INFO NABIRE
Home » Blog » Ibadah HUT Pekabaran Injil ke-167 di GKI Siloam Sanoba Nabire

Ibadah HUT Pekabaran Injil ke-167 di GKI Siloam Sanoba Nabire

Ibadah HUT Pekabaran Injil ke-167 di GKI Siloam Sanoba Nabire
(Ibadah HUT Pekabaran Injil ke-167 di GKI Siloam Sanoba Nabire)

Nabire, HUT Pekabaran Injil ke-167 Tahun di Tanah Papua dilaksanakan dalam suatu ibadah, Sabtu (05/02) bertempat di Gereja GKI Siloam Sanoba Nabire

Ibadah yang diawali dengan prosesi singkat penjemputan pelayan firman dihalam gedung gereja dengan diiringi tarian penjemputan oleh umat Tuhan yang diperankan oleh anak-anak PAR GKI Siloam selanjutnya mengantar pelayan firman sampai didalam gedung gereja dan selanjutnya dilaksanakan ibadah HUT pekabaran injil ke 167 tahun di tanah Papua.

Ibadah ini dipimpin oleh Pdt.M.Tambunan, S.Th dengan mengambil pembacaan firman Tuhan yang diturunkan oleh Sinode GKI di Tanah Papua yang terambil dari kitab injil Yohanis 9:1-12 “Orang  yang buta sejak lahirnya”.

Dalam kotbahnya Pdt.M.Tambunan mengatakan bahwa pembacaan firman Tuhan saat ini mau mengingatkan kepada kita semua bahwa kita ini adalah orang-orang yang sudah di tebus dan hidup didalam terang serta merupakan ahli waris kerajaan Allah.

Bagian firman Tuhan saat ini mengambarkan kepada kita dimana Yesus menyembuhkan orang yang buta sejak lahirnya, ketika Yesus menghampiri orang buta tersebut para murid bertanya kepada-Nya, Guru siapakah yang berdosa apakah orang ini atau orang tuanya dan kenapa dia dilahirkan buta ?.

Apa yang dikatakan oleh para murid adalah pandangan umum orang pada saat itu bahwa orang berdosa itu akan berdosa akan dihukum dan mereka yang di hukum karena dosa hal ini terjadi karena mereka melihat situasi sesamanya dan melihat penderitaan sesamanya, mereka melihat kesakitan sesamanya, bahkan kemiskinan dan mereka berdiri sebagai hakim dan berkata apakah semua ini disebabkan oleh dosa mereka atau orang tuanya.

Saat inipun hal ini masi terjadi dalam kehidupan kita dewasa ini bahwa masi banyak orang berdiri menjadi hakim atas hidup kita, ketika Tuhan mengijinkan kita ada dalam penderitaan orang akan berkata itu karena dosanya, atau dosa kedua orang tuanya atau juga dosa nenek moyangnya, tetapi kita harus ingat kata-kata Yesus bahwa segalah sesuatu terjadi atas hidup seseorang bukan karena dosanya dan juga dosa orang tunya tetapi karena pekerjaan Allah harus dinyakatan didalam dia.

Demikian juga dengan peristiwa pekabaran injil ditanah Papua yang di lakukan oleh kedua hamba Tuhan Carl Willem Ottow dan Johann Gotlob Geissler dan Gesler pada 167 tahun yang lalu dimana mereka menginjakkan kaki untuk kali pertama di pantai Mansinam dan memulai pekabaran Injil dari sana untuk tanah Papua.

Injil ini masuk di tanah Papua bukan karena kebetulah semata tetapi karena pekerjaan Allah untuk menyelamatkan orang Papua yang masih hidup dalam kegelapan.

Sama seperti orang yang dilahirkan dalam keadaan buta dan di melekan matanya oleh Tuhan Yesus demikian juga dengan orang-orang dipulau Mansinam ketika mereka menerima pemberitaan injil itu dimana mereka masi buta dan hidup dalam ketidak tahuan mereka hingga terang injil itu masuk menghampiri mereka melalui kedua hamba-Nya Ottow dan Geislser.

Kini setelah 167 tahun pekabaran injil di tanah Papua, orang Papua harus lebih dekat dengan injil dan injil seharusnya telah membawa perubahan besar bagi keberadaan orang Papua sendiri karena injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan kita.

[Nabire.Net/Siloam]


Post Related

Leave a Reply

Your email address will not be published.