Ibadah Minggu Pagi 11 Februari 2018 Di Jemaat GPT Kristus Raja Nabire
Bertempat di Gereja Pentakosta Tabernakel (GPT) Jemaat Kristus Raja Kalinona Nabire, telah dilaksanakan Ibadah Minggu Pagi, 11 Februari 2018.
Ibadah tersebut dipimpin oleh Pelayan Firman Pdm. Surya Roreng, dan bahan renungan diambil dari kitab 1 Timotius 4:1-16 dengan nats ‘Tugas Timotius Menghadapi Pengajar-Pengajar Sesat”.
Dalam khotbahnya Pdm. Surya Roreng mengatakan bahwa Roh dengan tegas mengatakan bahwa di waktu-waktu kemudian (waktu sekarang akhir zaman), ada orang yang akan murtad lalu mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan oleh tipu daya pendusta-pendusta.
Rasul Paulus mengingatkan kepada Timotius yaitu dengan selalu mengingatkan hal-hal itu kepada saudara-saudara kita bahwa kita akan menjadi seorang pelayan Kristus Yesus yang baik, terdidik dalam soal-soal pokok iman kita dan dalam ajaran sehat yang telah kita ikuti selama ini.
Pelajaran yang menyimpang antara lain :
1. Mereka melarang orang kawin. (Matius 19 : 11 – 12, 1 Timotius 3 : 1 – 2, Mazmur 139 : 13)
2. Mereka melarang orang makan makanan yang diciptakan Allah.
Dalam Kisah 15 : 20 dijelaskan bahwa supaya mereka menjauhkan diri dari makanan yang telah dicermarkan berhala. Dalam 1 Timotius 4 : 4 -5 dijelaskan semua yang diciptakan Allah itu baik.
Dalam kitab “I Timotius 4 : 8 – 10” menjelaskan tentang latihan badani & latihan rohani.
1. Latihan badani vs Latihan Rohani ayat 8 – 10.
Latihan badanu hanya memberikan garansi / faedah masa kini = ilustrasi olahragawan.
– masa produktif
– tidak abadi
Latihan rohani memberi garansi / faedah. Itulah sebabnya kita berjerih payah dan berjuang karena kita menaruh pengharapan kita kepada Allah yang hidup juruselamat semua manusia terutama mereka yang percaya.
Berkat masa kini = berkat jasmani dan rohani karna Tuhan disenangkan.
Masa akan datang = masuk dalam kerajaan Allah.
Dalam kitab “Mazmur 139:13” dikatakan bahwa banyak manusia anak-anak muda tidak bisa menerima keadaan dirinya, tidak mengucap syukur, minder / tidak percaya diri, suka membandingkan dll.
Ditambahkan dalam kitab “I Timotius 4:4 dikatakan bahwa karena semua yang diciptakan Allah itu baik dan suatu pun tidak ada yang haram, jika diterima dengan ucapan syukur, sebab semuanya itu dikuduskan oleh firman Allah dan oleh doa.
Ditambahkan lagi dalam kitab “I Timotius 4:12 dijelaskan bahwa sudah saatnya kita jadi teladan contoh buat orang lain. Jadi pelaku bukan hanya penonton, jadi pemberi bukan hanya penerima, jadi aktif jangan pasif lagi, memberi teladan dalam perkataan, tingkah laku, kasih, kesetiaan, kesucian.
Jangan sia-siakan karunia yang Tuhan berikan (ayat 14)
Jangan kubur karunia / talenta yang Tuhan berikan.
Pertumbuhan rohani (ayat 15) dan selalu belajar dan intropeksi diri (ayat 16)

Ibadah juga diisi dengan puji-pujian sangkor dan jemaat.
[Nabire.Net/Eusebius.A]



Leave a Reply