INFO NABIRE
Home Ā» Blog Ā» “Gereja Harus Menjadi Berkat Bagi Jiwa-Jiwa”, Ibadah Minggu Pagi, 21 Agustus 2016, Di Jemaat Pentakosta Tabernakel Karadiri Wanggar Nabire

“Gereja Harus Menjadi Berkat Bagi Jiwa-Jiwa”, Ibadah Minggu Pagi, 21 Agustus 2016, Di Jemaat Pentakosta Tabernakel Karadiri Wanggar Nabire

2

Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan. (Kis 2:47).

Demikian kutipan salah satu ayat yang terangkat dari bacaan Firman Tuhan yang menjadi bahan khotbah dan renungan pada Ibadah Minggu Pagi, 21 Agustus 2016, di Jemaat Pentakosta Tabernakel Karadiri, Distrik Wanggar Nabire.

Ibadah tersebut dipimpin Pdt. Herry Purwaka, dengan mengambil pembacaan dari Kisah Para Rasul 2:41-47.

Dalam khotbahnya, Pdt Herry Purwaka mengatakan, Ā Jemaat mula-mula dalam Kisah Para Rasul 2: 41-47, adalah orang-orang yang merespons Kotbah Petrus. Setelah mereka menjadi percaya, mereka mengembangkan sebuah komunitas persekutuan yang berpusat pada Kristus. Mereka memberi diri mereka dibaptis sebagai tanda bahwa mereka diselamatkan, mendasari komunitas mereka di dalam doa dan firman.

Kebiasaan mereka belajar Firman dan doa menjadi landasan dalam persekutuan mereka, serta mengupayakan yang terbaik bagi sesama anggota komunitas yang lain. Mereka memberikan apa yang mereka punya untuk memastikan bahwa anggota lain dalam komunitas mereka tercukupi kebutuhannya.

Komunitas ini melakukan semua hal diatas dengan gembira dan tulus hati, artinya bahwa tidak ada keterpaksaan dan keegoisan, yang ada adalah kebaikan hati yang muncul sebagai respons mereka kepada Kristus. Hal inilah yang membuat mereka bertumbuh secara pribadi juga secara komunitas, disukai banyak orang, bertambah jumlahnya, dan menjadi sarana orang-orang lain datang mengenal Kristus.

Lebih lanjut Pdt. Herry Purwaka mengatakan, gereja yang bagaimanakah yang patut disebut sebagai gereja impian atau idaman bagi orang Kristen?Ā  Mungkin banyak di antara kita yang akan menjawab bahwa gereja impian dan berdampak adalah:Ā  gereja yang digembalakan oleh hamba Tuhan terkenal dengan gelar dari sekolah teologia luar negeri, memiliki gedung yang besar dengan kapasitas ribuan jemaat, berada di kawasan yang strategis dan anggota jemaatnya dari kalangan menengah ke atas sehingga jumlah uang persembahan yang dihasilkan di tiap-tiap session ibadah bisa ratusan juta rupiah dan sebagainya.Ā  Itu adalah menurut penilaian atau kriteria manusia.Ā  Sah-sah saja;Ā  siapa yang tidak bangga punya gereja atau jemaat yang demikian?

Adalah wajar jika kita seringkali salah dalam menilai dan mengukur keberadaan gereja.Ā  Namun ketahuilah bahwa ukuran ideal sebuah gereja sangat ditentukan oleh kebenaran firman tuhan sebagai landasan utama, dan kualitas jemaatnya bukan berdasarkan pada apa yang terlihat secara kasat mata.Ā  Kualitas jemaat berbicara tentang karakter jemaat.Ā  Sudahkah setiap jemaat mengalami pertumbuhan rohani atau telah mencapai kedewasaan iman.

Keberadaan gereja Tuhan harus benar-benar menjadi berkat bagi jiwa-jiwa yang dilayani sehingga tidak ada lagi istilah ‘Kristen jalan-jalan’ atau orang Kristen yang berpindah-pindah gereja karena merasa tidak cocok dengan gereja tertentu.Ā  Tidak hanya itu, gereja juga harus memberi dampak yang baik di tengah-tengah dunia ini, bukan menjadi batu sandungan, melainkan mampu menjadi kesaksian bagi orang-orang yang belum percaya kepada Kristus.

Ibadah juga diisi dengan Paduan Suara dari anak-anak sekolah minggu.

[Nabire.Net]

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.