“Gereja Bukan Hanya Gedungnya Tapi Hendaknya Jadi Tempat Persekutuan Umat”

Nabire – Gereja bukan hanya gedung maupun bangunan secara fisik, tapi hendaknya dapat menjadi tempat persekutuan umat.
Hal itu disampaikan Vikjen Keuskupan Timika, Romo Marthen Ekowaiby Kuayo Kuayo Pr, saat melakukan peletakan batu pertama pembangunan Gereja Katolik Santo Antonius Paroki Kristus Sahabat Kita, Bumi Wonorejo Nabire, sekaligus meresmikan Gedung Aula, Jumat (06/09).

Kata Romo Marthen, segala pembangunan gedung gereja dipertanggungjawabkan oleh umat setempat sehingga umat merasa memiliki gereja tersebut.

Di tempat yang sama, Ketua Quase Gereja Katolik Santo Antonius Bumi Wonorejo, Petrus Tekege,SH. mengucapkan terima kasih kepada Uskup Timika Diosesan Administrator dan Donatur, serta Seluruh umat Gereja Santo Antonius Bumi Wonorejo dan semua pihak untuk dukungan baik moril maupun materil, sehingga pembangunan Aula bisa selesai.

Lanjut Petrus, untuk menyelesaikan pembangunan gereja baru dibutuhkan dana sebesar 12 Miliar, sehingga tentu gereja sangat membutuhkan dukungan baik dari warga jemaat, pemerintah daerah dan semua pihak.

Acara dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti peresmian Aula oleh Bapak Osea Petege bersama Romo Marthen Kuayo.

Kegiatan Peresmian tersebut dihadiri oleh umat Katolik, perwakilan pemerintah daerah, para donatur serta tamu undangan.
Sementara tema acara yaitu “Sebab dimana Dua atau tiga Orang berkumpul dalam nama ku, disitu Aku ada ditengah-Tengah mereka (Matius 18:20)”, dan sub tema “Membangun umat Allah di Aula Santo Antonius Bumi Wonorejo dalam semangat Cinta kasih”.
[Nabire.Net/Jhon Piyaiyepai Magai]


Leave a Reply