INFO NABIRE
Home » Blog » BMKG Nabire Ingatkan Puncak El Nino September-November 2026

BMKG Nabire Ingatkan Puncak El Nino September-November 2026

(Kepala BMKG Nabire, Husain Kamadi)
(Kepala BMKG Nabire, Husain Kamadi)

Nabire,  Jumlah titik panas atau hotspot di Papua Tengah mengalami penurunan setelah hujan mengguyur sejumlah wilayah dalam beberapa hari terakhir. Meski demikian, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada karena kondisi kekeringan akibat fenomena El Nino belum berakhir.

Kepala BMKG Nabire, Husain Kamadi, menyampaikan saat ini terpantau dua titik hotspot di wilayah Papua Tengah. Keduanya berada di Kabupaten Nabire.

Informasi tersebut disampaikan Husain dalam wawancara di LPP RRI, Senin (31/8/2026). Ia menjelaskan, perkembangan titik panas menunjukkan tren yang cukup positif setelah hujan turun dalam dua hari terakhir.

Bahkan, berdasarkan hasil pemantauan BMKG, jumlah hotspot sempat berada pada angka nol. Namun, dalam pemantauan berikutnya kembali ditemukan dua titik panas dengan tingkat intensitas sedang.

Dua Hotspot Terdeteksi di Nabire

Husain menerangkan, data tersebut merupakan hasil pemantauan dalam rentang waktu 24 jam, mulai pukul 02.00 hingga pukul 02.00 pada hari berikutnya.

Penurunan jumlah titik panas tidak serta-merta berarti risiko kebakaran lahan telah hilang. BMKG tetap meminta masyarakat berhati-hati terhadap berbagai kegiatan yang dapat memicu kebakaran, khususnya di area terbuka dengan kondisi vegetasi dan tanah yang masih kering.

Masyarakat diimbau menghindari pembakaran lahan maupun sampah secara terbuka. Puntung rokok juga tidak boleh dibuang sembarangan karena berpotensi menjadi sumber api ketika berada di lahan yang kering.

Kondisi ini menjadi penting diperhatikan karena hujan yang mulai turun belum mampu mengubah kondisi curah hujan secara signifikan.

Hujan Diprediksi Turun, tetapi Curah Hujan Masih Rendah

BMKG memperkirakan Nabire dan sejumlah wilayah Papua Tengah masih memiliki peluang hujan selama sepekan ke depan. Namun, intensitasnya diprediksi berada pada kategori ringan hingga sedang.

Dengan kondisi tersebut, hujan memang dapat membantu mengurangi titik panas, tetapi belum cukup untuk mengakhiri potensi kekeringan.

Menurut Husain, fenomena El Nino menjadi salah satu faktor yang memengaruhi rendahnya curah hujan di Papua Tengah.

“Dampak dari El Nino sendiri akan mengurangi curah hujan yang akan jatuh di wilayah Papua Tengah, khususnya di Kabupaten Nabire,” jelas Husain.

Berdasarkan analisis BMKG, curah hujan di Kabupaten Nabire hingga September 2026 diperkirakan masih berada pada kategori rendah, sekitar 0–50 milimeter per bulan.

Situasi tersebut membuat masyarakat perlu lebih bijak dalam menggunakan persediaan air. Penghematan air menjadi salah satu langkah penting untuk menghadapi periode kering yang masih berpotensi berlangsung.

“Potensi kekeringan masih akan berlangsung sampai dengan bulan September. Untuk itu masyarakat tetap menjaga dan mengurangi penggunaan air dengan semaksimal mungkin,” kata Husain.

El Nino Sangat Kuat Diperkirakan Memuncak September-November

Ancaman kekeringan juga belum sepenuhnya selesai setelah September. BMKG menyebut fenomena El Nino kategori sangat kuat masih berpotensi memberikan dampak hingga awal 2027.

Husain mengatakan periode yang diperkirakan menjadi puncak El Nino sangat kuat berlangsung pada September, Oktober, dan November 2026.

“Untuk El Nino sangat kuat ini akan masih terjadi sampai awal tahun 2027, sampai dengan Januari 2027. Puncaknya terjadi pada September, Oktober, November,” ungkapnya.

Setelah itu, proses pelemahan fenomena El Nino diperkirakan masih berlangsung hingga triwulan pertama 2027 atau sekitar Maret.

Masyarakat Diminta Tetap Waspada

Penurunan hotspot di Papua Tengah menjadi perkembangan positif bagi masyarakat, terutama setelah hujan mulai turun. Namun, kondisi tersebut tidak boleh membuat kewaspadaan berkurang.

Curah hujan yang masih rendah membuat lahan berpotensi kembali mengering apabila hujan tidak turun secara konsisten. Karena itu, aktivitas pembakaran terbuka perlu benar-benar dihindari.

BMKG juga mengingatkan masyarakat Nabire untuk tidak berlebihan menggunakan air. Hujan yang turun dalam beberapa hari terakhir sebaiknya dipandang sebagai bantuan sementara, bukan tanda bahwa ancaman kekeringan telah sepenuhnya berakhir.

Dengan potensi El Nino yang masih berlangsung hingga awal 2027, kewaspadaan terhadap kebakaran lahan dan pengelolaan air perlu dilakukan secara berkelanjutan.

[Nabire.Net]

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.