GMKI Nabire Gelar Seminar Wawasan Kebangsaan, Ajak Generasi Muda Jadi Pemimpin Masa Depan
Nabire, Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Nabire menggelar Seminar Wawasan Kebangsaan sekaligus menyerahkan penghargaan kepada para pemenang lomba esai dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula RRI Nabire, Rabu (19/8/2026).
Seminar ini menjadi ruang bagi pelajar dan mahasiswa untuk memperluas pemahaman mengenai kebangsaan sekaligus mengembangkan kreativitas. Sejumlah tokoh turut hadir sebagai narasumber, di antaranya Sekretaris BMP RI Papua Ali Kabiay, Ketua GAMKI Papua Tengah sekaligus Wakil Ketua Komisi V DPR Papua Tengah Anis Labene, serta Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPR Papua Tengah Peter Worabay.
Anis Labene menilai kegiatan yang melibatkan generasi muda memiliki nilai penting dalam mengisi kemerdekaan. Menurutnya, kreativitas dan kemampuan berpikir harus terus dikembangkan sebagai bagian dari persiapan menuju kepemimpinan di masa mendatang.
“Generasi muda perlu mengisi kemerdekaan melalui kegiatan kreatif dan mempersiapkan diri menjadi pemimpin masa depan,” ujar Anis.
Apresiasi juga disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire Dina Pidjer. Ia menegaskan bahwa wawasan kebangsaan tidak berhenti pada pemahaman terhadap Pancasila maupun UUD 1945, tetapi perlu diterapkan melalui sikap dan tindakan dalam kehidupan sehari-hari.

“Generasi muda adalah masa depan Nabire dan Indonesia. Karena itu, ikuti kegiatan ini dengan baik agar menjadi bekal dalam kehidupan,” katanya.
Dina Pidjer yang mewakili Pemerintah Kabupaten Nabire kemudian membuka seminar secara resmi. Setelah sesi seminar, kegiatan dilanjutkan dengan pemberian penghargaan kepada peserta lomba esai.
24 Peserta Lolos Verifikasi
Ketua Tim Caretaker DPC GAMKI Kabupaten Nabire Yusuf Simbiak menjelaskan bahwa lomba esai tersebut awalnya dirancang untuk menjaring sekitar 100 peserta. Sasaran peserta terdiri atas pelajar dari tujuh sekolah serta mahasiswa.

Pendaftaran berlangsung pada 13 hingga 17 Agustus 2026. Dari proses pendaftaran, panitia mencatat 28 karya masuk. Setelah dilakukan pemeriksaan, ditemukan beberapa peserta yang mengirimkan karya lebih dari satu kali. Hasil verifikasi akhirnya menetapkan 24 peserta sebagai peserta yang sah.
Panitia kemudian menetapkan lima kategori utama penghargaan, yakni juara pertama, kedua, ketiga, serta juara harapan satu dan dua. Lima peserta lainnya juga memperoleh medali sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka.
Total hadiah yang disediakan mencapai Rp10 juta. Juara pertama memperoleh uang pembinaan Rp4 juta, juara kedua Rp3 juta, juara ketiga Rp2 juta, sementara juara harapan satu dan dua masing-masing mendapatkan Rp500 ribu.
Dorong Budaya Menulis di Era Digital
Yusuf Simbiak berharap lomba esai tidak sekadar menjadi bagian dari rangkaian peringatan kemerdekaan, tetapi mampu menghidupkan kembali budaya menulis di kalangan pelajar dan mahasiswa.
Menurutnya, perkembangan teknologi seharusnya tidak membuat generasi muda meninggalkan kemampuan menuangkan gagasan melalui tulisan. Sebaliknya, teknologi dapat menjadi sarana pendukung untuk mengembangkan kreativitas.
“Menulis membutuhkan keterampilan dan proses. Karena itu, generasi muda perlu terus dilatih untuk menghasilkan karya berdasarkan pemikiran sendiri,” kata Yusuf.
Kegiatan GMKI Nabire tersebut diharapkan dapat menjadi ruang pembinaan bagi generasi muda sekaligus memperkuat wawasan kebangsaan. Melalui kegiatan edukatif, kreativitas, dan budaya menulis, pelajar serta mahasiswa di Nabire didorong untuk mengambil peran lebih besar dalam pembangunan daerah dan masa depan Indonesia.
[Nabire.Net/Marten Dogomo]





Tinggalkan Komentar