INFO NABIRE INFO PAPUA TENGAH
Home » Blog » Festival Kopi Papua Tengah 2026, Juri Nilai Barista hingga Kualitas Biji Kopi

Festival Kopi Papua Tengah 2026, Juri Nilai Barista hingga Kualitas Biji Kopi

(Festival Kopi Papua Tengah 2026, Juri Nilai Barista hingga Kualitas Biji Kopi)
(Festival Kopi Papua Tengah 2026, Juri Nilai Barista hingga Kualitas Biji Kopi)

Nabire, Festival Kopi Papua Tengah 2026 menjadi ajang bagi barista, petani kopi, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta kedai kopi untuk menunjukkan kualitas dan kemampuan mereka. Pada hari kedua pelaksanaan, tim juri melakukan penilaian terhadap sejumlah kategori lomba di Aula KSK Bukit Meriam, Nabire, Papua Tengah, Sabtu (31/10/2026).

Ketua Panitia Festival Kopi Papua Tengah 2026, Andreas Gobai, S.Sos., M.A., mengatakan penilaian dilakukan untuk menentukan peserta terbaik berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan pada setiap kategori. Proses tersebut melibatkan tim juri yang memiliki kompetensi di bidangnya.

Menurut Andreas, terdapat empat kategori utama yang dinilai, yakni barista terbaik, stan terbaik, biji kopi terbaik, serta stan dengan jumlah kopi terbanyak. Penilaian mencakup peserta dari delapan kabupaten di Provinsi Papua Tengah dan para pelaku usaha yang berpartisipasi dalam festival.

Ia menegaskan, panitia memberikan kewenangan penuh kepada tim juri untuk menentukan hasil perlombaan tanpa campur tangan penyelenggara.

“Tim penilai yang kami libatkan betul-betul orang-orang yang kompeten. Mereka sudah melakukan penilaian secara jujur, arif, dan objektif terhadap seluruh stan yang ada di arena Festival Kopi Papua Tengah ini,” ujar Andreas.

Penilaian Berdasarkan Keterampilan dan Kualitas Produk

Setiap kategori memiliki indikator penilaian yang berbeda. Dalam perlombaan barista terbaik, juri memperhatikan keterampilan peserta, kemampuan mengolah kopi, tahapan kerja, serta teknik penyajian.

Sementara itu, kategori stan terbaik berfokus pada penilaian stan peserta sesuai dengan kriteria yang ditetapkan panitia dan tim juri.

Untuk kategori jumlah kopi terbanyak, penilaian didasarkan pada kuantitas kopi yang dibawa oleh masing-masing kabupaten, termasuk pengolahan dan penyajiannya. Adapun kategori biji kopi terbaik mempertimbangkan mutu produk, bukan semata-mata jumlah biji kopi yang ditampilkan.

Menurut Andreas, perbedaan kriteria tersebut diperlukan agar penilaian dapat mencerminkan kemampuan peserta dari berbagai aspek, mulai dari keterampilan individu hingga kualitas komoditas kopi yang dihasilkan.

Panitia menjadwalkan pengumuman para pemenang pada akhir rangkaian kegiatan festival. Acara penutupan direncanakan berlangsung pukul 15.00 WIT. Para peserta yang berhasil meraih penghargaan juga akan memperoleh apresiasi dari panitia.

Panitia Akui Masih Ada Kekurangan

Andreas mengakui Festival Kopi Papua Tengah 2026 masih berada pada tahap awal pengembangan sehingga sejumlah aspek penyelenggaraan perlu dievaluasi. Meski demikian, ia menilai kegiatan tersebut penting sebagai ruang bagi para pelaku industri kopi lokal untuk memperkenalkan produk, mengasah keterampilan, dan memperoleh pengakuan atas hasil kerja mereka.

Ia berharap penyelenggaraan festival pada tahun-tahun berikutnya dapat dipersiapkan secara lebih matang melalui dukungan dan keterlibatan pemerintah kabupaten maupun pemerintah provinsi.

Menurutnya, keberlanjutan kegiatan semacam ini diperlukan agar pengembangan kopi Papua Tengah tidak berhenti pada promosi semata, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas produk dan kemampuan sumber daya manusia.

Generasi Muda Papua Diminta Konsisten

Selain memberikan ruang bagi pelaku usaha, Festival Kopi Papua Tengah 2026 juga diharapkan mampu mendorong keterlibatan generasi muda dalam industri kopi. Andreas mengingatkan bahwa ketertarikan terhadap kopi lokal harus disertai kemauan belajar, konsistensi, dan kesungguhan untuk mengembangkan kemampuan.

“Yang pertama adalah konsisten. Jangan hanya bangga sebagai anak Papua, tetapi tidak konsisten. Harus mau belajar dan menekuni bidang yang digeluti, baik sebagai barista maupun petani kopi,” tegasnya.

Ia menambahkan, petani perlu menjaga kualitas hasil perkebunan, sedangkan barista harus terus meningkatkan keterampilan dan profesionalitas dalam mengolah serta menyajikan kopi.

Andreas menilai, penguatan reputasi kopi Papua Tengah harus berjalan seiring dengan peningkatan mutu produk dan kualitas sumber daya manusia. Nama besar kopi daerah, menurutnya, perlu didukung hasil perkebunan yang baik serta tenaga profesional yang mampu bersaing.

Melalui Festival Kopi Papua Tengah 2026, panitia berharap terbangun fondasi yang lebih kuat bagi pengembangan industri kopi lokal. Evaluasi penyelenggaraan tahun ini juga diharapkan menjadi bekal untuk menghadirkan festival yang lebih berkualitas, sekaligus memperluas kesempatan bagi petani, barista, dan UMKM untuk mengembangkan potensi kopi Papua Tengah pada masa mendatang.

[Nabire.Net/Marten Dogomo]

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.