INFO NABIRE
Home » Blog » Gubernur Lukas Enembe Akan Laporkan Diskriminasi Atas Warga Papua Di Yogya Kepada Presiden Jokowi

Gubernur Lukas Enembe Akan Laporkan Diskriminasi Atas Warga Papua Di Yogya Kepada Presiden Jokowi

5

Kunjungan Gubernur Lukas ke Yogyakarta bersama rombongan membawa agenda untuk bertemu dengan mahasiswa Papua di Yogya dan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, membahas unjuk rasa anarkis beberapa waktu lalu yang dilakukan para mahasiswa asal Papua

Namun kunjungan Lukas Enembe saat ingin berdialog dengan mahasiswa Papua di Asrama Kamasan mendapat blokade dari aparat kepolisian.

“Pas saya mau ke asrama mahasiswa Papua, rombongan kami diblokade polisi di jalan. Yang mau datang berkunjung ke asrama Papua dicegat polisi,” ujar Lukas, saat berpidato di tengah-tengah ratusan mahasiswa Papua.

Menurut Lukas, sweeping tersebut menunjukkan warga Papua di Yogyakarta hidup dalam bayang-bayang intimidasi.

“Kita warga negara Indonesia berhak hidup di pulau mana saja yang ada di Indonesia. Kita punya hak hidup tanpa intimidasi,” katanya.

Di hadapan ratusan mahasiswa Papua, Lukas mengatakan akan melaporkan tindak diskriminasi yang dialami warga Papua di Yogyakarta kepada Presiden Joko “Jokowi” Widodo.

“Kami akan sampaikan kondisi di Yogyakarta seperti ini,” ujar Lukas.

Dia mengatakan warga Papua juga adalah warga Indonesia dan memiliki hak yang sama dengan warga negara lainnya. Mereka berhak hidup di daerah mana pun di Indonesia tanpa diskriminasi dan intimidasi.

“Kalau ada yang bilang kamu kera, jawab saja tidak ada kera di Papua. Habitat asli kera Indonesia justru tersebar di Sumatera, Jawa dan Kalimantan,” tutur Lukas.

Sementara, merujuk kepada garis Wallace, garis imajiner yang memisahkan wilayah geografis sebaran hewan di Asia dan Australia. Hewan di Indonesia bagian barat, kata Lukas berhubungan dengan Asia, sementara di bagian timur berhubungan dengan Negeri Kanguru.

Dia juga menilai tindakan sejumlah organisasi massa yang berdemonstrasi di depan asrama dan meneriaki mahasiswa dengan kata-kata bernada rasis sudah di luar batas. Terlebih saat peristiwa itu terjadi, polisi justru tengah menjaga ketat Asrama Yogyakarta selama 3 hari.

Post Related

Leave a Reply

  • mosaba
    5 August, 2016 15:56 at 15:56

    Semua akan indah pada waktunya….Tuhan tahu kalau kitorang trabs tinggal satu rumah dengan dorang karena dimulut dorang bilang kitong sodara tp dorang ada lakukan strategi pemusnahan org Papua scr sistematis dan terencana dng baik….krn dorang adopsi kitong biar dorang bs ambil kitong pu harta…
    Tuhan Yesus jaga dan lindungi kami dari tangan2 yg serakah ini dan biarlah Tuhan Yesus mau ampuni mereka sebab mereka tdk tahu apa yg mereka perbuat…

  • mosaba
    5 August, 2016 15:44 at 15:44

    Memang kitorang ini anak angkat jg dorang perlakukan kitong seperti binatang….tp semua Tuhan ijinkan terjadi biar dunia tahu kalau itulah cara bangsa Indonesia memperlakukan org papua,sehingga dorang trabs mengelak lagi…Indonesia itu identik dengan Jawa sehingga Tuhan ijinkan situasi ini terjadi di pulau Jawa….

  • mia khalifa
    5 August, 2016 12:47 at 12:47

    Binatang dorang…dorang punya orang2 datang tinggal di papua sni tong kasi tempat buat dorang tong bikin dorang baik…bru dorang bikin tong pny saudara2 papua di sna begitu…lebih baik tong usir dorang dr tanah papua sdh….goblok…dorang yg binatang…ajing babi puki lobang dorang…lebih baik papua merdeka sdh supaya usir dorang dr atas tanah papua

Your email address will not be published.