Kekalahan demi kekalahan yang di derita Pasukan Mutiara Hitam saat melakoni babak Asian Football Club (AFC) melawan Al Qadsia di perampat final dan babak delapan besar Indonesia Super League (ISL) melawan Semen ‘Kabau Sirah’Padang serta Arema ‘Singo Edan’ Malang membuat mental Juara Persipura terpuruk. Hal ini membuat Ketua Pemuda Port Numbay, Rudy Mebri angkat bicara.
“Manajemen harus melihat hal ini, perlu manajemen segera melakukan tindakan yang diperlukan,” tegas Ketua Pemuda Adat Port Numbay, Rudi Mebri saat ditemui di Pressrom Walikota Jayapura, Senin (13/10) petang.
Rudy Mebry mengemukakan manajemen Persipura Jayapura harus duduk bersama guna mengevaluasi sisa pertandingan ketiga dalam laga Indonesia Super League (ISL) tahun 2014.
Pasalnya, Rudy menilai ada sesuatu yang kurang pas di mata pendukung Persipura Mania, sehingga grafik Persipura Jayapura menurun, setelah menonton tiga pertandingan baik melawan Al Qadsia (Kuwait), Semen Padang, dan Arema Malang kinerja Persipura Jayapura.
Menurut Rudy, hal ini juga lantaran Jaksen Fereira Thiago atau biasa di sapa JT melatih di dua klub sepakbola yakni Sekolah Sepak Bola (SSB) di Purwakarta dan Persipura Jayapura.
“Jadi, bagi saya pihak manajemen itu harus duduk untuk memperhatikan kembali, karena masih ada tiga peluang. Dan, apabila tidak diperbaiki dengan sesingkat – singkatnya dikuatirkan kekalahan terus akan dialami tim Persipura Jayapura,” tegas Rudy.
Pemerhati sepakbola Jayapura dari kalangan media, Victor Mambor menilai Persipura sedang berada pada titik balik dari semua prestasinya selama ini. Salah satu masalah yang membuat kondisi Persipura saat ini, menurutnya, mungkin saja terletak pada pelatih. Persipura harus melakukan refreshing terkait kejenuhan yang terjadi saat ini. JT yang sudah lima tahun menukangi punggawa Papua dalam persepakbolaan haruslah diganti.
“Bagi fans Persipura, mungkin kemenangan adalah harga mati. Namun sepakbola adalah game, permainan. Harus menghibur dan atraktif. Ini yang saya lihat hilang dari permainan Persipura. Soal kalah atau menang, buat saya sama saja. Tapi Persipura harus memberikan tontonan yang menarik saat bermain di kandang.” kata Mambor.
Menurutnya, JT sudah tidak memiliki tantangan lagi di Persipura. Ini terlihat jelas saat Persipura dihancurkan Al Qadsia 0-6 di kandang sendiri. Padahal, di kandang lawan, Persipura bisa mencetak gol.
“JT mungkin sudah tidak fokus lagi dengan Persipura. Ini harus cepat menjadi perhatian manajemen. Waktu lawan Al Qadsia, anak saya saja tahu kalau permainan Persipura jelek,” ujarnya.
Leave a Reply