INFO NABIRE
Home » Blog » Ibadah Minggu Pagi 12 Agustus 2018 Di Gereja GKI Maranatha Malompo Nabire

Ibadah Minggu Pagi 12 Agustus 2018 Di Gereja GKI Maranatha Malompo Nabire

“Oleh sebab itu, takutlah akan Tuhan dan beribadahlah kepada-Nya dengan tulus ikhlas dan setia. Jauhkanlah allah yang kepadanya nenek moyangmu telah beribadah di seberang sungai Efrat dan di Mesir, dan beribadahlah kepada Tuhan.” (Yosua 24:14).

Demikian kutipan pembacaan firman Tuhan yang terangkat dari Kitab Yosua 24:1-28, pada Ibadah Minggu Pagi 12 Agustus 2018, di Gereja GKI Maranatha Malompo, Nabire.

Ibadah ini dilayani oleh pelayan firman Pdt. D.Situru S.Th, dengan nats firman Tuhan ‘Pembaruan perjanjian di Sikhem’.

Dalam khotbahnya, Pdt. D. Situru S.Th mengatakan, setelah berhasil membawa bangsa Israel menduduki dan mendiami Tanah Perjanjian untuk beberapa waktu lamanya, usia Yosua semakin bertambah tua. Menyadari bahwa masa hidupnya tidak akan lama lagi, Yosua mengumpulkan seluruh orang Israel termasuk para pemimpin tiap-tiap suku di Sikhem. Untuk apa? Dalam tradisi Israel, bila seorang pemimpin sudah berusia lanjut, dimana masa tugasnya akan berakhir dan kematiannya sudah sangat dekat, ia akan mengumpulkan seluruh rakyatnya untuk menyampaikan pidato perpisahan yang berisi nasihat atau pesan-pesan terakhir.

Saat berada di Sikhem ini selain menyampaikan pidato perpisahan, Yosua juga hendak mengingatkan kembali komitmen bangsa Israel kepada Tuhan. Mengapa perlu diingatkan? Karena selama ini mereka sering mengalami jatuh bangun di dalam dosa, hati gampang berubah dan tidak lagi setia kepada Tuhan padahal mereka telah mengecap kasih dan kebaikan Tuhan begitu limpahnya.

Akhirnya umat Israel pun membuat pilihan yang sama yaitu berjanji dan tetap beribadah kepada Allah yang hidup. Mereka tidak boleh main-main dengan apa yang telah diucapkan, janji itu harus benar-benar ditepati.

Sebagai umat pilihan Tuhan kita pun bisa mengalami pertolongan dan mujizat seperti yang dialami Yosua. Bila Yosua dapat dipakai secara luar biasa, kita pun bisa dipakai Tuhan, asalkan hidup kita berkenan kepadaNya. Yosua tidak dengan serta merta dipilih Tuhan; ia harus melewati proses pembentukan didikan dari Tuhan. Kesetiaannya telah teruji benar; selama mendampingi Musa ia tidak pernah memberontak, tapi memiliki hati yang taat.

Ibadah juga diisi dengan pujian dari Vokal Grup Bakal Jemaat Bukit Harapan Kali Harapan, Paduan Suara Jemaat GKI Maranatha dan Paduan Suara WYK III.

[Nabire.Net/Aprian]


Post Related

Leave a Reply

Your email address will not be published.