan kepada Tuhan dengan perbuatan mereka.
Kehidupan bangsa Israel juga sama seperti kehidupan kita saat ini, kadang kala kita menempatkan Tuhan pada nomor kesekian dari prioritas kehidupan kita, tetapi ketika kesusahan, sakit penyakit dan tekanan ekonomi menimpah kehidupan kita barulah kita memprioritaskan Tuhan dan menomor satukan Dia dalam hidup kita.
Seharusnya kehidupan bangsa Israel sebagaimana termuat dalam kitab Hakim-Hakim yang menjadi fokus pembacaan pada bulan november 2016 di Klasis GKI Paniai dengan mengusung thema “Pahlawan Iman” memberikan contoh kepada kita bahwa kita tidak boleh meninggalkan Tuhan baik hidup kita senang (nyaman) atau tidak (krisis).
Memang kadang kala kenyamanan meninabobokan kita dan membuat kita melupakan Tuhan dan bencana, penderitaan dan masalah dalam kehidupan keluarga akan membawa kita lebih dekat kepada-Nya dengan maksud agar Tuhan menolong kita.




Leave a Reply