INFO NABIRE
Home » Blog » Hilal 1 Syawal 1447 H Tidak Terlihat di Provinsi Papua Tengah

Hilal 1 Syawal 1447 H Tidak Terlihat di Provinsi Papua Tengah

Nabire, 19 Maret 2026 – Kegiatan pemantauan hilal untuk penentuan awal Syawal 1447 Hijriah yang dilaksanakan di Pantai Menase, Kabupaten Nabire, pada Kamis (19/3/2026), terpaksa dihentikan sementara akibat kondisi cuaca yang tidak mendukung.

Kepala Kantor Kementerian Agama kabupaten Nabire, Robert Wopairi, S.Th, sebelum proses pengamatan berlangsung menyampaikan bahwa Kementerian Agama dalam penetapan jatuhnya bulan-bulan hijriah termasuk Syawal, berpegang teguh pada kriteria yang ditetapkan oleh MABIMS (Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura).

“Kriteria ini menetapkan bahwa hilal dapat dinyatakan terlihat jika memenuhi dua syarat, yaitu tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi (jarak sudut bulan-matahari) minimal 6,4 derajat,” ujar Kepala Kemenag Nabire.

Robert juga menyoroti perbedaan pandangan atau metode yang sering terjadi dalam bulan hijriah. Ia menyatakan hal tersebut sangatlah lumrah terjadi dalam khazanah Islam, dan mengajak masyarakat untuk tetap rukun.

“Yang terpenting adalah bagaimana kita menyikapi perbedaan tersebut dengan bijak, menjaga persatuan, dan menghormati keputusan yang diambil oleh pemerintah melalui Sidang Isbat. Kebersamaan dan persatuan umat adalah kunci dalam menjalankan ibadah dan merayakan hari besar Islam,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Stasiun Geofisika BMKG Nabire, George F.A. Muabuay, S.Si., M.Sc, menjelaskan bahwa mereka telah melaksanakan pengamatan hilal sesuai dengan tugas pokok dan fungsi di Stasiun Geofisika Nabire.

“Benar, kami dari BMKG melakukan pengamatan hilal pada Kamis, 19 Maret 2026. Namun pengamatan tidak dilakukan hingga selesai karena kondisi cuaca tidak mendukung, yakni hujan dan awan tebal di bagian barat, sehingga pengamatan harus dihentikan,” jelasnya, saat dimintai keterangannya oleh Nabire.Net.

Pemantauan hilal merupakan salah satu metode penting dalam penentuan awal bulan Hijriah, termasuk Hari Raya Idulfitri, yang sangat dinantikan oleh umat Muslim.

Terpisah, Kepala Seksi Bimas Islam Kementerian Agama Kabupaten Nabire, Evi Sofia Faridah, menyampaikan bahwa pemantauan hilal yang sedianya dilakukan pada sore hari tersebut tidak dapat berjalan maksimal karena hujan serta awan tebal yang menutupi bagian barat langit.

“Rencananya dilakukan pemantauan hilal di Pantai Menase, namun karena cuaca tidak mendukung, maka pemantauan sementara dihentikan,” ujarnya kepada Nabire.Net.

Ditambahkan Evi, pemantauan hilal untuk Jumat besok sudah tidak dilakukan lagi karena sidang isbat sudah dilaksanakan Kamis malam ini (19/03).

Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah pihak terkait, di antaranya Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nabire, Kepala Subbagian Tata Usaha Kemenag Nabire, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Nabire, Wakil Ketua Harian Badan Kesejahteraan Masjid (BKM) Nabire, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PC NU) Nabire, para Kepala KUA Nabire, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Nabire beserta staf, serta Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) Kabupaten Nabire.

[Nabire.Net]

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

flyer tribal baru
previous arrow
next arrow